Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Sendiri


__ADS_3

Sanny membuka Wa dan email dari mama Mawar,Sanny sangat takjub dengan pembangunan rumah kontrakannya kini sudah di pugar dan menjadi rumah kontrakan berlantai 5.Sanny memugar beberapa rumah kontrakannya ,dari hasil pembagian saham perusahaan grandpa.Bahkan mama Mawar juga ikut membeli beberapa tanah yang strategis,mengikuti jejak Sanny.Sanny banyak mengajar mama Mawar dalam usaha ini.


Sanny sebelum bertugas di Turki,menyempatkan diri mengunjungi papa nya di Jakarta.Juga melihat rumah kontakannya.Sewaktu itu Sanny belum sadar,dia sedang mengandung.


Sanny juga ada membeli tanah dekat pusat perbelanjaan dan universitas di kota Inggris tanpa sepengetahuan Marcho.Sanny juga membangun apartemen dengan uangnya sendiri.Dan apartemen itu sudah sukses terjual.


Sanny menutupinya dari Marcho.Karena Sanny masih kewarganegaraan asing di Inggris,Sanny membelinya dan pengurusan surat-surat dengan memakai nama grandpa.Dengan Bantuan notaris semua itu sudah tercatat menjadi warisan buat Sanny kelak.


Sanny mempunyai beberapa 2 unit yang digabungkan menjadi satu.Apartemen itu sangat indah.Berwarna putih dengan desain modern.Hampir sama dengan rumah moon royal yang Marcho punya.


Sanny melihat dokter Bernard.


Dokter Bernard pun menarik tangan Sanny,membawa Sanny ke sebuah taman.


"San.....bagaimana perceraianmu.Apa suratnya sudah kamu dapatkan.?tanya dokter Bernard".


Sebelum ke Inggris,Sanny ada cerita,bahwa dia mengambil surat perceraiannya.


"Perceraian itu di tolak dok....Sanny menunduk.Bahkan sampai ke tingkat tertinggi.Saat ini ,Sanny mengurusnya kembali,mengajukan kembali,tetapi suwah di tarik kembali pengacara keluarga Marcho,ujar Sanny".


"Kamu masih mengharapkannya San?tanya dokter Bernard".


"Kejadian di rumah Marcho,sudah menjadi pembicaraan hangat,tetapi langsung lenyap dengan kekuasaan yang keluarga Marcho miliki".


"Kamu tau perasaan saya padamu bukan?saya gak peduli San,bayi dalam kamdunganmu siapa papa biologisnya,kedua orangtua saya menyukaimu.Dan mereka merestui kita.Kamu sudah saya bawa bertemu mereka,ujar Dokter Bernard."


"Dok.....saya tidak tau,maksud dokter apa saat itu.Saya pikir hanya bertamu biasa saja.Maaf dok,hati dan perasaan saya tidak menentu...".


"San....please.Saya janji,saya akan bahagiakan mu,kamu tidak akan kecewa,kamu sudah melihat kesungguhan saya San".


Sanny hanya terdiam.Selama ini Dokter Bernard sangat peduli padanya.Kapanpun,apapun selalu dia mau mengajari Sanny.Sanny tak pernah menduga,dokter pembimbingnya sudah sangat lama mencintainya.


"San.....beri saya kesempatan,ujar dokter Bernard".

__ADS_1


Tiba-tiba Marcho pun berada di antara mereka.


"San........ujar Marcho".


Sanny hanya diam menunduk,Sanny tau,dokter Bernard sangat banyak membantunya aelama ini,apalagi setelah pisah dengan Marcho,Sanny banyak melalui hari-:harinya bersama dokter Bernard".


Hanya dokter Bernard dan Hans yang eelalu menyemangati Sanny melalui hari-hari beratnya.


Marcho mendekati dokter Bernard.


"Saya sudah menjelaskan pada anda,saya sudah bilang,jangan dekati istri saya.Anda maunya apa dok?ujar Marcho menahan amarahnya".


"Saya mau Sanny.Tidak yang lain.Dia disini bukan hanya buat seminar,dia mengambil surat perceraiannya".


"Sampai kapanpun saya tidak akan melepaskan Sanny.Sampai saya mati,baru itu bisa terjadi,tapi kalau kamu memang menghendakinya,saya bisa apa?ujar Marcho."


"San.....saya tidak memaksamu.Jika kamu memang mau bersamanya,bahagialah bersamanya."


"Mas.........jerit Sanny".


"Mas gak mau,menahanmu lagi San,mungkin bersama mas,kamu tidak bahagia,ujar Marcho."


Sanny menghapus air matanya,perlahan berjalan meninggalkan taman itu.dan kembali masuk ke seminar.


Sanny kembali fokus pada seminar.Hans memandang Sanny.Sanny hanya senyum.


"Bayangan Marcho selalu mengusiknya.Sanny kecewa,kecewa sama Marcho.Kecewa seakan Sanny seperti barang yang dengan enaknya bisa dia suruh memilih.Kenapa harus mengatakan kata-kata seperti itu?hati Sanny sakit.Apa gak bisa mengatakan ,San......kamu milikku,kamu tetap berada disisiku,coba bilang gitu.Aku pasti gak kecewa.Ah.....terserahla dalam hati Sanny.


"Aku juga sudah siap mental.Baiknya menjadi single parent saja.Aku tidak akan kekurangan.Aku harus mengelola keuangan sebaik mungkin.Agar kedua twins gak akan kekurangan.


Sanny melihat jadwal penerbangannya pukul 6 sore.


Seminar itu hanya sampai jam 12.Sebelum waktunya habis,Sanny melihat Marcho sedang berbincang dengan beberapa orang,demikian juga dokter Bernard.Dia juga sedang berbicara dengan beberapa dokter.Sanny yang berada di bagian pertengahan berjalan dan membawa tas ranselnya.Ketika di tanya Hans,Sanny bilang dia mau ke toilet.

__ADS_1


Sanny menuju tempat parkir,dan mengendarai mobilnya.Sanny menuju salah satu mall.Sanny kembali ke toko perlengkapan anak,Sanny membeli sepasang baju bayi couple.Walau jenis kelamin anaknya belum ketahuan,Sanny sangat bahagia memilih 2pasang baju dan sepatu,untuk menghibur hatinya yang sedih.Sanny membayar nya dan keluar dari toko itu.


Sanny melajukan mobilnya menuju pantai West Wittering,Sussex.Sanny sangat suka suasana tenang pantai ini.


Sanny mengusap perutnya.Air matanya mengalir meratapi kesedihannya.Dalam hidup ini,dia tidak pernah membayangkan harus melewati hidup yang penuh dengan cobaan.Dia tidak takut lagi akan kematian.Peristiwa semalam membuatnya pasrah membawa kemana dirinya pergi.


Sanny menelepon Steve.


πŸ“ž Hallo.....


πŸ“žHallo San......


πŸ“žMas....tolong nanti jemput mobil Sanny di parkiran bandara.Kuncinya Sanny titip di toko coklat langganan ya.


πŸ“žKamu hati-hati ya San.Maaf mas gak bisa antar.Mas lagi di luar kota.Nanti mobil akan di jemput Alice...... San,ujar Steve.


πŸ“ž Baiklah mas.Maaf dah mengganggu.


πŸ“žHati-hati ya San...


πŸ“ž hm.......bye Mas.


Sanny pun menutup teleponnya.Sanny menatap hamparan pasir di pantai.Sanny mengirimkan lamaran pekerjaannya di salah satu rumah aakit di Swiss.Sanny tidak mau semakin banyak memakan budi dari dokter Bernard.


Apalagi pengakuan dokter Bernard membuatnya terkejut.


Sesampainya di Turki,Sanny akan mengajukan surat pengunduran diri,dengan alasan kehamilannya.Pasti dokter Bernard tidak mempermasalahkannya.Kemudian Sanny perlahan meninggalkan negara itu.Sanny butuh waktu cepat,karena dia tidak mau bermasalah dengan Marcho,Hans ataupun dokter Bernard.


Sanny perlahan menuju Bandara.Di bandara Sanny menukar bajunya,bersih -bersih dan melihat jam nya sudah pukul 5.15 sore.Sanny sengaja sewaktu di mall membeli baju panjang sekaki.Sanny mengenakan kerudung dan masker,agar tidak dikenali siapapun.


Sanny membeli 2 porsi kebab full beef,Sanny sudah mulai terbiasa makan kebab sejak tinggal di Turki.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

__ADS_1


jangan lupa like,vote dan koment


happy reading guyssss


__ADS_2