
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 4 jam lamanya ,akhirnya tibalah Rangga dan juga Marisa di Desa Terpencil dan tertinggal itu .
Rangga langsung memarkirkan mobilnya di depan rumah orangtuanya itu . kemudian ia pun menyuruh Marisa agar segera turun dari mobil .
"Kita udah sampai Cha, ayo turun !" ucap nya
"Tapi mas ,aku takut .
aku takut di usir ayah dan ibumu ,karena mereka sangat membenci ku sekarang ini " jawab Icha
"Tidak apa-apa turun saja, nanti biar aku yang bicara pada ayah dan ibu .
mereka juga tidak sejahat yang kamu kira kok .
lagian kamu kesini juga atas permintaan ku bukan?????" ucap Rangga lagi
"Baiklah mas , aku akan turun. " jawab Icha
dia pun turun dari mobil dan mengikuti Rangga masuk kedalam rumah yang sangat luas dengan bangunannya yang terlihat cukup sangat sederhana.
bahkan dinding rumah orangtua Rangga saja masih terbuat dari kayu semua .
"Sekarang aku baru sadar , ternyata keadaan orangtua Rangga memang jauh lebih menyedihkan dari keadaan orangtuaku . Andai dulu aku tahu mereka semiskin ini pasti aku tidak pernah melarang Rangga membantu orang tuanya .
tapi sudahlah, semuanya itu kan telah berlalu .
kenapa aku jadi teringat masa lalu ya " batin nya
dia berusaha menghilangkan semuanya dari fikirannya .
Tok . .Tok . .Tok . .
"Assalamualaikum ibu " ucap Rangga dari luar
kebetulan saat mereka berdua datang hanya fajar yang tinggal sendirian di rumah .
"walaikumsalam" jawab anak remaja itu sambil membuka kan pintu .
Dia sangat senang menyambut kedatangan kedua orang yang sangat ia sayang yang sekarang ini sedang berdiri di depan nya .
"mama . .papa " ucap nya sambil memeluk Icha dan Rangga secara bergantian .
Setelah masuk kedalam rumah, rangga terlihat seperti orang yang sedang kebingungan karena ia tidak melihat siapa-siapa dan rumah itu terlihat tampak sepi .
tidak ada ayah dan ibunya, begitu juga dengan syakilah .
"Sayang dimana kekek dan nenekmu ???
kenapa papa tidak melihat siapa-siapa disini
dan dimana syakilah ???? " tanya Rangga
sambil terus bolak-balik ke dapur , ke kamar depan dan ke kamar belakang mencari ibunya .
"Kakek dan nenek baru saja pergi kerumah sakit ngantarin akila berobat pa.
soalnya akila tadi pingsan lagi , entah sudah berapa kali dia pingsan dalam dua hari ini .
badannya juga sangat panas . fajar takut akila kenapa-kenapa pa . " Jawab fajar sambil memeluk papanya
__ADS_1
dia sangat sedih melihat kondisi adiknya .
"kalau begitu ayo kita susul mereka ke rumah sakit sekarang mas" sambung Icha
mereka bertiga langsung berangkat kerumah sakit saat itu juga menyusul akila .
tidak lama kemudian mereka bertiga pun tiba di rumah sakit
sebenernya sih bukan rumah sakit tapi klinik .
karena orang-orang kampung menyebutnya rumah sakit ,jadi fajar pun menyebutkan rumah sakit juga .
Icha yang sudah tidak sabar ingin bertemu akila langsung menemui akila di ruangan nya .
kali ini dia tidak memperdulikan ayah dan ibunya rangga yang dari tadi duduk di dekat tempat tidur kila.
"anakku sayang , jangan sakit-sakit lagi nak .
sekarang mama sudah ada disini .
akila sembuh ya sayang , ayo bangun nak . " ucapnya sambil terus mencium kening kila
dia tidak sadar air matanya yang menetes jatuh di pipi akila .
dan kila pun tersadar dari tidurnya ia langsung membuka kedua matanya .
"mama. .papa . .
benar kah ini kalian ?
kila tidak sedang bermimpi kan !" tanya nya
"Tidak sayang kamu tidak sedang bermimpi .
ini mama dan papa " Jawab marisa
entah keajaiban apa yang terjadi hari itu , tiba-tiba saja akila langsung sembuh .
badan nya yang sebelumnya panas tinggi tiba-tiba sekarang turun dan suhu tubuhnya normal kembali.
"Ma . .pa , ayo kita pulang .
akila tidak mau di sini .
akila mau pulang "ujar nya
"Tapi akila kan belum sembuh sayang .
kita pulang besok ya " Bujuk Rangga
"Tidak , kila tidak mau disini "
Tidak berapa lama dokter yang datang bolak-balik mencek ke adaan akila ke kamar nya pun memberikan kabar baik .
bahkan dokter tersebut juga ikut kaget , dia tidak menyangka akila bisa sembuh se cepat itu .
setelah sekian lama ia bekerja di rumah sakit , baru kali ini dia menemukan kejadian seperti ini .
mungkin memang ini yang dinamakan kontak batin antara anak dan ibu yang saling menyayangi tapi dipisahkan oleh jarak dan waktu .
__ADS_1
"Pak dokter tolong ijinkan aku pulang dengan mama dan papaku .
aku tidak mau di sini pak dokter, aku ingin pulang " akila yang selalu bertingkah seperti orang dewasa itu terus saja memegang tangan dokter yang ingin menyuntik nya
dia terus berusaha membujuk dokter itu supaya mengijinkannya pulang saat itu juga
"Iya cantik .
kamu tidak perlu menangis , karena hari ini kamu pasti pulang dengan papa dan mamamu " jawab dokter muda itu sambil tersenyum
"Dokter tidak bohong kan?
atau jangan - jangan dokter hanya ingin menenangkan ku saja "kata akila lagi
"Tidak .
dokter tidak berbohong .
dokter serius kalau hari ini kamu sudah di ijinkan pulang " sebelum pulang dokter itu memberikan suntikan terakhir untuk akila.
"Terimakasih atas keajaiban yang engkau berikan pada cucuku Tuhan " batin nenek tua yang duduk di samping akila
Karena sudah 2 hari dia merawat cucunya yang tak kunjung sembuh, tapi sekarang tiba-tiba saja cucunya itu sembuh dengan sendirinya .
akhirnya ia menyadari kalau akila sakit karena sudah tidak sanggup lagi menahan rasa rindunya pada Marisa .
Mereka pun pulang .
Dari klinik sampai kerumah tidak pernah sedetik pun akila melepaskan pelukannya dari marisa.
bahkan ia belum sempat memeluk papanya yang sudah datang jauh-jauh dari kota .
Setelah mereka tiba dirumah.
Akila pun istrihat sebentar di kamar nya .
lalu Marisa keluar dan menemui Rangga dan juga orangtua Rangga yang sedang duduk di ruang tamu .
"Maaf mas Rangga, bapak dan ibu . sepertinya saya tidak bisa berlama-lama disini .
setelah melihat kondisi kila yang sudah membaik jadi saya memutuskan untuk pulang hari ini juga , karena besok saya juga harus bekerja " Ucap Marisa
"Terserah kamu !
tapi Sebelumnya aku ingin mengucapkan terimakasih banyak , karena kamu sudah menyempatkan waktumu untuk bertemu dengan kila " kata Rangga
ia masih belum bisa memaafkan Icha , meskipun Icha sudah datang jauh-jauh hanya untuk mengobati kerinduan yang di rasakan putrinya .
tapi menurutnya semua itu belum sebanding dengan apa yang sudah di lakukan Keluarga Marisa
"Marisa tolong jangan dengarkan Rangga .
saya mohon untuk kali ini saja , tinggal lah disini dengan kila beberapa hari lagi , karena dia benar-benar sangat merindukan mu, lagi pula apa kamu tega meninggalkan dia dalam keadaan seperti ini????? .".sambung mamanya Rangga
Dia tidak ingin melihat cucunya sakit lagi , 2 hari lebih ia merawat akila benar-benar sudah menguras tenaganya yang tidak seberapa itu
"Baiklah Bu.
demi akila saya akan menginap di sini satu hari lagi ".jawab Marisa
__ADS_1