Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Akhirnya 2


__ADS_3

+21


Marcho menatap Sanny,melepaskan ciumannya.


Kemudian Marcho memeluk Sanny kembali,mereka saling membalas ciuman.Nafas Sanny dan Nafas Marcho memburu.Marcho menyusuri leher Sanny.Marcho mengecup leher Sanny dengan lembut.


Sanny tau,selama hampir 4 bulan ini,Marcho menahan hasratnya.


Sebagai laki-laki normal,wajar seorang suami menginginkan hal demikian.Sanny pun berusaha memberanikan diri.Membalas setiap apa yang Marcho buat malam ini.


"Sannnnn....desah Marcho suaranya sedikit serak".


"Hmmmm......ujar Sanny".


"Mas......mau.....Marcho terdiam".


"Sanny pun memandang kedua mata Marcho,Sanny pun menunduk.Lakukanlah mas,ujar Sanny".


"Kamu ....gak takut San,ujar Marcho".


"Marcho menatap Sanny,masih ada ketakutan di sana."


"Marcho pun berdiri.Sanny menggenggam tangan Marcho".


"Mas.....gak papa,ujar Sanny meyakinkan".


Marcho pun kembali ke pembaringan.Mengecup Sanny dengan sangat lembut.


"Kalau sakit,apa bisa tahan?tanya Marcho menatap Sanny serius".


"Sanny mengangguk.Lakukan mas,Sanny sudah siap,ujar Sanny".


"Marcho pun menyusuri daerah leher Sanny,mencium Sanny semakin dalam,membuat beberapa kiss mark,Sanny berusaha menahan perih akibat ulah Marcho.Marcho membuka baju Sanny satu persatu,Sanny sangat malu dan menutupnya dengan tangannya."


"Jangan di tutup sayang........,biarkan mas lihat,ujar Marcho dengan suara berat".


Mereka saling bertautan,saling membalas cumbuan.


Marcho memainkan kedua P****** Sanny.


Sanny mendesah.


Desahan Sanny menambah keinginan Marcho.


Sebenarnya selama ini Marcho sangat takut kehilangan Sanny.Apalagi Sanny .sangat cantik dan banyak laki-laki yang menyukainya.Sanny belum menjadi miliknya seutuhnya.Kadang Marcho sangat takut.Takut Sanny meninggalkannya.Takut Sanny berpaling darinya.


Tapi malam ini, Sanny bersedia.Marcho sangat bahagia.Sanny susah mempercayainya.

__ADS_1


Marcho pun perlahan memasuki diri Sanny.


Dengan perlahan dan dengan beberapa gerakan,Marcho perlahan memasuki Sanny,mencoba menembus dinding Sanny.Sanny meringis ,Apa sakit sayang,ujar Marcho menarik dirinya.


"Gak apa-apa mas,lakukanlah mas,ujar Sanny."


Marcho kembali mencium Sanny.Mengisap leher Sanny,Sanny berusaha menahan rasa perih.


Marcho kembali berusaha memasuki Sanny.Sanny kembali merasakan sesuatu sangat sakit,Marcho sedikit menghentakkan,pinggulnya memasuki Sanny.


"ahhhhhh....ah........Sanny menatap Marcho."


"Sakit mas....ujar Sanny .Mata Sanny terpejam,menahan rasa sakit di area wanitanya.


Dari sisi kedua mata Sanny,mengalir air mata nya.


"Awalnya sakit sayang,apa mau mas hentikan,tanya Marcho"


"Sanny menggeleng.Lakukanlah mas,ujar Sanny".


Dengan sedikit gerakan,Marcho pun berhasil memasuki Sanny sempurna.Marcho menyesuaikan tubuh mereka.Beberapa saat kemudian,Marcho melakukan sesuatu yang sangat baru bagi Sanny.


Marcho melakukannya perlahan.Sanny mulai menikmatinya.


Mereka kelelahan setelah mencapai kenikmatan.


Mas gak akan melupakan ini semua,mas sangat menyayangimu sayang,ujar Marcho.Tidurla,kamu sangat kelelahan,ujar Marcho.


Marcho pun membersihkan diri dikamar mandi.Sanny sudah terlalau lelah,Sanny.pun sangat pulas tertidur.


Marcho mengambil air hangat di baskom ,membersikan badan Sanny.


Marcho melihat beberapa bercak darah Sanny.Marcho membaringkan Sanny di atas sofa lembut.Sanny masih tertidur.Marcho mengganti alas tempat tidur meraka dengan yang baru.Marcho tidak mau pelayan atau siapapun menggantinya.Marcho membaringkan Sanny di tempat tidur.


Marcho menjaga Sanny,akan menjadi pembicaraan para pelayan atau menimbulkan kecurigaan jika para pelayan melihat darah Sanny.Mereka akan tau,bahwa sekian lama menikah,baru Sanny melakukannya dengan Marcho.Marcho mengantisipasi itu semua.


Walaupun para pelayan dan pekerja sangat setia,Marcho bertindak hati -hati.


Marcho mencuci alas tempat tidur.Memasukkannya dalam sebuah pelastik dan memasukkannya dalam koper.


Sanny sudah memakai bajunya.Sanny tertidur sangat pulas.Marcho tau,Sanny pasti lelah.Mereka melakukannya beberapa kali.


Marcho memeluk Sanny,mereka pun tertidur.


Ketika pagi datang,Marcho telah terbangun dan mandi.Kemudian menyuruh sang pelayan memasak beberapa aneka makanan kesukaan Sanny".


"Sayangg.......panggil Marcho ,sambil mengecup wajah Sanny".

__ADS_1


Sanny pun membuka matanya perlahan.Bergerak perlahan karena daerah sensitifnya sangat perih.


Sanny duduk ,kemudian perlahan berdiri,Sanny meringis.


Dengan cekatan Marcho menggendong Sanny.


Meletakkan Sanny di bathtub.


Sanny pun mulai mandi.Berendam membuat daerah sensitifnya tidak begitu perih lagi.Awalnya masuk, Sanny menahan perih nya yang amat sangat.


Marcho membantu Sanny memakai pakaian nya.Awalnya Sanny malu,tapi Marcho gak peduli,tetapi Marcho tetap membantu Sanny.


"San....kamu sangat kurus sayang.Makanlah ujar Marcho."


"Sanny pun menunduk".


"Sann......kita melakukannya tidak pakai pengaman.Kalau kamu hamil,gimana?tanya Marcho sambil memeluk Sanny,kemudian menatap wajah Sanny."


"Apa kita baiknya menundanya San?tanya Marcho,menanyakannya kembali"


"Gak mas.....Sanny ingin kita memiliki bayi kecil,apa mas mau?tanya Sanny".


Tiba-tiba Marcho menjadi sangat emosional,menangis sambil menunduk kan wajahnya.Sanny mengangkat wajah Marcho,dengan sedikit bingung.


"Mas kenapa?kenapa jadi nangis?tanya Sanny".


"Makasih sayang,ujar Marcho,memeluk Sanny,mas sangat bahagia,ujar Marcho."


Marcho bermain game bersama Sanny."


Begitu menjelang siang,Sanny berjalan sangat lambat,karena daerah sensitifnya masih sangat perih.


Mereka mengelilingi beberapa objek wisata sekitar,setelah mereka lelah,mereka kembali ke mansion.


"Mas...ini mension milik siapa?tanya Sanny".


"Yah mansion milik kita,ujar Marcho".


"Sudah lama mas beli,pengen bawa kamu kesini.Baru ini ,di renovasi dan kesampaian bawa kamu kesini.Plus malam pertama kita,ujar Marcho mengedipkan matanya".


"Sanny menutup kedua matanya.Terasa pipi nya memerah".


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


jangan lupa like,vote dan koment


happy reading guysss.

__ADS_1


__ADS_2