
Setelah Rangga dan Icha tiba dirumah tiba-tiba tukang tagih air PAM datang .
Tok . .Tok . .Tok . .
"Assalamualaikum" ucap nya dari luar
Marisa yang sedang duduk santai di sofa ruang tamu pun langsung berdiri dan membukakan pintu .
"Walaikumsalam.
ada apa pak ????" tanya nya
"Buk, saya ingin menagih uang air PAM .karena sudah 3 bulan ibu sudah menunggak jadi ibu harus membayar nya sekarang juga .
kalau tidak maka dari pihak kami akan memutus air PAM yang ada di rumah ibu " kata pria itu
"oke baiklah pak, tunggu sebentar saya ambil uangnya dulu " jawab Icha
sambil ngedumel dia pun mengeluarkan uang dari dalam dompetnya .
"rumah sebesar ini nunggak air PAM 3 bulan ,kok bisa ????" batin nya
dia pun langsung membayar tagihan dengan lunas .
setelah menutup pintu Marisa masuk ke dalam kamar dengan memasang wajah cemberutnya .
"Mama sayang kenapa??
kok wajah nya ditekuk begitu ????" tanya Rangga
Marisa pun melemparkan tas nya ke atas kasur .
"aku gak habis fikir ternyata rumah sebesar ini punya tunggakan " Jawab Icha
"maksudnya mama sayang apa ??? , papa tidak mengerti " tanya nya lagi
Marisa pun melemparkan kertas bukti pembayaran PAM yang baru saja di bayar nya ke suaminya
"Astagfirullahaladjim mama" cercah Rangga ,dia kaget ternyata Marisa yang awalnya di kenalnya sangat lembut ternyata sangat kasar .
"Jangan-jangan masih ada yang kamu sembunyikan dari aku kan pa??
aku tidak mau menjadi korban untuk membayar hutang mu yang selanjutnya cukup ini yang pertama dan terakhir " cercah istri kedua Rangga itu .
dia mengacak -acak isi lemari dan laci-laci untuk melihat apakah masih ada bukti transaksi cicilan yang lain selain air PAM tadi yang tidak ia ketahui .
"mama sayang, udah dong plis tidak ada apa-apa Disini ,jangan di bongkari " Kata Rangga
mereka berdua bertengkar hebat di dalam kamar itu .
Fajar dan kila yang mendengar teriakan yang berasal dari kamar itu sempat ketakutan
__ADS_1
"Tante papa sama mama baru kenapa bertengkar ????" tanya akila
"Tante tidak juga tidak tau sayang, lebih baik kita masuk ke kamar aja ya " ujar Fahira dia memeluk kedua kopanakan nya itu
Saat Icha membongkar lemari dan mengeluarkan semua isi yang ada di dalam lemari itu tiba-tiba ia menemukan sesuatu .
"apa ini Jangan-jangan ini kwitansi cicilan lagi " batinnya
alangkah kagetnya saat ia melihat kertas yang di pegang nya dengan jelas .
ternyata kertas itu adalah cek ,cek yang selama ini di simpan oleh Rika di dalam lemari .
dan yang paling membuat Icha kaget karena jumlah cek yang tertulis di kertas nilainya nya sangat fantastis .
"Uang 1 miliyar???
Apa aku tidak salah lihat !" Marisa mengucek-ngucek kedua matanya
mata nya masih terus melotot melihat kertas yang sedang ia pegang .
"Ada apa ?
apa yang dia temukan ????" batin Rangga
badannya sudah gemetaran,dia takut kalau Marisa melihat bukti pembayaran cicilan rumah, pelan - pelan Rangga pun mendekati istri baru nya itu saat ia sudah melihat cek yang sudah di pegang istrinya
ia juga sangat terkejut
"tidak tau pa, mama juga tidak sengaja menemukannya di bawah baju " Jawab Marisa
lalu mereka pun duduk
"ini cek asli ma " Kata Rangga lagi
"Cek asli.
punya papa sayang ya ????" Marisa mulai menurunkan nada bicaranya
"bukan ma ,bukan punya papa. eh maksud nya benar ini punya papa yang papa simpan-simpan selama ini untuk tabungan " jawabnya gelagapan karena cek itu memang bukan milik Rangga tapi milik Rika .
Singkat cerita
Dulu saat Rika sedang berbelanja ke pasar dia membantu seorang bapak tua yang cacat untuk menyebrang , dan entah siapa sebenarnya bapak itu tiba-tiba saja dia memberikan cek itu pada Rika sebagai bentuk rasa terimakasih nya .
tapi karena Rika bukan lah wanita modern dan pintar jadi dia tidak mengerti kalau sebenarnya kertas yang di berikan untuknya adalah uang sungguhan jika di tukarkan ke bank .
selama bertahun-tahun dia menyimpan cek itu di bawah bajunya .
"ini pasti milik Rika tapi kenapa dia menyimpannya dan menyembunyikan nya dari ku . Ahhhh tapi ya sudah mungkin ini memang sudah menjadi rejeki ku dan Marisa " Batin nya
Setelah sempat bertengkar hanya karena sudah membayar tagihan air PAM , sekarang Marisa malah memeluk suaminya itu .
__ADS_1
"papa sayang ,maaf ya tadi mama udah kelewatan .
mama hanya takut papa punya hutang banyak ,tapi ternyata mama salah justru papa memiliki tabungan yang tak terduga-duga " Ucap Icha
"Iya sayang tidak apa-apa" jawab Rangga
Karena tidak sabar lagi, mereka pun langsung berangkat ke bank untuk menukarkan cek itu .
"papa sayang pokoknya setelah cek nya di tukar papa harus segara ganti mobil " Kata Icha
"iya mama sayang apapun yang mama sayang minta pasti akan papa turuti" jawab Rangga
Setelah berhasil menukarkan cek , lalu mereka berdua pun berpesta dan belanja-belanja di mall .
Marisa membeli banyak barang bahkan barang yang tidak perlu-perlu sekalipun ia beli .
"mama jangan boros-boros ya" bisik Rangga
karena tanpa mereka sadari sekarang belanjaan yang mereka bawa sudah tidak muat lagi di troli .
"papa sayang kok pelit bangat sih , tadi katanya mau beliin apa aja yang mama mau . " ketus Icha
"Iya deh ...iya maaf " jawab Rangga sambil menelan air ludahnya
Tapi icha memang tidak hanya membeli baju untuk dirinya sendiri .
dia membeli banyak baju untuk suaminya karena ia ingin merubah penampilan suaminya yang terlihat tua itu supaya terlihat lebih muda dan terlihat lebih fresh lagi .
bukan hanya suaminya aja , dia juga membeli baju untuk anak- anak sambungnya Shakila ,fajar dan adik iparnya Fahira .
Setelah selesai berbelanja sekarang saat nya Rangga membayar belanjaan ke kasir .
"kelihatannya bapak sama putri bapak sangat kompak ya !!
jarang loh pak jaman sekarang anak-anak gadis kompak belanja dengan bapak nya ,yang ada malah mereka malu " Kata kasir itu
"Putri siapa putri saya ???" tanya Rangga bingung
"loh yang baju merah bukannya putri bapak ????" tanya kasir itu lagi
"bukan ,dia bukan putri saya .
tapi dia adalah istri saya "
"Ohhh. .maaf ya pak , saya kirain tadi putri bapak . soalnya istri bapak terlihat masih sangat muda dan cantik pula .
semoga langgeng ya pak, istrinya di jaga baik-baik ." Kata Kasir itu lagi
"iya terimakasih" jawab rangga ketus dia sangat kesal pada kasir itu
karena ucapan kasir tadi ,dia mulai parnoan , dia takut kalau Marisa selingkuh dengan yang lain .
__ADS_1
Dari tempat perbelanjaan sampai ke parkiran mobil dia tidak pernah sedetik pun melepaskan tangan icha