Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
pengagum rahasia


__ADS_3

Sanny sering mendapatkan kiriman bunga,tanpa nama,kiriman cake,semua tanpa nama.Dan bukan hanya dari satu pengirim saja,tapi dari beberapa pengirim.Sanny tidak pernah tau,semua dikirim ke Rumah sakit,dan ada beberapa dikirim ke apartemennya.


Sanny sangat terkenal di rumah sakit,dokter yang cantik,dan sangat di sukai para pasiennya.


Sanny sering menghabiskan waktu sengganggnya,menemani para pasien lansia.Terkadang Sanny sampai menemani mereka dansa,bernyanyi,bermain kartu ataupun menemani mereka cerita.


Sosok Sanny selalu mereka kagumi.Terkadang mereka mengenalkan Sanny dengan cucu mereka,terkadang mengenalkan mereka dengan keluarga mereka.


Rata-rata cucu mereka menyukai sosok Sanny.


Seperti saat ini,ruangan Sanny penuh dengan aneka buket bunga.Biasanya Sanny membagi buket itu buat para oma-oma di ruangan mereka.Mereka sangat senang menerima itu semua.


Marcho mencari sosok Sanny di rumah sakit,dan Marcho di tunjukkan ruangan Sanny.Marcho melihat sangat banyak buket bunga di ruangan itu.Sanny sudah memberi pesan pada reception,jika seseorang mencarinya dengan nama Marcho,tolong antar ke ruangannya.Karena Sanny ada menangani pasien urgent.


Sewaktu Sanny datang,tadi pagi,masih tidak ada buket bunga.


Marcho melihat semua buket itu,Marcho pun terdiam.


Ketika seorang perawat membawa buket bunga,Marcho menanyakan pada sang perawat.


"Suster.....apa setiap hari seperti ini?tanya Marcho".


"Iya Tuan.Setiap hari.Semua dari para pengagum dokter Sanny.Bunga-bunga ini akan di bagikan dokter Sanny kepada para pasien".


"Dokter Sanny kan ikon rumah sakit ini,ujar sang perawat.Dokter Sanny cantik,jenius,jadi conyoh sosok yang dk kagumi para dokter senior.Tuan kalau mau liat aksi dokter Sanny,tuan datang, saat dokter sanny tugas, masuk seperti saat ini.Nanti sekitar jam 2 siang,dokter Sanny akan menemani pasien lansia."


Itu rutin dari awal dokter Sanny bertugas di rumah sakit ini.

__ADS_1


"Makasih infonya,ujar Marcho"


Marcho ingin mengajak Sanny makan siang.


Marcho melihat ruangan Sanny,begitu sederhana.Di dalam laci,Marcho melihat sebuah buku,dan Marcho pun melihat beberapa foto Marcho dan Sanny pada masa lampau.


Marcho tersenyum.Ketika membaca lembar terakhir di buku milik Marcho.


Jika ada kata maaf.....


Aku mengucapkan hanya buatmu seorang


Maaf .....rasaku takut mengakui


Hanya dirimu yang mampu menggetarkan hatiku


Tanpamu aku kehilangan arah....


Marcho memasukkan kembali buku tersebut di dalam laci Sanny.


Beberapa saat kemudian,Sanny pun berlari memasuki ruangannya.Sanny mengusap wajahnya,saat melihat buket bunga yang berada di sekitar Marcho.Marcho duduk di tengah2 buket bunga tersebut.


Sanny mengambil beberapa foto Marcho.Sanny kemudian juga mengambil beberapa foto mereka disana.Sanny tertawa melihat wajah cemburu Marcho.


"Pengagummu sangat banyak San...padahal...... mas belum pernah mengirim ,satu buket bungapun buatmu,ujar Marcho".


"Mas gak romantis,ujar Sanny.Tapi Sanny suka,semua yang ada pada diri Mas,jangan berkecil hati,mas orang yang selalu melindungi Sanny.Peduli sama Sanny.Mas apa adanya.Tidak banyak tinhkah dan berpura-pura.Sanny merasa sangat nyaman bersama Marcho."

__ADS_1


Sanny memeluk Marcho dengan erat.Marcho mengusap wajah Sanny.


"Yok kita makan,kamu pasti sudah lapar,ujar Marcho."


Marcho menggenggam tangan Sanny,melewati lorong ruangan rumah sakit.Beberapa perawat bengong melihat sesosok pemuda tampan,berbadan tinggi dan berbody six pack,dengan mata tajamnya ,sangat terlihat beribawa,menggenggam jemari tangan dokter Sanny.


Semua perawat berbisik sambil menyapa Sanny.Saat Sanny akan melepaskan genggaman tangan Marcho,Marcho memeluk pinggang Sanny menuju lift.Dan adegan itu di saksikan para perawat ,beberapa dokter koas dan dokter senior.


"Mas ....apaan sih...Sanny jadi di pandangin para penghuni rumah sakit,ujar Sanny".


Marcho hanya tertawa.Kembali memeluk pinggang Sanny.


Marcho membawa Sanny di sebuah restoran makanan khas Indonesia.Sanny sangat senang saat makan nasi padang,serasa pulang ke Indonesia.


Marcho kembali mengantar Sanny ke rumah sakit,tapi Marcho tidak pulang langsung.Marcho memasuki lift dan menuju ruangan Sanny.Di ruangannya Sanny sibuk membuang kartu-kartu dari penggemarnya,mengajak 4 orang perawat membawa buket bunga.


Sanny pun membagi buat para oma-oma lansia.Pada pasien yang Sanny kenal.


Sanny menghibur para lansia,menyuapi mereka makan,bermain kartu,dan bernyanyi buat mereka.Marcho merekam itu semua,tanpa Sanny ketahui.Marcho sangat kagum,kecantikan Sanny kuar dan dalam.


Sangat jarang ada dokter seperri Sanny tulus pada pasien .


Marcho pun meninggalkan rumah sakit,karena ada jadwal pertemuannya dengan beberapa relasi.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


Jangan lupa like,vote dan koment

__ADS_1


happy reading guysss.


__ADS_2