
Jane menelepon Janet,dan juga mama.Jane menangis tersedu-sedu.Merasa turut ambil andil dalam kehancuran rumah tangga Marcho dan Sanny.
Jane pun sampai di rumah mama.Tidak begitu lama Janet pun sampai.Jane sudah menginfo,agar jangan siapapun ikut.Anak Janet dititip sama pengasuh anaknya saja,dan pesan Jane,jangan bawa suami.
Mama dan Papa berada di ruang keluarga.
Dengan mata sembab,Jane memasuki rumah.
Janet sangat terkejut dengan penampilan Jane.
Biasanya Jane sangat perfeksionis dalam berpenampilan.
Jane mengambil segelas air putih,meneguknya sampai kandas.
Jane dengan lunglai memasuki ruang keluarga.
"Kamu kenapa Jane?tanya mama nya.Apa ada yang terjadi dengan Juan?kamu cerita ,kami siap
mendengar,ujar Mama ".
"Mbak....Jane memeluk Janet dengan erat.Aku sangat bersalah mbak,aku.......sangat bersalah,ujar Jane.Aku harus bagaimana memperbaiki semua kesalahanku mbak?Janet jadi terdiam."
"Kamu salah apa Jane,kamu tidak pernah seperti ini.Kamu cerita.Kita keluarga.sama-sama diselesaikan,ujar Janet".
"Kenapa Marcho tidak kalian libatkan?tanya papa".
"Marcho biasa nya sangat baik dalam pengambilan keputusan."
"Jangan pa......jangan.Ujar Jane".
"Ini semua menyangkut Marcho dan Sanny,ujar Jane".
Kembali Jane menghapus air matanya dengan tisu.
"Perlahan,mama Marcho menangis.Mama merasa Sanny menyimpan sesuatu .........kekecewaan.Sanny banyak bengong, jika pulang di teras belakang terlihat termenung,sesekali menghapus aor matanya.Tatapannya kosong.Sebenarnya mama mau nanya,ada apa dengan Sanny dan Marcho.Tapi mama gak berani".
"Akhir-akhir ini,Sanny hanya membawa bajunya,tatapannya sendu.Bekas menangis.Dia juga datang mengambil bajunya,ketika Marcho sudah tidak ada di rumah.Marcho juga terlihat bingung dan merasa bersalah.ujar papa".
"Jane yang salah ma....jerit Jane....".
__ADS_1
"Jane.....yang salah pa.....Jane menepuk-nepuk dadanya.Merasa sangat bersalah".
"Kamu salah apa nak,ujar mama Marcho tak dapat menahan perasaannya selama ini".
"Jane pun menangis berlutut di depan kedua orang tuanya.Maaf kan Jane pa...ma....hukumlah Jane.Jane sangat salah".
Tiba-tiba pintu ruang tamu terbuka.
"Katakan mbak......ada apa semua ini,ujar Marcho dengan suara meninggi".
"Mbak salah apa sama Sanny dan Marcho?????tanya Marcho".
"Janet terdiam.Jantungnya hampir tak berdetak".
"Jane.....jangan katakan karena kecerobohan omonganmu,aduhhhhhh.....mbak gak paham saat itu.Mbak juga curiga saat Sanny sedikit berbeda,apa karena omonganmu Jane.....??????tanya Janet".
Janet pun memukul dahinya dengan tangannya.Menangis terisak.
Mama ,papa dan Marcho pun bingung.
"Kalian ceritakan pada kami.Ada apa dengan Sanny?tanya Marcho.Apa Sanny sakit parah sehingga menjahuiku mbak,tangis Marcho pun pecah.Kalau kalian tidak cerita padaku.Aku akan pergi dan tidak akan sudi menginjakkan kakiku lagi di rumah ini,ujar Marcho".
"Sewaktu kalian di hotel,besoknya Sanny kan me Wa, ngajak Jane dan mbak ke sebuah cafe".
"Jane mengganggu Sanny,melihat bekas kiss mark di leher Sanny.Jane bilang,kamu sudah lama puasa,jadi kamu melahap Sanny.Kamu kelihatan banget sudah lama absen".
"Trus Sanny bertanya.Emangnya apa pernah kamu tidur dengan wanita lain.Sanny merasa kami menyembunyikan sesuatu.Karena kata sudah lama puasa dan sudahnlama gak absen.Sanny curiga.Mbak berusaha mengahlikan,tapi Sanny bertanya kejujuran kami."
"Mbak cerita,semua tentang kamu dan Suzy,ujar Janet."
Papa yang saat itu lagi minum pun,sangat terkejut.Gelasnya jatuh dan pecah di lantai.Papa menepuk dahinya.
"Jane.....kamu bicara selalu sesukamu.Papa jadi tau apa masalah Marcho saat ini.Kamu tau.....orangtua Sanny bagaimana kan?kamu menyiram bensin dengan api,ujar Papa dengan suara sangat marah".
"Kamu tau,Sanny kehilangan maminya karena perselingkuhan papinya.Papinya juga sama dengan Marcho di jebak.Kamu lihat hubungan papinya dengan Sanny.Baru-baru ini dekat.Kamu gak tau traumanya,ujar Mama".
"Kasihan Sanny.Mama pun menangis dengan pilu".
Jane memutar rekaman pembicaraan Sanny dan Jane di depan semua.Marcho kembali menangis.menutup wajahnya.
__ADS_1
"Pa....aku harus bagaimana.Aku gak mau kehilangan Sanny lagi,lebih baik aku mati.Ujar Marcho mengacak rambutnya".
Tidak pernah Marcho sekusut dan sepanik ini.
"Bi Tami ada di sana.Bi Tami sengaja merekam semua itu,agar Sanny terbuka hatinya memaafkan suaminya"
"Ma.....pa.....Sanny gak bisa menerima keadaanku.Aku harus bagaimana? ujar Marcho berualang-ulang."
"Semua tak harus di hindari.Kalau pun terbuka karena kecerobohan Jane,itulah adanya kamu Mar,ujar papa.Kamu telah belajar dan menjalani hidupmu dengan baik.Selama ini,kamu tanggung jawab dalam bekerja,kamu tidak pernah mabuk.Itupun kamu mabuk karena teman-temanmu dan masalah Sanny, dan kejadian seperti itu sudah cukup mengguncang hidupmu.Bertahun tahun kamu menemui psikolog papai temani.tanpa siapapun yang tau kehancuranmu.Kamu dan papi tutupi agar semua tenang ,gak tau bagaimana kamu memulihkan penerimaan dirimu karena perbuatan wanita itu."
Papi tidak akan membiarkanmu sendiri menghadapi ini semua.Ujar Papi memeluk Marcho.
Kamu berjanji kan nak,akan menjadi laki-laki yang setia.Sampai ajal menjemputmu.Papi sudah menerima janjimu.Dan papi akan selalu memegang janjimu pada papa
Marcho janji pa.
Hubungan mereka dengan orangtua mereka sangat dekat,setiap persoalan selalu mereka berkimpil bicarakan sebagai satu keluarga.
"Bi Tami.....Jane...panggil bi Tami....ujar papa "
Bi Tami pun di suruh duduk di ruang keluarga.
"Bi....bibi susah seperti ibu Sanny sendiri.Bibi dan Mawar mama Nadya ,juga sangat dekat dengan Sanny."
"Sanny cerita apa sama bibi.Ketakutan Sanny apa?tanya papa Marcho".
"Sanny takut pak,takut tuan Marcho melakukan hal yang sama seperri papinya."
"Sanny pun pernah melihat Marcho sewaktu SMA dicium seorang anak perempuan.Itu membuat Sanny semakin berpikir kembali."
"Beberapa waktu,bibi kemana dengan Sanny ber dua?tanya Mama Marcho."
"Saya udah janji bu,gak boleh bilang.Maaf,beri waktu dan ruang buat Sanny,ujar bi Tami.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
jangan lupa like,vote dan koment
happy reading guyssss🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1