
Kegiatan mereka pun berakhir,terlihat wajah Sanny yang lelah,Nadya dan Ana di jemput kedua orangtuanya.Sanny sudah melihat Marcho, di gerbang arena bermain,makanya dia batal pulang bareng Nadya."
"Marcho melihat wajah Sanny, penuh coretan,Marcho tersenyum, memandangi wajah Sanny".
Sanny mau menghapus wajahnya.
"Jangan hapus dulu San,kita foto bareng dulu,ujar Marcho."
Masih jam 5 Sore,Marcho mengambil beberapa foto bersama Sanny.Teman -teman Sanny memandang Sanny,merasa terkesima melihat ketampanan Marcho.Bahkan Bram,Louis ,Thom ,Jhon pun Sanny ajak gabung foto bersama.Pakaian Casual Marcho sangat kontras dan memikat hati, siapa saja yang liat,termasuk teman -teman sekolahan Sanny".
Mereka pun berpisah dari rombongan teman Sanny.Marcho menggandeng tangan Sanny,menuju mobil nya.
Marcho mengambil tisu basah,membersihkan wajah Sanny.Sangat terlihat, kasih sayang Marcho pada Sanny.
"Biar Sanny aja mas,ujar Sanny.Bau banget keringat Sanny,ujarnya.Kerasa banget baunya🤪🤪🤪🤪"
"Kerumah mas yuk,ajak Marcho".
"Jangan dech Mas,pulang dulu,Ujar Sanny".
"Nginap di rumah aja,ada mainan baru.Kamu bakal suka,ujar Marcho".
"Baju Sanny gimana Mas?tanya Sanny".
"Tuh ,baju sama dalaman sudah mas sediakan".
"Marcho menunjukkan paper bag di bangku belakang".
"ihhh......geli aku ah.....mas yang beli?tanya Sanny.Fuhhhhhh.....Sanny menutup wajahnya,pulang ke rumah aja mas,dari rumah ,nanti baru ke rumah mas,ujar Sanny".
Marcho hanya tersenyum,menarik Sanny
mendekatinya,Marcho mengecup pipi Sanny.
__ADS_1
"Beneran dech,bau acemmmmm......ujar Marcho".tertawa ngakak.
"ihhhhhhhh.......bau acemmmmm juga di ciumin.Salah sendiri dech,ujar Sanny."
"Please dech mas,jangan buat malu Sanny,ujar Sanny memelas,ke rumah Sanny aja dulu yah,ujar Sanny."
"Marcho hanya senyum saja".
Mereka pun tiba di sebuah apartemen.
Marcho membawa Sanny ke sebuah kamar,lumayan luas dengan nuansa wallpaper,Mandilah,ujar Marcho.Memberi sebuah handuk kimono dan handuk biasa dan paper bag nya".
Marcho pun menuju ruang Gym nya.
Sanny sangat lama.mandi,karena kesusahan membersihkan aneka cat di tangan,kaki,dan wajahnya.
"Akhirnya,gak sia sia perjuangan ini,ujar Sanny".
Sanny mengambil baju gantinya,setelah mengunci pintu kamar,Sanny pun memakai baju dres tersebut,sangat modis,menunjukkan jenjang leher Sanny ,Sanny menyisir rambut nya yang basah,memakai lipgloss nya,memakai bedak perawatan wajah dari mama Nadya.
Mama Nadya merasa,dia harus memperhatikan Sanny.Kasihan Sanny gak punya mami sejak dari kecil.
Sanny memakai parfum lavendernya.
Sannypun keluar,mencari sosok Marcho.Sanny menuju meja dapur,mengambil satu botol air mineral yang masih baru.Sanny membuka dan meminumnya,terasa sangat segar.
"Sanny menyusuri setiap ruang apartemen Marcho.Apa Marcho pergi?dalam hati Sanny."
Sanny terkejut saat membuka sebuah ruangan,disana Sanny melihat Marcho sedang mengangkat Barbel,Marcho tidak memakai baju atasannya.Sanny dengan pelan menutup pintu ruangan itu kembali.Sebelum tertutup,Marcho sudah bersuara.
"Masuk aja San,ujar Marcho".
"Dasar mesum,ujar Sanny.Buru-buru menutup pintu ruangan itu".
__ADS_1
"Sanny memegang dadanya,berusaha menutupi debaran jantungnya.Terbayang body six pack Marcho,Sanny pun berusaha menggelengkan kuat kepalanya.Kembali meminum air mineral nya yang masih tersisa setengah di meja makan."
Marcho keluar dari ruangannya,telah memakai handuk kimononya.Meminum sebotol air mineralnya.Sanny sibuk membalas Wa teman temannya.Pura pura menutupi kegugupannya.
"Mas mandi dulu yah,ujar Marcho".
"Sanny yang gugup hanya mampu mengangguk.Mereka kan hanya berdua di apartemen ."
Marcho pun sudah wangi,dengan.pakaian santainya,duduk di samping Sanny.Marcho mengusap wajah Sanny,kemudian perlahan mencium bibir Sanny,sangat lembut,sangat menuntut,Sanny masih kesulitan mengatur nafasnya".
"Marcho melepaskan ciumannya,dan tersenyum".
"Mas sangat ahli mencium,ujar Sanny.Pasti sudah banyak yang jadi korban mas dech,ujar Sanny".
"Tidak San,ujar Marcho."
"paling banyak kamu orang ke dua yang pernah mas cium,ujar Marcho dengan jujur".
"orang pertama siapa Mas?ujar Sanny".
"Teman kuliahan Mas orang ke dua,ujar Marcho,tapi ciuman pertama mas,kamu yang ambil,ujar Marcho".
"Kapan mas?tanya Sanny?"Sanny bingung.
"Ketika kamu usia 6tahun dan mas usia 12 tahun,ujar Marcho".
"Ngaco dech,ujar Sanny memukul Marcho dengan bantal ruang tamu".
"Marcho pun tersenyum".
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
jangan lupa like,vote dan koment
__ADS_1
happy reading guys.