
"neng kalau mau curhat-curhat an nanti aja ya neng !
dari tadi kita-kita nungguin neng untuk bergesar tapi neng tidak mau bergeser dari tempat .
tamu undangan bukan hanya neng berdua doang ,lihat kebelakang noh banyak orang yang antri mau foto dan juga salaman sama pengantin " tegur salah seorang ibu yang sejak tadi berdiri di belakang Shinta dan Karin
memang benar , kalau di belakang mereka banyak orang yang mengantri ,tapi mereka tidak menyadari karena terlalu sibuk membahas tentang Icha .
"Ehh. .iya maaf ya Bu ,sekali lagi maaf ya !!
kami benar- benar tahu ." jawab Helen sambil
"Ya elah Bu ...Bu !!!
biasa aja dong, heboh bangat " kesal Shinta
"Shinta udah deh, memang kita yang salah kok. jadi lebih baik kita ngalah dan gausah di perpanjang lagi nanti yang ada makin ribet .
kamu tahu sendiri kan kalau berurusan dengan emak-emak . yang ada nanti kamu di sumpahi jadi perawan tua loh !!!
mau ???? " ujar Helen
"ishhhhh amit-amit deh len.
tapi aku kesal bangat sama ibu-ibu itu .
padahal kan bahasa nya bisa di perhalus dikit biar enak di dengar , lah ini nge gas ya kesal dong !!
memang nya dia siapa sih ??
penting bangat gitu dia buat Karin " cercah Shinta
setelah mereka turun dari pelaminan, mata mereka langsung tertuju pada Rangga yang baru saja datang .
Dengan ramahnya ,Rangga langsung menyapa sahat-sahabat mantan istrinya itu .
"Hai Len, Hai Shin .
apa kabar ????" tanya Rangga
bukan hanya Helen dan Shinta saja yang ia sapa .
tapi suami dan calon suami Helen juga di sapa oleh Rangga
"baik pak Rangga !
pak Rangga sendiri apa kabar ?
sendiri pak ???" tanya Helen
"Hehehe. .iya nih sendiri.
Ooo. .iya aku tinggal dulu ya, soalnya mau salaman sama pengantin nya !" ujar Rangga
dia meninggalkan Helen dan Shinta dan berjalan menuju pelaminan.
Rangga mengucapkan kata-kata selamat pada Karina dan suaminya Karina , ucapan nya sama seperti yang di ucapkan yang lainnya .
__ADS_1
Rangga tidak melihat Icha datang ke pesta ,tapi ia juga merasa tidak pantas kalau menanyakan Icha pada Karina saat itu .
karena Karina terlihat sibuk dengan tamu yang lain .
setelah Rangga selesai memberikan kado, ia pun makan dan langsung pulang .
Sebenernya ia juga tidak ingin datang ke pesta itu , tapi kalau dia tidak datang dia merasa tidak enak pada Karina.
karena Karina sendiri yang mengundang nya secara langsung .
Pulang dari rumah Karina, Rangga sengaja berhenti di tempat mamanya Marisa .
tapi kali ini ia sengaja memarkir kan mobilnya sekitar 100 meter dari rumah itu.
"Aku parkir disini saja, dan aku bisa jalan kesana ." batin nya
ia sengaja diam-diam datang kerumah itu untuk memastikan apakah benar wanita yang sedang ia cari sekarang tinggal dirumah itu .
baru berjalan beberapa meter saja, tapi salah satu warga yang tinggal di daerah itu menyapa Rangga.
"Eh kamu suami nya Icha kan ???" tanya orang tersebut
karena di tempat itu tidak ada orang yang tahu kalau Icha dan Rangga sudah berpisah lama ,tapi Rangga juga tidak mungkin mengatakan yang sejujurnya .
dia hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya
"Iya benar Bu "
"Ya ampun, kenapa baru datang sekarang???
yang sabar ya , semua manusia akan mengalami hal yang sama, hanya tinggal menunggu waktunya saja " Ujar orang tersebut
"iya Bu terimakasih banyak ya Bu ,kalau begitu saya pamit dulu " kata Rangga
Rangga pun melanjutkan langkah kakinya, tapi ia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang di sampaikan orang tadi padanya .
baru berjalan beberapa meter ,tapi orang yang berbeda juga menyapa Rangga lagi .
orang tersebut mengulurkan tangannya dan menyalam Rangga .
"Yang sabar ya" orang itu menepuk-nepuk pundaknya dengan pelan
"Terimakasih pak" jawab Rangga kembali
ia semakin bingung, sebenarnya ada apa yang terjadi .
"Apa jangan- jangan mereka semua tahu kalau aku sudah di tipu makanya mereka bilang begitu, aneh !!!" batin nya
tidak berapa lama akhirnya tibalah Rangga di depan rumah mantan mertuanya .
dan benar , setelah sekian lama ia memperhatikan rumah itu dalam keadaan tertutup tapi sekarang ia bisa melihat kalau jendela kaca rumah itu terbuka lebar .
Tok . .Tok . .Tok . .
"assalamualaikum" ucap Rangga
tidak lama kemudian Icha pun membuka pintu dan menjawab salam
__ADS_1
"walaikumsalam" jawab nya
Hari ini Icha terlihat sangat jauh berbeda dengan biasanya .
Dulu ia selalu tampil cantik, menarik dengan rambut pirang nya .
tapi sekarang ia terlihat memakai baju yang tertutup dan juga pakai hijab panjang menutupi rambut nya yang panjang .
Rangga langsung memeluk Icha ,dia benar-benar merasa sangat bahagia saat itu .
"Icha . .jadi kamu disini .
aku selalu menunggu kabar mu dan mencari - carimu.
tolong jangan menghilang lagi dari ku ya, aku tidak bisa tanpa mu " Kata Rangga
"Mas maaf !!
tidak baik kalau mas peluk-peluk saya begini .
kita kan bukan muhrim lagi" Icha berusaha melepaskan pelukan Rangga yang menempel di tubuhnya .
"Memang nya kenapa kalau tidak muhrim , biasa juga gak apa- apa kok!" timpal Rangga
"Iya mas , itukan biasanya .
tapi sekarang tidak lagi !!!" jawab Marisa
Dia menyuruh Rangga duduk dan menghidangkan segelas kopi hitam .
"Ya ampun Cha, ternyata kamu lebih cantik pakai kerudung seperti ini .
jadi sekarang kamu benar-benar sudah hijrah ??" Tanya Rangga .
"Alhamdulillah mas.
aku tidak ingin karena penampilan ku yang terbuka jadi menambah sisaksaan untuk kedua orangtuanya di akhirat.
saat mereka berdua masih hidup aku belum bisa membuat mereka bahagia , dan sekarang setelah mereka berdua telah tiada hanya ini yang bisa aku lakukan untuk mereka " kata Icha
air matanya kembali menetas , rasanya dadanya masih sesak mengingat papa dan mamanya yang sekarang sudah tiada.
"Maksud kamu apa Cha ,aku tidak mengerti ?????" Tanya Rangga lagi
"Mas 6 hari yang lalu, tepat hari Selasa jam 4 sore papa dan mamaku sudah meninggalkan ku untuk selama-lamanya"
"Apa ja. .jadi papa dan mamamu sudah meninggal ,kok bisa ???
eh . .maksudku innalillahiwainnailaihirojiun.
au benar-benar tidak tahu Cha, kamu yang sabar dan yang tabah ya !!!" kata Rangga
meskipun ia sangat membenci kedua mantan mertuanya itu , tapi ketika ia tahu bahwa orang yang sangat ia benci telah tiada ia juga merasa sangat sedih dan ikut kehilangan.
di saat itu juga, ia langsung memaafkan kesalahan - kesalahan yang pernah di lakukan mantan mertuanya padanya .
sekarang ia baru mengerti maksud dan ucapan orang-orang di luar tadi .
__ADS_1