Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Menyelesaikan


__ADS_3

Pagi itu,Sanny masih tertidur pulas.


Sanny dan Nadya serasa lepas dari beban sekolah untuk sejenak.


Setelah bangun,Sanny duduk di balkon.Nadya pun ikut-ikutan duduk di samping Sanny.Davin dan Sky masih di mes penerbangan mereka.Karena pagi ini mereka ada briefing.


Sanny tiduran di lantai memandang langit,menutup kedua matanya.Sanny pun menghidupkan handphone nya.


"San....lu hobby banget sih ,tiduran di lantai.ihhh....jorok.Ujar Nadya".


"Belum mandi,dingin....adem ....lagi mandangin Sky".


"Lu sibuk dengan sky lu aja.Ujar Nadya.Nikah sama Sky aja ,lu pandangi tiap hari,ujar Nadya tertawa ngakak".


"Tuh Sky nya beda Nad.....gue suka Sky yang itu,tunjuk Sanny di langit biru."


"Sanny mengambil foto nya,dengan berlatar belakang langit biru."


"mandangi Sky,jangan di ganggu.Sanny menulis caption nya"


Langsung rame obrolan di IG.


"Sky lu lagi terbang yah San?????ujar Ratna.Titip salam dan cium mesra".


"Mas Sky......Sanny rinduuuuu......koment Jack".


"Besok gue ganti nama aja dech,jadi Sky.Biar Sanny panggil gue tiap detik,koment Bram"


"I am wating for you,......Hans".


Sanny membalas mereka:Ngacooooo.......


"Ciyee......Hans.......aku padamu.....koment Santi."


"Sanny sama Hans aja dech,biar Sky buat gue aja,koment Tari".


handphone Sanny pun berbunyi.


Sanny mengangkat nya.


Sanny:"Hallo....."


Marcho:"Mas sudah di bawah.Pasti belum mandi.Pandangi langit terus,ujar Marcho."


Sanny:"5 menit dech....mandi kilat,ujar Sanny bergegas."


Sanny bergegas menuruni tangga sambil menyelempangkan tas nya ,meminum segelas susu.


Tante Mawar dan Om Herman lagi ke luar kota beberapa minggu.


Di rumah hanya Nadya dan Dani.

__ADS_1


"Semalam kemana?tanya Marcho".


"Bi Tami nelepon tiba-tiba,ada perlu.Ujar Sanny".


"Kamu gak pandai akting San,ujar Marcho."


"Maklum mas....amatiran,ujar Sanny."


"°Tolong mas ajari akting,Mas kan jagonya,ujar Sanby ketus".


Mereka pun diam.


"Sanny boleh buka kaca?Tanya nya memandang Marcho"


Marcho mematikan AC mobil,membuka kaca mobil.


Sanny merekam semua perjalanan mereka.Sanny menikmati itu semua.Besok dia tidak akan melihat ini semua ,beberapa tahun ke depan.Dan entah sampai kapan dia akan kembali.


Sanny men share ke IG,aku akan merindukan ini semua,tulisnya.


Beberapa minggu terakhir,Sanny sering men share beberapa caption.


Marcho tersenyum melihat tingkah Sanny.Mata Sanny terlihat sendu,ada kesedihan disana.


Inginnya Marcho mengungkapkan semua,tapi semua belum selesai.Marcho sangat putus asa.Harusnya mereka bisa merasakan kebahagiaan.Tapi semua tidak sejalan dengan apa yang mereka inginkan.


Mereka sampai ke butik.Disana sudah ada Mama Marcho,mbak Jane dan mbak Janet.


Sanny biasa saja,berusaha tenang,meredam perasaannya.Marcho sangat mengenal Sanny.Marcho menggenggam tangan Sanny.


Saat mami Marcho memilih beberapa kebaya,Sanny hanya memilih sebuah dres sederhana berwarna putih.


"Sanny pakai ini aja besok ma,ujar Sanny.Yang simpel aja,Sanny juga ada keperluan.Setelah dari kantor catatan sipil,Sanny jam 2 an ada test di universitas,ujar Sanny."


"Kalau pakai yang ribet,Sanny susah buru-buru test ma,bareng teman,ujar Sanny".


"Sanny mau ambil jurusan apa?tanya mama Marcho".


"Ambil jurusan kedokteran ma,doa in Sanny sukses yah ma,bisa selesai kuliah cepat,ujar Sanny memeluk mama Marcho".


"Maaf kan Sanny ya ma.....,Sanny masih banyak kekurangan.Jika Sanny banyak meyakiti hati keluarga mama."


"Kamu ngomong apa San?Jangan bilang gitu....."ujar mami Marcho.


"Doa mami buat mu San,ujar Mama Marcho".


"Sanny pun memeluk mbak Janet dan mbak Jane."


"Kalian pilih baju resepsi dulu,ujar mbak Janet."


"Sanny dulunya memanggil kakak,tapi mama Marcho menyuruh Sanny memanggil mereka dengan sebutan mbak saja".

__ADS_1


"Jangan sekarang yah mbak,ujar Sanny".


"Kamu kenapa San?tanya Jane"


"Lagi gak mood aja mbak.Kepikiran testing besok gimana."ujar Sanny.


"Sanny sengaja mendaftarkan dirinya ,mengikuti seleksi ujian universitas negeri".


"Agar tidak terlalu di curigai".


"Marcho mengantar Sanny ke rumahnya.Marcho melihat begitu besar kegundahan Sanny yang di tutupinya.Orang bisa dia bohongi,tapi Marcho tidak.


Marcho tau,Sanny meragu akan perasaannya pada Marcho".


"San.... Marcho mengusap wajah Sanny.Kamu kecewa sama Mas?tanya Marcho"


Sanny hanya diam.


"Kamu harus percaya sama mas yah San,jangan percaya sama orang,Marcho menatap Sanny dengan pandangan sendu dan putus asa."


"Sanny hanya diam,dengan pandangan kosong".


"Mas sangat menyayangimu,mencintaimu,ingatlah San,gak akan pernah berubah."


"Makasih sudah mau menikahi mas,ujar Marcho".


"Sanny hanya diam,hati Sanny sangat sedih dan kecewa."


Mereka pun hanya dalam diam.


Sanny pun membuka pintu mobil,dan berjalan memasuki rumahnya.Tanpa berbalik.


Perasaan Marcho tidak menentu beberapa hari ini.Dia merasa,hatinya sangat tidak tenang.Apa karena menjelang pernikahannya?Atau apa yang akan terjadi.


"Sanny banyakan diam,Sanny semakin menjauh darinya".


Marcho menghembuskan nafasnya dengan sangat berat.


"Sanny memasuki kamarnya.Menulis beberapa surat.Buat papi nya,buat keluarga Marcho,buat Marcho sendiri".


Sanny memesan jasa kurir .


Selesai sudah.Mungkin ini yang terbaik,buat Marcho maupun dirinya.


"Sanny menangis tersedu,mengingat dia sangat menyukai Marcho,sangat mencintai nya,tapi wanita itu kenapa bisa hadir di tengah hubungan mereka,tanpa ada penolakan dari Marcho.Apa hanya harta yang di pikirkannya?sehingga melakukan perkawinan ini?sedangkan hatinya saat ini milik wanita itu?????


"Sanny pun tertidur,dengan sisa air matanya."


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


jangan lupa like,koment dan vote

__ADS_1


Happy reading guys......


__ADS_2