Suami Yang Terabaikan

Suami Yang Terabaikan
Jangan mencinta 2


__ADS_3

Sanny POV


Untuk ke tiga kalinya aku melihatnya,bersama perempuan lain.Padahal tinggal lima hari perjanjian pernikahan itu dilangsungkan.


Baginya apa sebuah sandiwara?Bagiku juga hanya sebagai formalitas,walau ku akui memang aku menyukainya dan mencintainya.Tapi aku tidak akan bodoh,hidup normal menurut kata hati,jauh lebih baik.


Dia memang sangat tampan,tinggi,berkarisma ,kulitnya putih.


Baiknya kulitku yang tidak terlalu putih ini menjadi ekperimen perawatan.Aku ingin juga putih seperti wanita itu.Ah......kenapa aku harus berubah menjadi seperti wanita yang dia sukai?


Aku adalah diriku.Tapi ada kalanya aku ingin putih,terlalu banyak beraktifitas di luar,padahal kulitku dulu tak se coklat ini.orang Asia cenderung menyukai kulit putihπŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’


Siapa dia?Siapa wanita itu?


Ah......aku seperti istri yang cemburuan di saat suaminya selingkuh.Tidak......jika menikahpun.Pernikahan kami tidak normal.Tidak......dia bukan suamiku sesungguhnya.Dia hanya membuatku mainannya.


Aku akan menjadi diriku sendiri.


Perbuatan papi ,menghianati mami,membuatku trauma,menganggap semua pria itu hanya menyakiti wanita pada akhirnya,seperti ucapan beberapa karyawan di kantor papi,setahun dua tahun,suaminya masih setia dan mencintainya.Tapi di tahun berikutnya,suaminya sudah tidak setia lagi.Suaminya jalan dengan wanita lain.


Ada juga kasus,suaminya baik di rumah,tetapi ketika tidak sengaja,dia melihat suaminya selingkuh, sampai ke kamar hotel.Bahkan relasi bisnis papinya juga selingkuh dengan sekretarisnya,sewaktu kunjungan kerja ke Jakarta,dan Sanny mendapati mereka di kamar hotel sedang enak enak.Huh......pernikahan seperti apa yang dijanjikan?Bersumpah di depan Tuhan,tapi nyatanya?????


Marcho POV


Hanya dia satu- satunya wanita yang aku cintai.Sejak kecil,dia menjadi pusat perhatian setiap anak lelaki,termasuk diriku.Walaupun perbedaan usia kami lumayan.Dia sangat aku sukai.Semua bagian dirinya aku sukai.


Melihatnya dengan para sepupuku membuatku meradang,menahan kecemburuan.Segala cara ku pakai buat mengikatmu,walau aku tau ,dia pernah kecewa dan menjauh karena dia mendapatiku dicium seorang anak perempuan semasa SMP.


Dari sejak itu,dia menghindar jika aku datang dan menginap di rumah Nadya teman akrabnya.Akhirnya aku hanya memandangnya dari jarak jauh.Tapi semakin berganti tahun,kecantikannya semakin di gilai banyak kaum pria.Dan aku semakin sulit untuk mendekatinya.Dengan menginap di rumah tante Mawar mencoba mendekatinya kembali, jalan bersamanya ataupun bersama Nadya dan Ana.Itu semua membuatku bahagia.


Melihatnya dalam trauma,aku tak sanggup.Dan sekarang dia sudah pulih,berdasarkan hasil terakhir yang diperoleh dari Dokter Sinta temannya.Aku sangat bahagia.Walaupun dia masih takut melihat suntik,tetapi,sudah sangat jauh lebih baik.


Namun Sanny melihatku kembali bersama Mitha.Seseorang yang gak seharusnya melihatku, dengan wanita ini.Wajah Sanny yang datar,sulit untuk ku mengerti,apa isi hatinya.


Keadaan ini membuatku sulit menjelaskan siapa Mitha.

__ADS_1


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Ana ,Nadya dan Sanny,gabung dengan kelompok Bram.


Mereka menggunakan mobil Bram,Jack dan Thom.


Bram sengaja semobil dengan Sanny.Sedangkan Nadya dan Ana bareng Jack.Thom satu mobil dengan Santi ,Tari dan Ratna.


Mobil Sanny dan Bram berada di posisi terakhir di iring-iringan mobil menuju Resort keluarga Thom.


Sanny memberanikan diri,setelah tau Bram satu universitas dengannya kelak,Sanny bakal memerlukan bantuan Bram.Juga bantuan campur tangan Bram selepas Sanny tamat dari sekolah nya.Bram kan anak pemilik beberapa sekolah dan universitas,Bram juga baik,pasti bisa bantu,dalam hati Sanny.Relasi orang tuanya tidak diragukan lagi.


"Bram...kamu tau jalan menuju resort Thom?"tanya Sanny.


"Yah San,tau.....kenapa?."tanya Bram.


"Aku mau meminta bantuanmu,apa boleh.Tapi sedikit berat,ujar Sanny".


"Baiknya kita minggir dulu yah Bram."ujar Sanny.


"Kita gak hanya butuh dana Bram,Aku bahkan tidak bisa menanggulanginya,seandainya pun ada dana.Ujar Sanny putus asa.Aku sudah mencari solusi.Tapi hanya dia yang mampu Bram".


"Jadi solusinya bagaimana San?tanya Bram putus asa.Dia tidak tega membiarkan Sanny ,apalagi dia sangat mencintai Sanny selama ini".


"Aku hanya menandatangani surat pernikahan di catatan sipil Bram,dan besoknya aku akan terbang ke Inggris.Aku butuh bantuan mu,sembunyikan berkas dan data data,bahwa aku memperoleh beasiswa di Inggris,dan aku akan sekolah disana.Handphone akan aku tinggalkan.Dan begitu aku dapatkan handphone baru,aku akan menghubungi kalian,ujar Sanny."


"Kamu bantu aku,mengurus di universitas di Inggris.Agar dataku juga ditutupi.Kamu bisa kan Bram,meminta papimu membantu aku?"


"Tenang aja San,mami sangat menyukaimu.aku akan cerita pada mami.Dan aku akan mengabarimu,kita minta mami dan papi membantumu".ujar Bram.


"Makasih Bram,ujar Sanny dengan tulus.Sanny berharap,keluarga Bram bisa membantunya".


"Bram perlahan melajukan mobilnya,kembali ke jalan menuju resort keluarga Thom".


Mereka pun sampai di resort tersebut.Teman -teman mereka, sudah sampai satu jam yang lalu.

__ADS_1


Nadya dan Ana bahkan sudah duduk santai di gajebo, dekat pantai.


Melihat mobil Bram,Nadya dan Ana pun menghampiri Sanny.


"Ciyeee.......lagi ngedate nich.....ternyata modus dech lu Bram.....,sengaja urutan bontot,eh.....ternyata nyangkut dah.....di mana nyangkutnya?goda Nadya."


Bram mengangkat koper Sanny,Bram hanya senyum.Sanny pun hanya mencibir pada Nadya.


"Kita di lantai paling atas San,kita sekamar ber tiga,ujar Nadya".


"Nih...Card system nya,Nadya menyerahkannya pada Sanny,Nomor 101,ujar Nadya".


"Thanks Nad,ujar Sanny sambil tersenyum".


"Gitu dah bersih -bersih,jangan nyangkut yah San,kami tunggu disini,ujar Ana".


Sanny pun mengangguk.


Sewaktu di lobi hotel,Sanny sangat terkejut melihat keluarga Marcho, berada di sana.Janet,suaminya dan ketiga anaknya.Jane dengan suami dan kedua anaknya,dan kedua orang tua Marcho."


"Sanny mengangguk menyalami kedua orang tua Marcho."


"Janet langsung memeluk Sanny,demikian juga Jane".


Sanny hanya tersenyum dan tidak banyak bicara.


"Sanny pamit dengan keluarga Marcho,Sanny dan Bram menuju lift".


Sanny memijit keningnya.Cobaan apa lagi ini Tuhan....ujarnya dalam hatinya.


Bram menepuk pundak Sanny.Mencoba menenangkan Sanny.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


jangan lupa like,vote dan koment.

__ADS_1


happy reading


__ADS_2