Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Pertemuan


__ADS_3

Sanny memasuki ruang perawatan para penderita kanker.Sanny menyapa mereka,mendengar keluh kesah mereka.


Sanny pun memainkan gitar,sedangkan Rain mengiringi Sanny dengan alunan Biola yang dia mainkan.Sanny sangat merindukan ibunya


Sanny pun memilih satu lagu.Lagu ini juga bisa di gantikan kata2 nya buat sese orang kekasih yang sangat dia rindukan.


Hanya Rindu - Andmesh Kamaleng


Saat Ku Sendiri, kulihat photo dan video


Bersamamu yang tlah lama kusimpan


Hancur hati ini melihat semua gambar diri


Yang tak bisa, ku ulang kembali


Kuingin saat ini, engkau ada di disini


Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi


Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah


Bukannya diri ini tak terima kenyataan


Hati Ini Hanya Rindu


Segala cara telah kucoba


Agar aku bisa tanpa dirimu


Namun semua, berbeda


Sulitku menghapus kenangan bersamamu


Kuingin saat ini, engkau ada di disini


Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi


Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah


Bukannya diri ini tak terima kenyataan


Hati Ini Hanya Rindu


Hanya Rindu


Kuingin saat ini, engkau ada di disini


Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi


Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah


Bukannya diri ini tak terima kenyataan


Bukannya diri ini tak terima kenyataan


Hati Ini Hanya Rindu


Hati Ini Hanya Rindu

__ADS_1


Kurindu senyummu Ibu


Suara Sanny sangat merdu.Sanny sengaja bernyanyi bahasa Indonesia ,agar yidak ada temannya yang mengerti.Sanny hanya tersenyum,ketika teman-temannya meminta dia translate arti darinlagu tersebut.


Sanny bilang,rahasia.


Semua pun tertawa.Para pasien juga tertawa saat.


Rain pun bernyayi wannaone-Twilight


arti lirik lagunya ,menceritakan seorang laki-laki,yang jatuh cinta pada gadis yang merupakan temannya sendiri.


Susah merasakan jatuh cinta sangat lama,tapi takut mengungkapkannya,sebab laki-laki itu takut menerima reaksi gadis tersebut.


saat menyanyikan lagu ini,tatapan Rain pada Sanny tidak pernah ke arah lain.Rain begitu menjiwai lagu ini.Sanny selama ini hanya sekedar menyapa dengan Rain.Ada suatu rasa yang tidak begitu nyaman,yang Sanny hindari saat ini.


Sanny sudah selesai mengikuti beberapa test di rumah sakit.Teman-temannya masih di uji.Sanny permisi pada dosen pembimbingnya.Karena merasa haus.


"Siapa yang sudah selesai,boleh ke kantin, rumah sakit.waktunya hanya 20 menit,ujar sang dosen"


Rain,Bram ,Sanny dan Alice pun menuju kantin.


Di tengah jalan,Sanny bertemu dengan se orang gadis kecil,umurnya sekitar 2 tahun lebih,ataupun 3tahunan.Sangat cantik,lucu dan buat Sanny gemes.


Sang anak menggenggam tangan sang Sanny.Dan Sanny tersenyum.Ketika Sanny menoleh ,Sanny sangat terkejut saat melihat sosok yang sangat dia kenali.


Sanny terpaku seperti patung hidup,saat melihat sosok Janet.Sanny tidak tau harus bersikap bagaimana.Bagaimana pun,itu adalah kakak iparnya.Walaupun hanya secarik kertas.


Sanny menundukkan wajahnya memberi hormat,dan berlajan meninggalkan Janet.


Tapi Janet menarik pergelangan tangan Sanny.


"Sann......jangan menghindari mbak"


Sanny menunduk.


"Kita perlu bicara,ujar Janet."


"Ini Bella,dulu kamu sangat menyayanginya.Pantasan saat ia melihatmu,kamu sangat dekat dengannya.


Padahal Bella sangat tidak menyukai orang asing,ujar Janet."


Sanny pun permisi pamit dengan teman-temannya.


Janet dan Sanny duduk di sebuah kursi di sebelah pojok.Janet menyuruh pengasuh anak,untuk menjaga anaknya.


Janet menggenggam tangan Sanny.


"Bagaimana kabarmu San?kamu tambah cantik,semakin dewasa.Sudah hampir ........3tahun ,ujar Janet".


Sanny masih diam,tidak tau mau bilang apa lagi.


"Kamu...... masuk jurusan kedokteran yah?kamu sangat cantik mengenakan jas ini,ujar Janet tulus,mengusap jas yang Sanny kenakan."


Sanny hanya tersenyum.


"Kenapa ........sampai bisa begini San?tanya Janet".


"Maaf mbak,saya terlalu malu menemui kalian.Harusnya kalian jangan mengenal Sanny lagi,anggap saja kita tidak pernah bertemu,ujar Sanny.Sanny banyak melakukan kesalahan,ujar Sanny".

__ADS_1


Ketika Sanny akan beranjak,Janet mencekal tangan Sanny.


"Kalau merasa bersalah.......,kalau merasa salah menilai.........,baiknya kamu memperbaikinya San,bukan lari seperti pengecut,ujar Janet".


"Dia sangat merindukanmu,selalu mencarimu ,yang dia tau ,kamu lulus beasiswa,lulus kedokteran tetapi tidak tau kamu lulus jurusan kedokteran dimana,di mana kamu tinggal."


"Kamu di belahan dunia mana ,dia tak pernah tau".


"Kembalilah....dia mencintaimu sejak dari kamu kecil,ujar Sanny".


"Mbak selalu mencarimu San......,Jane juga."


"Mbak baru pindah San .....beberapa minggu yang lalu.Suami mbak...... Damian,bertugas di rumah sakit ini,ujar Janet".


"Kalau kamu masih mencintainya,kembalilah bersama.Kalau tidak,lepaskan dia,dia juga berhak hidup bahagia,ujar Janet".


Sanny mengejar Janet.


"Mbak.....Sanny minta nomor mas Marcho,ujar Sanny".


Jane pun memberikannya pada Sanny,Jane mengambil handphone Sanny,mengetik nomor Janet dan mensave nya dalam teleponnya.Janet juga mengetik nomor Marcho".


"Bicarala baik-baik,ujar Janet."


"Pikirkan sebelum mengambil keputusan........,ujar Janet."


"Besok kita ketemu dimana,mbak akan memberimu sebuah buku.Buku yang ada di kamar Marcho.Saat Marcho lalut,dia melemparkan semua isi kamarnya ke semua sudut,dan ini Mbak temukan.Besok kita makan siang,kamu mau datang kan?tanya Janet."


"Ya mbak,Sanny akan datang,mbak bilang saja di mana tempatnya,ujar Sanny".


Janet pun meninggalkan Sanny.Menghampiri anak dan pengasuh anaknya.


Sanny membeli air mineral,kemudian meminumnya.


"Itu kakak nya Marcho kan San........?tanya Bram".


"Iya Bram......Ujar Sanny".


Sang dosen pembimbing pun menyatakan kegiatan mereka selesai.


Sanny meminta ijin, untuk memisahkan diri dari kelompok,karena dia akan bekerja.


Sang dosen pembimbing ,mengijinkan siapapun yang mau pulang dari rumah sakit boleh,tetapi siapa yan mau ikut mobil kampus,juga di ijjnkan.


"Waktu kita habis.Aku harus langsung ke kantor grandpa ya Bram,lagi ada beberapa klien,ujar Sanny."


"Aku antar kamu yah,ujar Bram,akunjuga mau masuk kantor papi ,ujar Bram".


"Baiklah Bram.....makasih ,ujar Sanny tulus".


"Aku belum siap untuk menemuinya,aku tidak salah sepenuhnya kan.......atas apa yang terjadi?????Dia menjadikanku menjadi tidak tau sama sekali.Tetapi berdekatan dengan wanita lain dan menikmati apaun,itu sama saja menghianati hubungan kami bukan?????"Tanpa penjelasan,membiarkanku sendiri dalam lukaku.Dia tidak pernah terbuka dan menganggapku ada dan berarti.


Sanny diam sepanjang perjalanan.Wajah sedihnya sangat kentara.


Bram bisa merasakan pergolakan diri Sanny.


Tapi Bram memilih diam.Begitu besarnya pengaruh se orang Marcjo dalam hidup Sanny.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

__ADS_1


Jangan lupa like,vote dan koment


happy reading guyssss🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2