Suamiku Duda Beranak 2

Suamiku Duda Beranak 2
tetangga galak


__ADS_3

Senin pagi , Rangga sudah kembali aktif bekerja dan melakukan aktifitasnya seperti hari-hari biasanya .


Di kamar mess yang kecil itulah ia dan istrinya tinggal .


" Sayang . .suamimu yang ganteng ini berangkat kerja dulu ya .


mama baik-baik dirumah , kalau ada apa-apa langsung telpon papa okeeee !!!" ia menyodorkan punggung tangan nya pada istrinya yang cantik jelita dan awet muda itu .


"Iya suamiku sayang , hati-hati di jalan ya !!


Ooo. .iya kalau mau makan siang, makan siang dirumah aja ...gak usah makan di restoran " ledek Icha sambil tersenyum


"Hmmmmm...sayang ternyata kamu masih mengingat - ngingat masalah itu .


maafkan suamimu ini ya, saat itu bukan Rangga yang sesungguhnya yang kamu temui di restoran " Jawab Rangga


ia membalas senyuman i


Setelah suaminya pergi bekerja, Marisa pun masuk kedalam dan mengunci pintu .


ia mulai melakukan aktifitas nya dan membersihkan kamar kecil yang sempit itu .


ia menyetrika beberapa baju dinas suaminya sambil menyetel musik yang sering ia nyanyikan di dalam kamar mandi .


baru beberapa potong baju yang selesai ia setrika tapi tiba-tiba dari bilik tembok ada seorang pria yang menyuruh Icha untuk berhenti bernyanyi .


"Hei diamlah , kau terlalu berisik , aku tidak bisa istrihat gara-gara mu itu " teriak pria itu


tapi Icha malah terus bernyanyi mengikuti alunan lagu yang sedang ia dengarkan


dan lagi-lagi pria itu terus berteriak menyuruh nya untuk berhenti bernyanyi .


karena sudah merasa lelah berteriak dan merasa tidak dihargai pria itupun keluar dari kamarnya dan mengetuk pintu kamar mess Rangga dengan kuat


Tok. .Tok . .Tok . .


pria itu tidak berhenti mengeruk pintu sampai pemilik mess membuka pintunya.


beberapa menit kemudian Icha yang sedang bernyanyi pun berhenti dan melepaskan handset yang ada di telinganya.


sebelum membuka pintu, ia tidak lupa memakai tudung di kepalanya .


"Maaf pak ada apa ya ???" tanya Icha


"Ada apa . .ada apa !!


kamu tahu nggak suaramu yang seperti kaleng-kaleng itu sudah menganggu istrihat saya ." bentak pria itu


"Maaf pak , tapi saya kan hanya bernyanyi di dalam kamar saya .


kenapa bapak yang keberatan" ujar Icha


pria itu semakin emosi ,dia memukul pintu kamar suaminya Marisa .


"Tapi suara mu terdengar kemana -mana , apa kamu memang sengaja agar semua orang tau kalau kau sedang bernyanyi ." cercah pria itu


meskipun pria itu sudah menyalahkan Marisa , tapi Marisa tetap tidak menyadari kalau suaranya saat bernyanyi tadi memang sangat mengganggu pria itu .


tapi meskipun begitu dia tetap meminta maaf

__ADS_1


"kalau begitu saya minta maaf pak.


saya benar-benar tidak tahu kalau suara saya sudah menganggu istrihat bapak .


soalnya saya menggunakan handset, maafin saya ya pak " Ucap Marisa


Setelah Marisa meminta maaf, kemudian pria itupun pergi .


Marisa pun masuk kedalam rumah dan melanjutkan pekerjaannya.


Kringg . .Kringg . .Kringg


tiba-tiba ada panggilan masuk di handphone nya dari sahabat nya yang baru saja pulang berbulan madu dari Bali .


"Halo Assalamualaikum Icha apa kabar ????" tanya sahabat terbaik nya itu dari ujung sana .


"Alhamdulillah baik rin.


kamu dan suami gimana ,baik juga kan ???


Cieee . .yang baru pulang berbulan madu" kata Icha


"Hehehe . .iya nih Cha tapi kayaknya aku hamil deh Cha, soalnya selama di Bali aku ga dapat - dapat dan aku udah telat 1 Minggu ."


" Wah Alhamdulillah dong Rin.


selamat ya . . aku ikut senang mendengar kabar baik ini .


Ooo. .iya Rin aku dan mas Rangga juga sudah balikan"


" Hah serius Cha ??


Mereka terus mengobrol dan tertawa .


Lagi - lagi pria itu merasa risih dan meneriaki Icha dari bilik tembok agar berhenti tertawa .


"Woi diam woi . .


kalau mau tertawa sepuas-puasmu jangan disini, sekalian ke hutan sana mau teriak mau ngapain juga ga ada masalah " kata pria itu


Icha pun menurunkan nada suaranya dan berbisik pada Karina lewat telpon


"Rin . . udah dulu nelpon nya ya , kita sambung lain kali lagi " bisik Icha


" lho memang nya kenapa Cha ??


kamu sedang sibuk ya ?


atau suami mu sudah pulang ???" tanya Karina


" bukan Rin ,tapi masalahnya tetangga sebelah kamar mess kami ini rese bangat dari tadi .


aku nyanyi salah , dan saat kita tertawa juga salah " jawab Icha


"Ngeri bangat punya tetangga seperti itu Cha , kalau semuanya Serba Salah ngapain kalian tinggal disana yang ada pasti kamu tidak akan nyaman tinggal disana .


kalau saranku nih mendingan kamu dan Rangga pindah aja deh Cha ." kata Karina


Tok . .tok . .Tok . .

__ADS_1


" Sayang ,buka pintunya .


papa pulang " ucap Rangga dari luar


" Rin udah dulu ya, suamiku pulang .


kita sambung lain kali lagi ya "


Icha pun langsung menutup telpon nya dan membuka pintu .


"papa kok pulang nya cepat banget " kata marisa


" Cepat dari mana sih sayang ?


kan sekarang udah jam 12 dan sudah waktunya istrihat makan siang" jawab Rangga


sakin asyiknya ia telponan dengan sahabatnya sampai ia tidak sadar kalau waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang .


Marisa duduk menemani suaminya itu makan siang .


" papa sudah berapa lama tinggal di tempat ini ????" tanya Icha


"mmmm. .papa lupa ma !


tapi yang pasti lumayan lama, memang nya kenapa ma ?????" tanya Rangga balik


"Ohhh. .tidak


tidak apa-apa ,mama cuma pengen tahu aja .


tapi selama papa disini pernah terjadi masalah gak ??


maksud mama . .papa nyaman gak tinggal ditempat ini ????"


"tidak pernah , semua orang disini sibuk dengan urusan mereka masing-masing , dan sejauh ini papa merasa aman dan nyaman di tempat ini " jelas Rangga


Marisa yang tadinya ingin menceritakan tetangga nya yang galak itu pada sang suami pun langsung mengurungkan niatnya .


Tapi pelan-pelan ia meminta pada Rangga supaya Rangga mau tinggal dirumah orangtuanya .


Selain ingin menghindari keributan dengan pria tadi , ia juga ingin tinggal bebas di tempat yang menurutnya nyaman


Apalagi rumah orangtuanya juga kosong dan cukup luas untuk mereka tempati .


"Suamiku bagaimana kalau kita tinggal dirumah orangtuaku, rumah itu kan cukup luas untuk kita .


lagi pula sayang kalau rumah itu kosong dan tidak ada yang menempati .


anak-anak dan ibu mertua juga bisa bebas kapan saja datang dari kampung dan tinggal dengan kita dirumah itu "


" sebenernya papa lagi nyari -nyari rumah baru untuk kita ma .


papa juga tidak tega membiarkan mama tinggal lama-lama di mess sempit ini .


Tapi kalau memang mama menginginkan kita untuk tinggal disana ya ga masalah .


papa setuju - setuju aja yang penting mama bahagia dan nyaman " kata Rangga


Icha sangat senang, akhirnya ia bisa kembali kerumah orangtuanya dan menjauh dari tetangga mereka yang super galak itu

__ADS_1


__ADS_2