
Badai masih sangat kencang.Udarapun sangat dingin.Marcho berbaring di samping Sanny.Perlahan Mercho pun tertidur.
Sanny terbangun di saat perutnya merasa sakit.Perlahan Sanny duduk,melihat jam di dinding ,menunjukkan pukul 1malam.Sanny mencoba minum.Sanny kembali merasakan perutnya semakin sakit.
"Ekkkkhhh.....ekhhh......desah Sanny perlahan."Sanny berdiri memegang besi jendela kamar.Kembali Sanny meringis menahan sakit."
Marcho mendengar suara Sanny.
Berjalan menghampiri Sanny.
"San....kenapa yaaannggggh?ujar Marcho".
"Mas.....sa...kitttt....sakit....mas....ehkkkk....perut Sanny sangat sakit mas,ujar Sanny,meringis kesakitan."
"Marcho sangat cemas,di luar masih badai dan angin sangat kencang.Marcho membimbing Sanny ke ranjang.Berbaring yah yaaang.Mas akan panggil Steve,ujar Marcho".
Marcho berlari ke lantai 2,menggedor pintu kamar Steve.
Steve pun terbangun dan membuka pintu kamarnya.
"Ada apa Mar?tanya Steve."
"Steve....Sanny....perut Sanny kontraksi.Sanny kesakitan Steve."
Steve mengambil peralatan serta obat-obatnya.Memang dia selalu sediakan di dalam tas ataupun di mobilnya.Manatau ada pasien mendadak perlu penanganan.
"Kenapa nak,ujar mama Rita dan papa Lucas."
"Pa.....ma......Sanny mengalami kontraksi.Pa...tolong cek ,kondisi jalan.Sanny sepertinya harus di bawa ke rumah sakit.Sanny kesakitan.Marcho sangat kawatir,ujar Marcho."
Mama Rita pun bergegas.Karena suasana sangat ribut,bi Tami pun terbangun,Janet dan Jane juga.
"Kalian tunggu diluar,ujar Steve.Biarkan aku,Marcho,mama Rita dan bi Tami di dalam."
"Steve memeriksa keadaan Sanny.Sanny sangat kesakitan,Steve menyuntikkan penguat kandungan,memasang infus agar Sanny lebih kuat.Sanny terlihat pucat menahan kontraksi."
"Mar.....dengan kondisi Sanny seperti ini,kita harus bergegas membawa Sanny ke Jakarta.Rumah sakit disini tidak memadahi.Apalagi buat kelahiran kembar.Mar....kamu urus keberangkatan ,ujar Steve".
Marcho keluar,menghampiri papanya.
"Pa.....bagaimana jalan?"
"Mar...papa dapat berita dari kepolisian dan beberapa petugas jalan rusak,banyak pohon tumbang dan jalan amblas nak.Bagaimana ini,papa kawatir nak".
Marcho menggaruk dan meremas rambutnya.Kembali masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Steve.....jalan putus ke kota.Banyak pohon tumbang.Badai masih kuat Steve.Bagaimana Steve.Hellikopter belum bisa digunakan,ujar Marcho."
"Bi Tami menangis.Sangat kawatir melihat Sanny.Sanny sebentar mau berdiri,menahan sakit perutnya,kembali berbaring,sebentar lagi duduk ,bolak balik meringis."
Keringat membasahi baju Sanny.Marcho,bi Tami dan mama Rita mengganti pakaian Sanny.
Steve sibuk menelepon rumah sakit.
Janet sibuk mengabari Bram,meminta Bram dan teman-teman Sanny stand bye di rumah sakit.Manatau Sanny pendarahan,stok darah golongan AB lagi kosong menurut Steve.
Bram tau,Hans ....Jimmy,asistennya Rafi golongan darah AB. Bram hubungi mereka,dan sudah oke soal darah.Begitu Sanny bergerak,mereka sudah tiba di rumah sakit.Begitu janji mereka.
Marcho memeluk Sanny.
"Mas.....sakit....ujar Sanny.Sanny berdiri memegang tangan Marcho dengan sangat kuat.Mas.....Sanny gak tahan ,ujar Sanny."
Marcho dan papa Lucas sudah menghubungi bantuan,masih sulit menerobos area.Karena terjangan badai di bagian salah satu daerah,membawa imbas jalan ke runch.
Tiba-tiba pekerja datang.
"Tuan....ada salah satu jalan menuju ke kota.Tapi lama sampai, karena jalannya lebih panjang jalurnya.Saya udah cek dengan beberapa pekerja,jalannya bagus tuan."
"Membutuhkan waktu berapa lama ke kota dari sana?ujar Marcho".
"4 jam tuan,ujar pekerja".
"Pa...begitu badai reda,Marcho akan bawa Sanny dengan hellikopter,ujar Marcho".
"Petugasnya lagi gak di runch Mar,ujar papa Lucas".
"Papa kan tau,Marcho bisa mengendarai hellikopter karena sudah belajar.Bahkan bawa papa bolak balik waktu sakit dan perawatan kan Marcho,ujarnya".
Marcho pun kembali memasuki kamar.Terlihat Sanny terbaring semakin kehilangan tenaganya.
"Mar....bibi akan ambil tumbuhan asal spanyol nak.Sanny semakin terlihat lemas,ujar sang bibi".
"Ambil bi,segera olah.Memang di Spanyol tumbuhan itu sangat mahal.Olah dan kita akan beri pada Sanny agar kuat.Selain infus ,kita pakai ramuan tradisional ujar Steve".
"Apa gak pengaruh pada baby nya?tanya Marcho."
"Semua aman Mar...itu di gunakan di rumah sakit.Aku salut itu bisa hidup Mar,subur di runch ini,ujar Steve"
Bi Tami bergegas mencari tanaman itu di perkebunan dengan bantuan beberapa pelayan.Bi Tami bergegas mencuci dan menumbuk ramuan,dan memasaknya.Ada kurang lebih 3 gelas.Bi Tami teringat,sewaktu Sanny lahir,grandma membuat ramuan ini sebanyak 3 gelas.
Bi Tami bergegas ke kamar Sanny.
__ADS_1
"Mar...ini beri pada Sanny,biar Sanny jangan terlalu lemas,ujar Bi Tami."
"Kasi minum nak,dulu melahirkanmu juga mama ada minum.Kalau gak mama sudah gak tau bagaimana nasib mama,ujar mama Rita"
"Itu juga di minum mami Sanny,sewaktu melahirkan Sanny".
Marcho memgambil ramuan
Memandang Sanny yang sudah kelelahan menahan sakit.
"San....minum yah....ujar Marcho perlahan."
"Mas....sakit....sakit mas.....ujar Sanny.Gak tahan mas,ujar Sanny"
Sanny sangat susah meminum ramuan itu,karena rasa sakit perutnya.
Marcho meminumnya,lalu mendekatkan kemulut Sanny.Mentransfernya dengan cara begitu.Sanny gak berani membantah,sampai ramuan itu habis.
Steve,mama Rita dan bi Tami bengong melihat besarnya rasa cinta Marcho pada Sanny.
Marcho kembali memeluk Sanny.
Sudah pukul 5 pagi,bantuan belum juga datang.Marcho melihat badai sudah reda,hanya masih gerimis.
Marcho menelepon salah satu anggota bagian lapangan,memerintahkan mengisi bahan bakar,mencek semuanya.
"Tuan.
Semua sudah siap,ujar anak buah Marcho.
Marcho mengganti baju Sanny,di bantu mama Rita.Bi Tami lagi di dapur.Steve keluar saat Marcho bilang mau mengganti baju Sanny.
Sanny sudah memakai baju piyama,Marcho memakaikan Sanny mantelnya.Steve,berkemaslah,aku akan bawa helli,ujar Marcho.Steve pun berganti baju,dan membawa keperluannya.
"Ma.....Marcho akan bawa helikopter,ujar Marcho.Hanya sisa gerimis.Mama dan lainnya pakai jalur alternatif yah ma.Kita ketemu di rumah sakit,ujar Marcho.".
"Hati-hati ya nak.Bi Tami sama kalian aja,ujar mama Rita".
Bi Tami sudah mengganti bajunya.Membawa beberapa keperluannya".
Marcho menggendong Sanny,memasukkan nya ke mobil.Sanny permisi pada papanya.
Sanny di bagian belakang bersama bi Tami.Steve dan Marcho di bagian depan.
Sanny bengong saat melihat Marcho bisa membawa hellikopter.
__ADS_1
Mereka pun menuju Jakarta.