Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Mencintamu


__ADS_3

Marcho menahan rasa cemburunya.Memejamkan matanya.Ada rasa sakit dalam tatapan matanya,ketika memandang ke arah Sanny.


Teringat hari-hari yang mereka lalui bersama.


Kehadiran sosok Mitha ,membuat jarak mereka semakin jauh.


Sanny sepertinya baru memisahkan diri dari gerombolannya.Marcho membuntuti Sanny dan berbarengan memasuki lift.


Sanny menekan tombol,dan memang kamar mereka hanya selisih satu kamar,kamar Sanny 101 dan kamar Marcho 102.m.


Marcho meminta kamar itu setelah data kamar Sanny dia dapatkan dari papa Thom.Papa Thom relasi bisnis Marcho,dan mereka sangat akrab sudah sejak dulu


Ketika Sanny hendak membuka pintu kamarnya,Marcho mencengkeram pergelangan tangan Sanny.Menarik Sanny dalam pelukannya,Dan Marcho pun ,membuka pintu kamarnya.


Marcho mengunci Sanny dalam kedua tangan nya, yang berotot.


Deru nafas Sanny dan Marcho bersatu.Marcho memegang dagu Sanny,******* lembut bibir Sanny yang merekah,Marcho dan Sanny semakin hanyut dan terbuai.


Marcho menyusuri leher Sanny,mengecup setiap jengkal ,hingga menuju bagian dada Sanny.Marcho meninggalkan kissmark.Sanny menatap mata Marcho.Marcho pun membalasnya.


Apa begini ,caramu menahlukkan semua wanitamu mas?Tanya Sanny.


Teringat dengan sosok Mitha.Sanny pun mendorong Marcho ketika Marcho lengah.


Marcho kembali menarik Sanny dalam pelukannya.


"Maaf....ujar Marcho."


"Percaya sama Mas,dia bukan siapa -siapa,waktunya belum tepat.Percayala......Hanya kamu dalam hati mas,ujar Marcho."


"Kamu menyakitiku mas.......,sangat menyakitiku.Aku membencimu........,ujar Sanny."


Ketika Sanny melepaskan diri mencapai pintu kamar,Marcho kembali mendekap erat Sanny.Menggendong Sanny ,setelah memasukkan card system dalam saku celana belakang nya.


Marcho membaringkan Sanny di ranjang,dengan satu tangan nya dan kedua kakinya,Marcho mengunci Sanny.Marcho menatap kedua Mata Sanny.Sebelah tangannya mengusap rambut panjang Sanny.

__ADS_1


"Saat indah itu akan datang buat kita,aku tak akan melepaskanmu,cintaku dari masa kecilku,cinta yang membuatku gila dan tak bisa hidup tanpamu,nyawaku pun hanya untukmu,Marcho mengulum bibir Sanny.Mengecup kedua mata Sanny."


"Kamu marah pada mas?"tanya Marcho.


Sanny hanya diam.


Marcho mengajak Sanny duduk dekat balkon ,Marcho mengambil beberapa foto mereka.


"Siapa Mitha?tanya Sanny".


"Dia bukan siapa -siapa mas,ujar Marcho"


"Kemudian,Sanny megirimkan Marcho beberapa video."


"Kalau berbohong,harus pintar mas,kalau berbohong,harus liat,siapa orang yang mas bohongi.Card system sudah Sanny dapatkan dari kantong belakang celana Marcho.Dengan sigap Sanny membuka pintu,dan melemparkan ke arah Marcho, card system kamar.


Sanny memasuki kamarnya,mencuci wajahnya,leher dan bagian tubuhnya.


Otak menolak,tapi tubuhku menerima.


Sanny menelepon Bram ,agar menjemputnya di kamarnya.Sengaja menyuruh Bram memasuki kamar mereka.


Ketika Sanny membuka pintu kamar,dia melihat Marcho masih berdiri di luar kamarnya.


Sanny mempersilahkan Bram memasuki kamarnya,kemudian menutup pintu kamarnya.


"Kamu memancingku San?tanya Bram."


"Dia di samping kamarku.Aku gak mau,dia selalu berhasil menahlukkan ku Bram,dia tidak bisa menjelaskan siapa wanita yang bernama Mitha,ujar Sanny, sampai matanya berkaca-kaca".


Bram memeluk Sanny.


"Wanita bodoh.......begitu banyak pilihan,kenapa harus memilih dia dan melukai hati dan diri sendiri?."


"Aku sangat bodoh Bram,makanya aku lebih baik pergi.Aku hanya permainan baginya.Otak ini rusak,tubuh ini juga.Aku membenci diriku".ujar Sanny.

__ADS_1


"Dengan berlalu nya waktu,lupakan apa yang menyakitimu.Hiduplah buat dirimu sendiri,bukan buat papimu atau siapapun.Kamu ber hak San......ujar Bram".


"Sanny pun mengangguk".


"Kita gabung yuk....sama yang lain,ujar Bram".


Sanny pun mengangguk.


"Makasih Bram....kamu temanku yang paling baik."


"San....


mami dan papiku sudah memberi kabar tadi.Mereka menyanggupi permintaanmu.Semua mereka lakukan,karena mereka menyayangimu dan sangat menyukaimu menjadi menantu mereka.Bahkan aku disuruh jangan putus asa meraihmu".


"Kamu ngarang dech,ujar Sanny".


Bram pun menelepon mami dan papinya.


"Mam....pi.....Sanny gak percaya,saat Bram katakan, apa yang mami dan papi ucapkan tadi.Mami dan papi bilang aja sendiri.Sanny orangnya gak percayaan mi....ujar Bram".


"Benar sayang,mami dan papi akan mendukung hubunganmu dengan Bram.Kami menyuruh Bram berjuang buatmu,agar kamu jadi menantu mami dan papi,ujar mami Bram.Bram memasang speaker."


Marcho bisa mendengarkan isi percakapan itu,


Sehingga pembicaraan itu bisa Marcho dengarkan,karena pintu balkon luarnya juga terbuka.


Marcho kembali meneguk air putihnya.


Sangat sulit untuk menahlukkan seorang Sanny,Marcho mengusap wajahnya.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


jangan lupa like,vote dan koment


happy reading guysssss.

__ADS_1


__ADS_2