
Sanny membuka amplop di dalam kamarnya.Di depan Marcho.
Disana terlihat foto mereka,pada.masa.anak-anak.
Sanny juga melihat buku agenda Sky.Ada album traveling mereka ,yang beberapa Sky cetak menjadi beberapa foto.
Sanny membuka sebuah map putih,berisikan surat kepemilikan sebuah apartemen mewah dekat bandara.
Sanny juga membuka buku tabungan,dan melihat isi saldonya.
Juga ada surat dalam amplop dengan satu tabungan lagi,Sanny di suruh menyumbangkan uang di tabungan itu,ke rumah yatim piatu.
Sky memang sangat baik,selalu menyayangi sesama.
Sanny juga mendapatkan amplop yang isinya kunci brankas di sebuah bank.Semua sudah ada surat kuasa buat Sanny pakai kelak.Notaris pun sudah menghubungi Sanny,dan Sanny sudah menerima sejumlah aset dari almarhum Sky,sesuai permintaan terakhir.
Sanny membaca begitu banyak puisi,yang mengakui tentang perasaannya bertapa Sky merindukannya.Bertapa Sky menghormati pilihan Sanny,saat memilih Marcho.
Malam itu Sanny dan Marcho berbaring sambil saling menatap.
Usia kandungan Sanny pun sudah 7 bulan.
Marcho membawa Sanny menuju rumah sakit yang terkenal,rumah sakit itu adalah rumah sakit milik keluarga Marcho.
Hasil USG menampakkan anak mereka kembar,bertumbuh dengan baik.
"Sann.....Mar..kita dengar dulu ya,detak jantung twins,ujar Steve."
Sanny pun tersenyum.
"Detak jantungnya normal,perkembangan janinnya bagus,vitamin buat DHA tetap di lanjutkan minum,juga obat buat pertumbuhan tulang dan gigi,nanti saya tulis resepnya.
"Perbanyak makan es cream dan coklat yah San,serta buah-buahan...karena berat tubuh baby twins kurang.Agar gak masuk inkubator,ujar steve."
"Mar....Andre akan balik dadi Jerman,menghabiskan liburan dengan keluarganya di Jakarta.Anto juga akan pulang dari Paris dengan pasukannya.Kita ngumpul-ngumpul ya Mar,ujar Steve."
"Atur aja Steve.Sudah lama kita gak ketemuan,karena kesibukanku.Aku sangat bahagia kita bisa ngumpul-ngump lagi,ujar Marcho".
Mereka pun keluar dari ruang periksa,setelah berterima kasih pada Steve.
"Mas....temani Sanny ke mall yah....nanti malam,ujar Sanny."
"Kenapa gak sekarang aja San?tanya Marcho".
__ADS_1
"Sanny gak bawa bi Tami.Kita beli perlengkapan baby twins mas.Sanny gak gitu tau,mau belibapa aja.Kalau ada bi Tami,dia lebih ngerti."
"Baiklah,nanti sore jam 6,siap-siap yah.Gak usah masak ,kita akan makan diluar dan berbelanja dengan
bi Tami,ujar Marcho".
Sanny sangat senang.Sambil tersenyum ,Sanny berjalan.
Visual Sanny dan Marcho(Ireneli)
Marcho melajukan mobilnya,kembali ke kediaman mereka.
Selama kehamilan dari usia 6 bulan ,Sanny tidak lagi memasak.Bi Tami memasak di rumah.Seperti ibu sendiri,Sanny sangat di manja.Bi Tami memasak beraneka macam menu.Menu kesukaan Sanny.
Mereka selalu makan bersama.Bi Tami sangat menyayangi Sanny.Di kehamilan 7 bulan ini,gerak Sannh semakin terbatas.
Siang ini,bi Tami memasak rendang sapi kesukaan Sany,bola-bola udang di goreng,Tumis buncis campur cincangan daging.
Sanny sangat perlahan makan,Marchopun dengan sabar menyuapi Sanny.Walau Sanny menolak,Marcho tetap melakukannya.Sama seperti masa-masa dulu,ketika Sanny sulit makan,maka Marcho dengan segala cara menyuapi Sanny.
Sanny tergolong kurus,karena makanan yang Sanny sukai hanya nasi padang,sate dan aneka salad buah.
Marcho makan dan permisi balik ke kantor.
Terlebih dahulu,Marcho mengecup dahi Sanny dan mengusap perut Sanny.
Hari sudah sjang,Sanny di temani bi Tami menonton dramkor" The King Monarcho Eternity".
Sanny dengan menahan air mata,melihat kisah cinta yang mendalam.Keingat dengan Sky,Marcho dan Bram.Ketiga sosok pria yang benar-benar mencintainya begitu dalam.
Tapi hati Sanny hanya menginginkan Marcho sebagai teman hidup nya.
"San.....kenapa mewek sih....ujar bi Tami"
"Bi ...ke ingat Sky ......Sanny masih merasa bersalah.Sanny sangat merindukan Sky bi,ujar Sanny.Biasa Sky selalu mengirimi Sanny bunga,menelepon Sanny.Sanny rindu sosok kakak seperti Sky."
"Kirimi doa San....Sky sudah bahagia di surga.Bisa menyelamatkan dirimu.Dia sungguh-sungguh mencintaimu.Dan dia juga sudah ada firasat,menurut bibi.Amplop coklat itu saja,dia bebar-benar persiapkan buatmu,juga pengacara yang mengurus itu semua."
"Bi.......apa bibi pernah di cintai?dan mengenal sosok yang mencintai bibi?
"Dulu.......semasa sekolah di kampung,bibi mengenal beberapa pria.Tapi akibatbperjodohan,bibi harus terpisah dengannya.Kalau di kampung-kampung perjodohan sangat tinggi,ujar binTami"
"Di kota juga bi.Banyak yang di jodohin malah langgeng,bertahan".
__ADS_1
"Sanny juga mau jodohin Bram bi,menurut bibi,cocok gak....Bram dengan Ana?tanya Sanny."
"Bram itu,gak bisa melepaskan cintanya padamu San...ujar bi Tami".
"Bi.........Bram anak satu-satunya keluarganya.Sanny sedih melihat curhatan mami Bram.Sampai bilang,kalau bisa Sanny milih Bram aja.Kalau Marcho jahat,keluarga mereka menerima Sanny dan anak Sanny".
"Kita coba aja dulu ya bi......siapa tau berhasil.Sanny berharap,Bram bisa membentuk keluarga,Ana teman Sanny yang sangat baik.Ana sering disakiti laki-laki."
"Mencinta bukan hitungan satu hari,tapi.......hitungan se umur hidup,ujar Sanny."
"Benar non.Seperti den Marcho,mencintai non dari dulu,ledek bi Tami".
"Bi.......bibi bercerai dengan suami,karena apa?tanya Sanny".
"Bibi di bohongi non,ketika bibi mengandung,kan gak bisa melayani layaknya apa yang dia mau di ranjang,suami bibi selingkuh dengan teman satu kantirnya".
"Bibi stres dan mengalami keguguran.Dia tetap tidak berubah.Sampai wanita itu datang dengan keadaan perut yang membesar.Bibi minta di talak saja,dan di ceraikan".
"Dia gak mau.Dia memaksa bibi merestuinya punya istri ke dua.Bibi gak mau.Bibi yang gugat cerai."
"Yah....sampai sekarang bibi sudah bahagia.Bisa mendapat anak seperti non Sanny".
"Bi.......teman Sanny juga ada kasusnya seperti bibi.Masa-masa hamil harusnya laki-laki ngerti,bukan hanya egois pada kebutuhannya."
"Sanny jadi takut bi.....Mas Marcho kan ganteng,ada aja cewek menempel padanya,ujar Sanny".
"Yang nempel sama non Sanny lebih banyak,ujar bi Tami sambil tertawa.Non Sanny cantik luar dalam,Marcho nya juga pasti takutlah,non Sanny terpijat sama yang lain".
"Intinya saling percaya non,saling menghargai hubungan,terbuka dan komunikasi,ujar bi Tami".
"Bibi kok pintar banget sih....ujar Sanny".
"Bibi hanya pintar teori,tapi bibi sudah gagal.Bibi berharap,anak bibi kamu.......tidak mengalami kegagalan seperti bibi lagi.Bibi sangat menyayangimu.Kalau ada persoalan,di bicarakan baik-baik,ujar bi Tami."
"Sanny......biasanya masih kebawa curiga dan kurang percaya bi,ujar Sanny".
Jaman sekarang,pelakor kan bi.....gak punya malu,malahan bangga kalau bisa merebut suami orang ,ujar Sanny."
"Berumah tangga gak ada yg mulus San.....ujar bi Tami."
"Hmmm......benar bi.Mudah-mudahan Sanny dan Marcho saling menguatkan dan setiap badai hidup."
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
__ADS_1
Jangan lupa like,vote dan koment
happy reading guyssss