Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Akhirnya


__ADS_3

Rita Adinata mendekati Sanny.Beberapa mata melirik ke arah Sanny dan teman-temannya.


Rita memeluk menantunya Sanny,memeluk Alice dan juga Tia.


"Bagaimana penampilan pangeranmu San????mama Rita usil,mengganggu Sanny".


"Mama......sukses dech ngerjain Sanny,Sanny pun menunduk karena menahan malu".


"Pangeran mu ketakutan dengan dokter pembimbingmu yang super keren,ujar sang mama mertua."


Mata suamimu terus menatap mu sayang,ujar mama Marcho.


"Saingan Marcho banyak tan,ujar Alice.Rata-rata dokter dari beberapa rumah sakit,mengagumi Sanny".


"Tante gak liat,buket bunga dari semasa koas sampai sekarang,selalu menghiasi penuh ruangan Sanny.Bahkan mau jalan aja juga susah di dalam ruangan kerja Sanny,ujar Alice "


"Hmmmm.....Kamu nya aja jalan kesusahan dengan heels mu,ujar Sanny tertawa".


"Emang kenapa San?tanya mama Rita".


"Nich maa.....Sanny putar video beberapa kali Alice bertamu ke ruangan Sanny."


Dalam beberapa video,Alice terjatuh di buket bunga tepatnya di ruangan Sanny.Video Nadya dan Ana juga kesusahan memasuki ruangan Sanny,


Sanny,Nadya dan Ana berpose di buket bunga yang mengelilingi mereka.


Mama Rita pun tersenyum.


"Almarhum mami kamu,juga sangat cantik,banyak pengagumnya.Kalau dipikir-pikir,cantikan Sanny,ujar mama Rita."


"Tapi mama gak nyangka,semua itu terjadi.Keluarga kita akan selalu saling menjaga ya sayang,ujar mama Rita kembali memeluk Sanny".


"Ma.....dicari papa tuh....Sanny menunjuk mertua laki-lakinya".


"Dia nya takut kesini.Takut mantunya ngambek,takut di marahin anak bungsu nya,ujar mama Rita,sambil tertawa".


Mereka pun tertawa berbarengan.


Kedua orang tua Marcho sangat gaul dan sangat sayang pada anak,cucu dan menantu.


Tiba-tiba Sanny mendapat Wa.


Sanny pun membuka Wa tersebut.


"San....temui mas di luar ruangan ini.Mas tunggu kamu disana,kita balik yuk".


Sanny pun mengetik "oke".

__ADS_1


Sanny pamit pada Alice,Hans,dan Tia.


Sanny pun melangkah.


Beberapa dokter dari rumah sakit berbeda,mengajak Sanny berkenalan.Sanny hanya mengulurkan tangannya dan berlalu.


Marcho melihat kejadian itu.Marcho sangat cemburu.


Sanny juga pamit dengan dokter Bernard ,dokter Bernard lagi sibuk dengan temannya."


Sanny pun keluar dari ruangan gedung.Sanny terus berjalan,sampai tiba-tiba Marcho menggenggam tangan Sanny.


Marcho tersenyum sangat manis,Sangat tampan dengan taxedo hitamnya.


Mereka pun melangkah ke arah parkiran.


Sanny dan Marcho memasuki mobil berbarengan.


Marcho mengambil jaket,dari tempat duduk belakang.


"Pakai ini San....ujar Marcho".


Sanny pun memakai jaket dan membuka hells nya.Marcho memberi sendal pada Sanny.Marcho sangat tau,Sanny gak nyaman dengan hellsnya.


"Mas usah bilang,sama mama dan papa, kita balik duluan?tanya Sanny"


"Mas.....kita kemana?tanya Sanny.Jalannya kok gak arah ke rumah mas?tanya Sanny".


"Besok kamu kan gak masuk,mas ajak jalan,ujar Sanny".


"Kita akan ke Dunster San...ujar Marcho".


"Marcho melirik Sanny,sambil tersenyum".


Marcho mengendarai mobil kurang lebih 1jam lebih,mengantarkan mereka ke sebuah mansion.Ketika petugas keamanan melihat sosok Marcho,mereka menunduk dan membuka pintu komplek perumahan mansion .


Marcho pun menuju sebuah Mansion dimpaling sudut komplek tersebut.


Terlihat Sanny tertidur pulas,Marcho tersenyum.


Beberapa pekerja di mansion mengangkat 2 koper dari bagasi mobil.


Marcho memasuki mansion dan menyusuri setiap anak tangga.


Sang pelayan membuka pintu kamar ,dan Marcho pun meletakkan Sanny di atas tempat tidur yang sangat luas.


Marcho membelai wajah Sanny.

__ADS_1


Kemudian Marcho membersihkan diri di kamar mandi.


Marcho memakai celananya,tanpa memakai baju.


Marcho berbaring di samping Sanny.


Sanny pun perlahan membuka kedua matanya.


"Bagaimana kejutannya sayang?tanya Marcho"


"Kejutan apa mas?tanya Sanny".


Marcho memeluk Sanny.


"Rumah sakitnya ........kamu suka sayang?tanya Marcho."


"Mas berlebihan dech,ujar Sanny memandang Marcho".


"Berlebihan dimana sayang?ujar Marcho membulatkan tatapannya ke arah Sanny".


"Kenapa buka rumah sakit mas?"


"Mas pingin dokter-dokter terbaik ,mengambil bagian di rumah sakit kita.Mas pingin kalau keluarga kita sakit,ada rumah sakit milik kita sendiri".


"Tapi alasan mas........,mas mendukung kamu sayang,agar kamu tidak terlalu lelah.Jadwal pekerjaan akan disesuaikan.Kita bisa merencanakan hmm.......junior Varos,gimana menurutmu San?tanya Marcho".


"Mas ingin kita punya waktu buat satu sama lain.Buat keluarga kita."


"Anto,Juan,sudah mas rekrut di rumah sakit kita."


"Uncle Edward ,akan akan membantu mas".


"Mas yakin?tanya Sanny".


"Yakin dong.Mas dan papa melihat kamu sangat lelah.Bagaimana pun kami mau ,kamu gak secapek itu San,ujar Marcho".


"Sanny sangat terharu,keluarga Marcho sangat menyayanginya.Terlebih Marcho".


Marcho menghapus air mata Sanny,mengusap rambut Sanny.


Marcho mencium Sanny dengan lembut,mereka saling membalas.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


Jangan lupa like,vote dan koment


happy reading guysss.🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2