Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Kedatangan


__ADS_3

Sanny pulang sekitar pukul 11 malam.Sanny langsung tidur,sebelumnya Sanny menyetel alaramnya.


Sanny sangat lelah,dengan semua ini.Dia tidak menyangka semua ini bisa dia dapati di Spanyol.Mungkin sudah saatnya itu semua terbuka.


Air mata Sanny mengalir.Sanny pun menutup kedua matanya.Tak berapa lama,Sanny pun tertidur.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Pagipun datang,tepat pukul 6 pagi,Sanny sudah bersiap dengan baju biru dan jeans birunya.


Sanny sangat cantik dalam pakaiannya.Tubuhnya yang tinggi,kaki nya yang jenjang,sangat membuat mata tak habis habisnya melihatnya.Sanny menyandang tas ranselnya,dengan sepatu kets nya,berjalan dengan santai.


Memang Sanny berbeda dengan dokter wanita lainnya.Beberapa dokter wanita ,yang ikut dalam team memakai dres dan hells.


Dokter Bernard mendekati Sanny.


"Apa ada masalah?tanya dokter Bernard."


"Gak ada dok,ujar Sanny."


Dokter Bernard sangat mengenal Sanny ,jika Sanny lagi ada masalah,pasti selalu pakai kaca mata hitamnya.


Dokter Bernard pun tertawa.Bram juga tergabung dalam operasi ini.Tapi Sanny terpilih menjadi asisten,sedangkan dokter lainnya hanya melihat proses operasi,termasuk Bram.


Dokter yang tidak terpilih ,mengikuti traning di hotel.Sonia tidak terpilih.


Operasi pun berjalan sukses,Sanny sangat cekatan,ketika mendapat kesempatan dengan pantauan dokter senior,Sanny melakukan tugasnya dengan sangat baik.Terlihat kepuasan dari para dokter.


Dokter Bernard menceritakan ketenangan Sanny saat operasi,selalu jadi nilai plus nya,mau banyak masalah,Sanny selalu tenang,dan Dokter Bernard mengatakan,selama menjadi anak didiknya,jika Sanny ada masalah,selalu pakai kaca mata hitam ke sesokan harinya.Para doker pun tertawa dan salut liat nilai plus dari seorang Sanny.


Setelah operasi selesai,Sanny pun lebih duluan kembali ke hotel.Sudah pukul 3 sore.


Sanny menyusuri lobi hotel,dan juga menyusuri restoran.

__ADS_1


Sanny melihat sosok Marcho sedang duduk bersama Sonia.Mereka asik berbicara.


Sanny hanya terdiam beberapa saat.


Dengan tenang ,Sanny menekan tombol lift dan ketika lift terbuka,Sanny pun masuk ke dalam lift.


Sanny sampai ke kamarnya.Sanny membuka pintu kamar dengan card dari hotel.


Sanny melihat koper Marcho sudah ada di dalam kamar,Sanny tidak tau kapan Marcho datang.Sanny membaca Wa dari Marcho.


Marcho menanyakan Sanny di mana.


Sanny pun mendorong kopernya,menuju lift.


Sanny sudah lebih duluan menelepon Sky.Sanny ada urusan juga di kantor cabang perusahaan grandpa nya di Spanyol.


Grandpa menelepon Sanny untuk mengurus kerjasama dengan seorang klien.


Ketika Bram melewati reatoran,Bram sangat terkejut melihat sosok Marcho dengan seorang wanita.Dan terlihat sangat akrab.Dan Bram pun mengenal sosok itu adalah Sonia teman sekamar Sanny.


Bram mendekati meja Marcho dan Sonia.


"Apa kabar Mar?tanya Bram".


Marcho terlihat sangat terkejut,melihat kedatangan Bram.


"Eh...Bram....kabar baik,ujar Marcho".


"Dokter Sonia kenal dengan Marcho?tanya Bram".


"Sangat kenal Bram,ujar Sonia sambil tertawa.Marcho orang istimewa sedari kuliah,sampai saat ini,ujar Sonia dengan sangat bahagia".


"Ohhh......Slamat yah Mar,ujar Bram".

__ADS_1


Marcho hanya diam.


Bram merekam semua pembicaraan itu.


"Kamu ada liat Sanny?tanya Marcho".


"Sanny?????ujar Sonia".


"Dia teman satu kamarku beberapa hari lalu.Kenapa dengan Sanny ?ujar Sonia".


"Gak apa-apa ujar Marcho".


"Sanny tadi pulang duluan dari kami semua.Dan dia sepertinya sudah melihat kamu Mar,ujar Bram dengan santai,cek sendiri CCTV ,untuk lebih pasti".


"Sekitar satu jam lalu,Sanny kembali ke hotel,ujar Bram".


Marcho pun bergegas menelepon Sanny.Hp Sanny gak aktif.


Marcho bergegas membuka kamarnya,dan Marcho melihat koper Sanny susah tidak ada.


Bahkan ke dua buku pun ,Sanny letakkan tepat di atas tempat tidur.Dan Marcho pun terkejut melihat di dalam buku tersebut ada foto Sonia dan Marcho berdua.


Marcho pun kembali ke bagian CCTV hotel,Marcho melihat Sanny berjalan dari lobby,melewati restoran dan terpaku beberapa saat di restoran.Sanny menunduk memasuki lift.Di lift Sanny hanya diam,tidak menangis sedikitpun.Beberapa saat kemudian,Sanny keluar dari lift, mendorong kopernya dari pintu samping hotel,memasuki sebuah mobil.


Marcho sangat terkejut,melihat sosok Sky menghampiri Sanny.


Marcho sangat cemburu.Marcho pun menelepon Sky.Sky tidak mengangkatnya sama sekali.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


jangan lupa like,vote dan koment


happy reading guyssss.

__ADS_1


__ADS_2