
Sun dan Cloudy sangat cerdik,jika videocall,selalu merespon dan tertawa pada Sanny ataupun Marcho.
Sanny dan Marcho sangat bahagia melihat pertumbuhan mereka.
Setiap pagi mereka akan di bawa papa Lucas dan mama Rita berjalan-jalan di seputar komplek.Bi Tami dan kedua pengasuh juga mengikuti mereka.
Mereka sangat menggemaskan.Mama Mawar juga selalu menyapa kedua twins jika melewati rumah mereka.Sudah beberapa bulan yang lalu pindah ke komplek ini.Mereka membeli tanah nya dengan harga yang sangat baik,dan mereka membangun sesuai dengan keinginan mereka.Mereka gak kesepian lagi,karena semua yang tinggal di komplek adalah teman-teman mereka.
Nadya pun tinggal di komplek ini.Davin sudah membeli tanah di komplek ini,tetapi masih belum membangun rumahnya.Karena mereka masih menetap di Paris.
Dani sudah membangun tanahnya,Dani sudah memiliki pacar,seorang artis terkenal,sangat ramah dan baik.
Mereka akan menikah berdekatan dengan pernikahan Kate.
Visual Sun dan claudy.
Siang itu,Sanny baru selesai mengoperasi pasiennya.
Sanny bergegas pulang,karena mendapat telepon dari bi Tami,kedua twins rewel,dan mengalami demam.
Sanny melajukan mobilnya.Sanny memeriksa kedua mulut Sun dan Claudy.
"Nampaknya mereka mau tumbuh gigi,ujar Sanny".
Ketika Sanny menggendong Sun,Cloudy pun menangis,membuat tangannya ke depan,mau minta Sanny gendong juga.
"Cemburuan banget Claudy mami....ujar Sanny".
Mama Rita mengambil Sun.Menggendong Sun.Tapi Sun menangis melihat ke arah Sanny.
Sun menangis terisak -isak.
Sanny jadi bingung.
Papa Lucas menggendong Sun,mengusap wajah Sun.Tapi Sun menunjuk ke arah Sanny.
Papa Lucas pun tersenyum.
"Cucu grandpa pintar-pintar,ujar grandpa."
__ADS_1
"Marcho.Baru sampai,mencuci tangannya dan mengganti bajunya".
Papa Lucas memberi Sun ke Marcho,terlihat Sun sangat bahagia.".
"Mar......karena kedua twins kurang sehat,biar papa yang ngantor sama mama."
"Kasihan Sanny jadi bahan rebutan anakmu.Mereka sangat dekat dengan kalian,walau kalian sibuk,selalu ada waktu buat mereka bermanja".
"Mas....kita bawa mereka cek yah...mereka sepertinya tumbuh gigi,makanya rewel dan serba salah."
Baiklah Sun.
"Bi....bibi apa mau ikut?tanya Sanny."
"Bibi ikut nak.Hati bibi gak tenang,ujar bi Tami."
"Rasa sayang bibi udah berkurang deh sama Sanny.Sayangan sama twins .....ujar Sanny".
"Hehehhe....ujar bi Tami.Twins sangat menggemaskan San.Kamu lihat aja,mereka bisa minta gendong,dan cemburuan,ujar bibi.Kalau mereka sehat,pipi bibi,pipi mama Rita dan pipi papa Lucas,habis mereka ciumi,ujar bi Tami".
Kedua pengasuh Twins menyiapkan keperluan twins.Di mobil Sanny sibuk memberi Asi nya secara bergantian pada kedua twins.
Marcho menggendong Cloudy,Sanny menggendong Sun.Mereka menemui dokter anak di rumah sakit milik Marcho.
"Silakan duduk pak...bu....keluhan anaknya apa?tanya sang dokter.Sang dokter terkejut saat melihat Sanny."
"Kedua anak saya rewel dok,gak mau diletak,dan suhu badan mereka demam 38.5,ujar Sanny."
"Kamu....ujar dokter Rusell".
"Hmmm....saya...kenapa dok?tanya Sanny".
"Kedua ini anak kamu?tanya sang dokter".
"Iya dok.Ini kedua twins saya,mereka bukan kembar identik.Yang cewek namanya Cloudy,yang cowok namanya Sun,ujar Sanny".
"Baiklah,saya akan periksa,ujar Rusell berusaha menenangkan rasa terkejutnya".
"Keduanya sehat,mau tumbuh gigi,ujar Rusell".
"Rajin memberikan mereka ASI,maka demamnya akan berkurang.Jika masih demam,saya memberikan resep obat ini,dan di tebus di apotik,ada baiknya di stok aja di rumah,manatau mereka demam,ada persediaan,ujar dokter Rusell."
__ADS_1
"Makasih dok...ujar Marcho.Mengelus rambut kedua baby mereka."
Sangat terlihat Marcho sangat menyayangi Sanny dan kedua anaknya.
Sanny dan Marcho pun permisi.
"Kedua twins sedang terlelap tertidur."
"Kenapa dokter tadi memandangmu begitu banget yah San....ujar Marcho".
"Mas aja perasaan proteknya muncul,ujar Sanny".
"Tapi ucapan Marcho betul San....bibi melihatnya.Dokter itu tertarik sama Sanny,ujar bi Tami".
"Aduh bi.......mana ada yang mau sama emak-emak sihh.....lihat nih......dua bontot nih,ujar Sanny".
"Kamu tuh San...gak keliatan emak-emak.Wajah kamu penuh perawatan,karena mama Rita ,selalu bawain kamu.Apalagi Jane dan Janet,gak absen maksa kamu perawatan.Kamu tetap cantik.Malahan tambah punya anak,tambah cantik,ujar bi Tami".
"Bibi jangan ngomong gitu.Bentar lagi,Sanny dipasung Marcho dech,ujar Sanny sambil tertawa".
"Jaga hati ya yaaang....ujar Marcho,memberikan Sun pada bi Tami".
"Hmmmmm....ujar Sanny.Mas juga yah....mas juga tambah keren,perawat dan dokter juga banyak mandangin mas,ujar Sanny".
"Cemburuan yah????ujar Marcho".
Sanny hanya senyum,dan tertawa malu memandang bi Tami.
Ssesampai di rumah,kedua Twins tidur di temani Marcho dan Sanny.
Marcho memeluk Sanny.
"Benar banget,istri ku semakin cantik.Mas semakin takut kehilanganmu sayang....ujar Marcho".
"Ngaco deh.Jangan lebay mas....ujar Sanny".
"Mas juga,klien mas pada sexy kalau yang wanitanya.Jangan sampai gkmana-gimana.Nanti kumat lagi Sanny mengjilang tanpa jejang bawa twins ,ujar Sanny".
"Jangan yanggg....ujar Marcho,bergelut manja di leher Sanny."
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
__ADS_1
jangan lupa like,vote dan koment
happy reading guysss.