
Nadya dengan sigap menemui reception .Menanyakan tamu yang baru masuk lift pada petugas di bagian lift.
Petugas berbarengan dengan Nadya menuju reception.Kamar wanita itu 603 bu,ujar pegawai.
Nadya menggenggam tangan Sanny.Tangan Sanny sangat dingin.Nadya tau kekawatiran Sanny.
Nadya memfoyo datanya.
Dia ngjnap disini dari kemarin.Hanya menginap sendiri,ujar Nadya.
"Bambang.....apa pria yang masuk tadu semalam juga ke hotel ini?ada masuk ke kamar?ujar Nadya".
"Bentar bu,setahu saya gak ada bu.kita bisa buka CCTV,ujar Bambang".
"Bambang pun membawa Sanny dan Andya ke ruang CCTV.disana mereka mencek dari jadwal wanita itu cek in di hotel".
Terlihat Marcho hanya mengantar sampai lobby saja,dan langsung pergi.
Kemudian Nadya membuka CCTV beberapa jam yang lalu.Terlihat,Marcho dan asistennya sedang berbicara dengan wanita ini.Dan dari CCTV asisten Marcho menunggu di mobil.kejadiannya baru saja.
Sanny hanya diam.
"Nad....aku minta kunci kamar wanita itu,ujar Sanny".
"Perasaanku gak enak,ujar Sanny".
"Nadya pun mengambil di bagian reception.Hotel ini bukan hotel sembarang.Dia mau macem-macem.Bisa ku tuntut mereka,ujar Nadya".
Mereka pun menuju lift,Sanny sangat emosional,demikian juga Nadya.
"Kita gak usah ketuk pintu lagi Nad,buka aja langsung,ujar Sanny".
"Kamu sudah siap mental San????Apapun yang terjadi?tanya Nadya menatap Sanny".
"Sudah Nad....aku sudah iklas,ujar Sanny menahan air matanya".
"Kamu harus kuat San.Ku sudah panggil Bram,ujar Nadya".
Pintu lift pun terbuka,mereka menyusuri lorong kamar.Terlihat 3 dari ujung kamar tersebut,berhadap-hadapan.
Marcho belum tau,Nadya kerja di hotel ini.Hotel ini baru di bangun 2tahun yang lalu.Dan Marcho tidak tau pemilknya adalah orang tua Nadya.
Nadya menghembuskan nafasnya dengan berat,membuka pintu kamar dengan sebuah kartu.
Pintu pun perlahan terbuka.
Sanny langsung memasuki kamar.Dibagian depan ada ruang tamu.
Sanny berhenti sebentar di depan pintu kamar yang terbuka.
Disana Sanny melihat Marcho sedang di gerayangi wanita itu.Terlihat Marcho memegang kepalanya,dan menepis sosok wanita itu.
"Apa yang kamu lakukan,ujar Marcho.Kamu masukkan apa dalam minuman di gelas depan?tanya Marcho".
"Mar....dari kuliah dulu...kenapa kamu selalu menolakku.Lihatlah aku telah operasi pelastik,memperbaiki bentuk wajah dan badanku,lihatlah Mar....aku sudah sempurna,ujar wanita itu.Berpakaian sangat sexy dan terbuka".
"Kamu hanya palsu.Jangan harap aku akan menyetujui kerjasama ini,aku akan lapor kamu ke polisi,ujar Marcho".
"Kamu siapa?tanya wanita itu,ngapain kalian ada di kamarku?ujar sang wanita"
Nadya sudah merekam semua alur kejadian.Karena direkam.Wanita itu pun menarik rambut Sanny dengan kuat,karena Sanny paling dekat dengannya.Air mata Sanny mengalir.Wanita itu pun menampar Sanny.
Sanny balas menampar wajah wanita itu.
__ADS_1
Gejolak emosi Sanny pun terpacu.Hormon kehamilannya membuatnya gampang emosional.
"Dasar wanita penggoda,ujar Sanny penuh emosi".
"Kamu siapa?tanya wanita itu.Mencoba mau mendorong Sanny ,tapi Marcho melindungi Sanny."
"Kamu kok bela dia sih Mar.....ujar Sang wanita".
"Dia istriku,ujar Marcho sambil memegang kepalanya yang pusing.".
Marcho meraih tangan Sanny.
Sanny mengibasnya.
"Marcho menelepon pihak kepolisian,dan karena letak kantor polisi sangat dekat,prosesnya pun cepat.Pihak kepolisian mengambil sampel kopi yang di dalam gelas,dan membawa wanita itu ke kepolisian.Nadya,Sanny,Marcho dan asistennya pun menuju kantor polisi."
Semua bukti dari handphone Nadya di berikan pada pihak kepolisian.
"Tidak lamanya Bram ada disana.Bram sengaja hanya mendengar penjelasan Marcho setelah di beri polisi obat penawar.Dan hasil dari cairan kopi,di bubuhi obat perangsang.Wanita itu mengakui mau menjebak Marcho,karena dia mencintai Marcho".
Marcho menggenggam jemari Sanny.TapiSanny menepiskan tangan Marcho.
Nad...kita pulang,ujar Sanny.Marcho juga segera berdiri ketika Sanny berdiri dan berjalan
"Pihak keluarga wanita itu dari kalangan terpandang.Memohon Marcho menarik tuntutannya,Dan mengganti semua kerugian yang Marcho alami."
Marcho tidak berujar apa-apa.Dia berujar pada pihak kepolisian,untuk mengusut tuntas semua motif wanita itu.
Ketika Marcho keluar,hanya ada asistennya di sana.
"Riky.....kamu ada melihat nyonya?tanya Marcho".
"Nyonya bersama temannya tuan.Tadi ada temannya seorang pria dan seorang wanita,ujar Riky salah satu asisten Marcho".
"Marcho menelepon Nadya".
๐Hallo Nad......
๐ Hallo......ujar Nadya.
๐Sanny dimana Nad?ujar Marcho.
๐Sanny bersamaku dan Bram,ujar Nadya.
๐Kalian dimana Nad...please Nad.Ini bukan kemauanku.Aku di jebak,ujar Marcho.
๐Kamu datang ke apartemenku ,ujar Nadya .Kamu tau kan,apartemenku yang biasa kamu anatarin Sanny ?
๐Okey Nad.Aku tau.Aku menuju Sana yah.Uajr Marcho mematikan telepon.
"Kenapa kamu mengatakan aku disini Nad?tanya Sanny."
"Kalau ada masalah,jangan di hindari,tapi di selesaikan."
"Menurutmu wajar kan aku marah Nad....dia mengatakan lembur,lembur di kamar wanita itu yahhhh?ujar Sanny."
"Coba kalau kita gak melihat mereka.Dia pasti udah tergoda dan tidur dengan wanita itu,ujar Sanny menahan amarah nya".
Pintu apartemen pun di ketuk,Nadya membuka pintu tersebut.Dan terlihat Marcho sudah lebihbrapi dari pada saat kejadian.Baju Marcho sudah di ganti.
"Aku balik dulu yah San......ujar Bram menggenggam tangan Sanny.Sambil menatap mata sendu Sanny.Kapan kamu mencampakkan laki-laki ini,aku selalu ada dan menerimamu,bayimu ,ujar Bram menatap tajam ke arah Marcho,dan Bram pun berlalu.San..
"jika ada perlu,telepon yah,ujar Bram menatap Sanny".
__ADS_1
Sanny pun mengangguk.
Nadya sengaja keluar apartemen.
"Kalian selesaikanlah masalah kalian baik-baik,ini kunci apartemenku.Aku pulang yah.Gilberth varusan me Wa ku.Ujar Nadya."
"Nad.....gak usah kuncinya.Kau akan bawa Sanny ke apartemen kami,ujar Marcho.Maaf sudah merepotkanmu,ujar Marcho".
"Bicaralah baik-baik San....Mar....
ujar Nadya".
Sanny dan Marcho pun keluar dari apartemen,di ikuti Nadya.
Terlihat Gilberth sudah di lobby menjemput Nadya.
Marcho menggenggam tangan Sanny.Sanny berusaha melepaskannya.Tapi Marcho mempererat pegangannya.Mereka memasuki mobil Marcho.
Sesampai di apartemen ,Marcho pun mengambil dua paper bag dari jok belakang.
"Gantilah pakaianmu San...ujar Marcho."
Sanny pun bersih-bersih.Kemudian duduk di sofa.
"San......maaf ...ujar Marcho".
Sanny masih terlihat memendam amarahnya.
"San....maafkan mas yah....Marcho menggenggam tangan Sanny.Sanny menarik tangannya".
"Ngapain mas bisa naik lift dan memasuki kamarnya?mas terima kan undangan darinya".
"Berkas nya ketinggalan di kamar nya.Dia minta temani,ujar Marcho".
"Jadi dengan senang hati mas temani?iyah kan?????teramat lemah kamu mas,ujar Sanny".
"Mas hanya mengambil berkas itu,dan langsung balik ke kantor San.....ujar Marcho".
"Nyatanya apa mas?nyatanya kamu bisa duduk,minum secangkir kopi di dalam kamar wanita itu kan????ujar Sanny".
"Maaf San...mas memang salah.Tidak bisa menjaga diri mas."
"Mas menginginkan ini semua kan,makanya mas mau.Kalau aku dan Nadya tidak mendapati kalian,kalian akan lebih jauh kan.Hancur kepercayaan ku padamu Mas.Baiklah mas,ini yang kamu inginkan kan.Aku juga bisa hidup tanpa kamu.Aku bisa mendapatkan orang yang lebih dari kamu.Aku lebih dari bisa."
Sanny mengunci dirinya dalam kamar tamu.
Malam semakin larut,Marcho hanya berbaring di ranjangnya.
Pekerjaannya terbengkalai,Marcho menelepon papanya,menceritakan semua permasalahan nya dengan Sanny.
Mama Marcho mendengar semua itu.Mama Marcho pun marah pada Marcho.
Dan mengambil ahli telepon suaminya.
"Kalau sesuatu terjadi pada Sanny,mama gak akan memaafkan kamu Mar.....mama gak akan maafkan.Kamu tau,Sanny sedang mengandung.Kamu tau kan,gejolak emosi nya seperti apa.Kenapa kamu ceroboh Mar......".
Sanny menangis sendu di teras atas.
Sanny menatap langit.Merasa rapuh๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
โโโโโโโโ
jangan lupa like,vote dan koment
__ADS_1
happy reading guyssss