Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Ragu


__ADS_3

Ada rasa penyesalan dalam hatiku,tidak tau akan masa lalu Marcho.


Dengan terkuaknya tabir masa lalunya,membuatku ragu menjalani rumah tangga bersamanya.


Wajar....aku takut dia akan berbuat dengan yang lain lagi,dan aku dia anggap apa.Sudah cukup papi ku selingkuh sehingga mami ku mengalami kecelakaan.


Aku hanya diam,termenung di balkon hotel ini.


Sudah beberapa hari sejak kejadian itu.Aku menjadi seseorang yang berbeda.


Aku sangat merasa ngeri,saat tau suamiku pernah tidur dengan wanita lain.Ku merasa membenci situasi ini.


Aku banyak menghindar dari Marcho Lebih banyak bermain dengan Bella,atau aku lebih suka ikut shopping dengan mbak Janet,mbak Jane dan mama Marcho.


Padahal ketika mereka sibuk shopping,aku lebih memilih duduk dan permisi duduk di sebuah cafe,duduk bengong,pikiranku berkecamuk.


Aku me Wa Bram,Nadya lagi liburan dengan Gilberth dan Ana sedang liburan bersama keluarganya.Biasa tempat curhat ku hanya mereka ber 3.


Kami ketemuan di salah satu cafe.Yah....aku dan Bram.


"San....kamu kenapa?Yah...Bram selama ini teman yang paling mengerti suasana hatiku,selain Nadya dan Ana."


"Gak apa-apa Bram ujarku".


"Kamu beda.Pasti lagi ada masalah.Kamu kan baru menikah,harusnya lagi bahagia-bahagianya".


"Entahla Bram,ujar Sanny kembali bengong".


"Kamu ada masalah dengan Marcho?tanya Bram".


Sanny hanya diam.


"Aku tak bicara apapun pada Bram,aku tak mau urusan rumah tangga ku di ketahui orang lain.Apalagi laki-laki yang sangat mencintaiku".


Kadang aku memarah diriku,mengapa harus dengan Marcho hatiku berlabu.Merasa kebahagiaan ku dengannya hanya semu.Baru sekejab bahagia,kembali kebahagiaan itu menguap.


Kami telah pulang beberapa hari lalu ke rumah orang tua Marcho.


Sejak malam pertama yang gagal,Marcho tidak pernah memintanya lagi.Marcho sangat baik,dan tidak memaksa.


Saat dia menciumku,aku tak membalasnya.Ada rasa gak nyaman di dalam hatiku.Mengingat wanita yang bersamanya dulu, sudah duluan menyentuh nya.

__ADS_1


Aku merasa seperti suatu menjijikkan jika membayangkan itu semua.


Sekedar ciuman aku memaksakan diri hanya menerimanya.


Ingin ku pergi saja.


Ku kembali menyibukkan diri di perusahaan Grandpa.


Hari ini aku menemui pimpinan rumah sakit,meminta jadwal tugas ku di rubah masuk malam saja di semua hari.


Kepala rumah sakit sampai bengong.


Aku bilang,Aku membantu grandpa menjalankan perusahaannya,dan di malam aku bertugas.Akhirnya pimpinan rumah sakit mengijinkan ku.


Saat aku cerita ke mas Marcho,terlihat dirinya menahan perasaan kecewa.Tapi dia hanya diam.


Aku semakin larut dengan dunia kerja.Aku bersama sepupuku Steve saling berbagintugas.Kemajuan perusahaan granpa lebih maksimal..


Ketika selesai bekerja,aku akan mandi di ruangan ku dan berganti dengan baju tugasku di rumah sakit.Minggu depan tak terasa jadwal koasku selesai.


Aku bingung ,dengan bagaimana lagi aku menghindari Marcho.


Tanpa sepengetahuan siapapun,aku membeli sebuah apartemen dari hasil gajiku dari perusahaan grandpa.


Setelah pernikahanku,aku diberi beberapa kartu oleh Marcho.Buat kebutuhanku.


Aku hanya meletakkannya di dalam laci kamar tidurku.


Hanya bi Tami yang tau,aku membeli apartemen baru.Dan terkadang aku membawa bi Tami menemaniku membersihkan apartemen.


Aku banyak cerita tentang masalah ku pada bi Tami.


Bi Tami sangat tau perasaanku.


Waktu ku beberapa bulan,sangat jarang bertemu dengan Marcho.Karena sepulang aku dari kantor,langsung ke rumah sakit.Dari rumah sakit,langsung ke kantor lagi.Dan aku hanya terkadang mengambil baju ke rumah orangtua Marcho.


Mas Marchompernah menemuiku berulang kali di kantor,terkadang aku lagi di luar berjumpa dengan klien,terkadang aku menghindar,menyuruh seketarisku bilang aku lagi meeting.Segala alasan selaku ada.Tapi terkadang kami makan bersama.Walau dengan beberapa candaan mengisi pembicaraan kami.Beda seperti saat dulu.


Mbak Jane menemuiku saat ini.Dia mencurigaiku berubah sejak kata-katanya.


Mbak Jane mendatangiku di kantor.

__ADS_1


Ada perasaan gak nyaman yang ku rasa.Tapi aku hanya diam.


"San....mbak mau ngomong.Ujar Jane menatap Sanny".


"Yah mbak ,ngomong aja mbak.Ujar Sanny".


"Kamu bukan robot San,kamu lihat tubuhmu sangat kurus,kamu gak teratur makan kan?kamu bukan mesin San,ujar Jane".


Sanny hanya diam.


Banyakan termenung jika kesibukannya tidak ada.


"San...kamu kenapa?Kamu biarkan Marcho gitu aja.Saat Marcho mendekati mu kamu takut dan menjauh.Apa karena ketakutanmu malam pertama?tanya Jane menggenggam tangan Sanny".


Sanny hanya diam.


"Bicara la San,kamu kenapa.Tangis Jane pecah.Kamu gak sedih melihat Marcho.Dia pun sama sepertimu.Tidak pulang,hanya di kantor.Kenapa kalian menikah?jika menjadi seperti ini lagi,ujar Jane"


Sanny pun menangis.


"Maaf mbak.Sejak mbak bilang Marcho pernah tidur dengan wanita lain,Sanny merasa gak nyaman.Merasa tubuhnya telah dijamah wanita lain,Sanny merasa tidak bisa menerima itu semua.Maaf....Sanny pun menangis.Sanny gak nyaman.Trauma dengan masa lalu papi merajai diri Sanny.Ketika Mas Marcho mendekat,Sanny takut,mas Marcho hanya mempermainkan Sanny."


"San....itu masa lalu.Dan hanya masa lalu.Marcho juga di jebak.Semua ini karena mbak kan San....Jane menangis ,merasa sangat bersalah."


"Harusnya kamu bisa menerima masa lalunya San."


"Mbak ....kenapa jika seorang pria melakukannya ,wanita selalu bisa memaafkan,di tuntut memaafkan.Tetapi bila Sanny melakukannya,apa bisa Mas Marcho memaafkan Sanny?belum tentu kan mbak?tanya Sanny.Bukan mau mendendam mbak.Sanny juga tidak mau seperti ini.Tapi Sanny juga belum bisa menerima kenyataan.Sanny takut,suatu waktu wanita itu akan datang,akankah dengan hinaannya Sanny bisa menerimanya?Atau dia kembali dengan Mas Marcho berdasarkan masa lalu mereka?"


"Maaf mbak,maaf kan Sanny.Jika memang Mas Marcho memutuskan berpisah dari Sanny.Sanny sudah siap."


"Sanny kembali mengabaikannya,ujar Sanny berurai air mata."


Sanny pun menangis sejadi jadinya.Menutup wajahnya di atas mejanya.


"Jane tau,sangat berat buat Sanny,bisa menrima itu semua.Apalagi dengan masa lalu orang tuanya seperti apa.Jane memahami perasaan Sanny.Apa yang dia rasa".


"Dengan perasaan sangat bersalah,Jane kekuar dari ruangan Sanny".


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


Jangan lupa like,vote dan koment

__ADS_1


happy reading guysss


__ADS_2