Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Konflik


__ADS_3

Sanny menemui dokter Bernard pagi ini,dokter Bernard menelepon Sanny semalam.Bagaimana pun,jasa dokter Bernard sangat besar pada Sanny.


Sanny pun mandi dan memakai baju nya.


Terlihat Marcho masih tidur di ranjang.


Sanny mengambil tas nya.


Grandpa menyuruh supir dan bodyguard menjaga keamanan Sanny.


Beberapa waktu terakhir,grandpa memperketat keamanan Sanny,sejak Marcho menceritakan kejadian di Inggris.Padahal Sanny menutupinya dr grandpa.


Sanny menemui dokter Bernard di ruangannya.


Tatapan mata dokter Bernard tidak lepas dari Sanny.


Ada rasa risih bagi Sanny ditatap seperti itu.


Dokter Bernard mendekati Sanny.


"San......saya tidak menerima surat pengunduran dirimu,sampai kapanpun.Kamu masih siswa bimbingan saya.".


"Maaf dok....ujar Sanny menunduk".


"Sesuai scedul ,harusnya bulan lalu saya sudah selesai dok,ujar Sanny".


"San....pernah gak kamu menganggap saya lebih dari dokter pembimbing kamu?kamu tau kan ,perasaan saya padamu gimana".


"Maaf dok,saya tidak pernah menganggap dokter lebih,juga gak tau perasaan dokter,ujar Sanny".


"Sekarang kamu sudah tau San.Apa hanya Marcho pilihan mu?ujar dokter Bernard".


"Maaf dok......,ujar Sanny.Sanny gak tau harus bicara apa lagi".


Dokter Bernard dengan tiba-tiba melangkah ,memeluk Sanny dalam pelukannya.


Belum pernah Bernard mencintai seseorang,dan dia tidak bisa menahan perasaannya pada sosok Sanny .


Sanny mendorong tubuh dokter Bernard.


"Jangan seperti ini dok,ujar Sanny.Saya sudah mempunyai suami,saya juga saat ini mengandung".


"Kamu sudah bercerai kan San????Saya tidak akan mempersoalkan tentang kandunganmu,Sannn......ujar dokter Bernard.Jangan kamu bilang,kamu tidak ada rasa apa-apa pada saya.Kenapa kamu menelepon saya ,menyuruh menjemput kamu San????".


"Maaf dok.Saya .....Sanny menunduk.Sanny bingung dengan perasaannya."


"Dok....selama ini saya menganggap dokter seperti teman,atau saudara,gak lebih dok".

__ADS_1


"Marcho saat ini di rumah grandpa ,ujar Sanny."


Dokter Bernard hanya diam.


"Dok..... perasaan saya hanya mengagumi dokter,sebagai sosok yang saya hormati,terampil,memiliki skill dan dokter sangat pintar,ujar Sanny".


"Kamu harus memikirkannya San......saya akan menunggumu".


Mari temani saya ke suatu tempat,ujar dokter Bernard.


Sanny hanya diam.Dokter Bernard pun menarik tangan Sanny.Mereka pun berjalan menuju mobil dokter Bernard.


Marcho menelepon Sanny.


Dokter Bernard mengambil handphone Sanny dan menjawab telepon itu.


"Di Inggris kamu bisa membatasi ruang gerak saya.Ini Turki,kamu lihat,kekuasaan siapa yang ada di negara ini,ujar dokter Bernard".


"Jadi anda mulai menunjukkan perasaan anda pada istri saya?anda mulai mengakuinya?Anda bisa mencintai Sanny.Tapi itu hanya cinta, bukan memiliki dan meng hakkan dirinya.Saya tidak pernah membatasi perasaan cinta orang pada istri saya,walaupun saya sangat cemburu.Liat batasan anda dokter,ujar Marcho".


Marcho melacak GPS Sanny.Marcho melajukan mobilnya menikuti titik GPS yang ada di handphone nya.


Dokter Bernard dan Sanny sedang duduk.Sanny bingung dengan semua ini.Dia merasa hanya simpati saja dengan kepintaran yang dokter miliki.


"Jangan katakan kamu akan pergi San......Dokter Bernard menahan air matanya."


"Kita makan dulu,ujar Dokter Bernard."


"Sanny permisi ya dok.Maaf dok.....semoga waktu akan mempertemukan dokter dengan seseorang yang lebih dari saya."


"Sann....duduk,kita makan dulu.Pikirkan baik- baik,ujar Dokter Bernard".


Sanny perlahan mengunyah pizzanya.Dokter Bernard tersenyum melihat Sanny.


"Lapar tapi gensi,ujar dokter Bernard."


"Uhukk....uhuk.......Dokter Bernard menepuk pundak Sanny,memberi Air minum buat Sanny"


"Makan pelan-pelan San....ujar dokter Bernard"


"Dokter ngagetin saya dok....Pizza ini sungguh enak,ujar Sanny".


"Ini sangat terkenal San.....kamu coba rasa ini juga enak.Dokter Bernard menyuap Sanny."


Dokter Bernard sudah terbiasa melalui hari-hari bersama Sanny.Dokter Bernard tau,Sanny sangat menyayangi Marcho.Dokter Bernard hanya menguji perasaan Sanny.Dokter Bernard juga mau Sanny tau perasaannya.


Dokter Bernard hanya tersenyum,dia belum bisa sepenuhnya tanpa sosok murid kesayangan dan istimewa di hatinya.

__ADS_1


Marcho menyusuri restoran,mencari sosok Sanny.


Marcho memperhatikan ,Sanny lagi makan dengan santai dengan dokter Bernard.


"San......ujar Marcho".


"Silakan duduk.Mau pesan apa?Tanya Dokter Bernard".


"Sanny dengan cuek mengunyah pelan pizza nya."


"Marcho memesan jus jeruk ".


"Marcho menatap Sanny,Kemudian menatap dokter Bernard."


Pelayan pun datang,membawa jus jeruk Marcho dan pesanan dokter Bernard.


Dokter Bernard memberi Sanny es cream.


"Lembut banget dok,ujar Sanny."


"Waw......es ini sangat enak,ujar Sanny.Tau dari mana dok,restoran ini?"


"Dulu saya kuliah,sering mampir disini dengan teman-teman se angkatan".


"Dokter sering yah,makan disini?tanya Sanny.Pantasan".


Akhir-akhir ini sudah jarang.


Marcho hanya diam.


Apalagi nih yang Sanny lakukan,dalam hatinya.


"Kamu gak usah gitu mandang saya dan Sanny.Saya barusan nembak Sanny,kata dokter Bernard".


"San.....ujar Marcho,terlihat gundah".


"Sttttt........Sanny dengan cuek menikmati es creamnya".


"Kamu jawab apa San?tanya Marcho".


"Mas....mau Sanny jawab apa?tanya Sanny."


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


jangan lupa like,vote dan koment


happy reading guys.

__ADS_1


__ADS_2