
"Ooo...iya Cha , Karin bilang sekarang kamu sudah kerja ya ??
di salah satu perusahaan ternama ???" tanya Shinta
"Iya Shin , Alhamdulillah.
dan sebenarnya kerjanya juga baru mulai hari ini sih !!!
aku juga gak nyangka kalau aku bisa di terima kerja di sana ,padahal kemaren-kamaren aku sempat berusaha ngelamar kesana Kemari tapi tidak ada satu pun yang menerima ku " jawab Icha
"Syukur lah Cha .
aku yakin ini semua balasan atas kesabaran mu .
kamu beruntung bisa bekerja di perusahaan ternama .
aku aja belum kerja sampai sekarang, masih tetap jadi beban orangtua " ujar Shinta dengan nada bercandanya .
"makanya Shin ,nikah dong .
biar ga jadi beban orangtua terus ,lihat tuh badan mu aja Makin gendut .
mungkin dirumah kerjaan mu cuma makan dan tidur iyakan ????" ledek karin pada Shinta
"Enak aja .
nyuruh-nyuruh aku nikah, kamu aja belum nikah-nikah sampe sekaran " cetus Shinta
"Kalau aku mah udah di depan mata shin, tinggal nunggu tanggal nya aja ,kan kamu tahu sendiri pernikahan ku di undur karena si doi susah bangat ngambil cuti " ujar Karin
"sudah . .sudah . .!
bisa gak sih kalian berdua itu tidak bertengkar sehari saja . " kata Helen
"Ga bisa Len, kalau tidak bertengkar rasanya hambar Hahaha. . "Jawab Karin dan Shinta secara bersamaan
lalu mereka berempat pun tertawa bersama .
...****************...
Keesokan harinya
Icha bangun lebih awal, walaupun tadi malam ia tidur lama karena kedatangan teman-teman nya .
tapi itu bukan lah suatu alasan untuk telat bangun .
"Tumben Cha berangkat nya pagi - pagi bangat .
kan masih jam 6 .
memang nya kantor sudah buka jam segini ????" tanya Karina
"Iya Rin, soalnya kata Bu Jesika hari ini ada meeting penting dan aku di suruh datang lebih awal dari karyawan lain .
Lagian untuk menghindari macet Rin, kamu tahu kan kalau udah jam 7 macet nya seperti apa " jawab Icha
"Ohhh. .gitu !!
iya sih benar juga ,kalau gitu hati-hati ya Cha "
Icha pun langsung berangkat menuju kantor.
hanya butuh waktu 20 menit saja ia sudah tiba di kantor .
__ADS_1
dia langsung masuk ke ruangan dan mempersiapkan dokumen yang di minta ibu menegernya .
saat ia sedang sibuk mempersiapkan dokumen , tiba-tiba ia merasakan perutnya sakit yang teramat perih .
dan ia baru teringat kalau saat berangkat tadi ia tidak sempat sarapan pagi .
sedangkan dia punya riwayat penyakit magh .
telat makan sedikit saja magh nya bisa langsung kambuh .
karena tidak ingin magh nya kambuh di kantor itu dan mengganggu aktifitas nya , dia pun langsung keluar dari ruangan nya .
dan turun ke bawah ingin membeli roti untuk sarapan nya pagi ini .
Saat ia turun kebawah, beberapa karyawan sudah mulai berdatangan .
mereka terlihat sibuk bolak -bolik ke belakang dan membawa makanan .
ternyata di perusahaan itu memang selalu di sediakan sarapan khusus karyawan setiap harinya .
tapi Marisa tidak tahu, ia tetap saja keluar dari gedung itu .
ia berjalan ke sebrang gedung kebetulan di sana ada sebuah warung .
ia pun langsung membeli beberapa bungkus roti . setelah membayar roti yang dia ambil , Marisa pun kembali ke gedung.
saat ia hendak masuk ke gedung tinggi itu , dengan waktu yang bersamaan sebuah mobil juga sedang masuk .
dan ternyata pemilik mobil itu adalah Rangga .
Rangga adalah salah satu karyawan yang di utus dari perusahaan nya untuk ikut meeting hari ini di perusahaan ibu Jesika.
Tinnnnnnn!!!!
"Aneh sekali wanita yang berjalan di depan itu
ini kan jalan khusus mobil,sedangkan pejalan kaki kan bisa lewat dari jalan yang sudah di sediakan " batin nya
Marisa memang menghalangi jalan nya .
dan yang dikatakan Rangga memang benar . karena di samping jalan khusus jalur mobil sudah di sediakan jalur pejalan kaki . tapi anehnya Icha malah berjalan di jalan yang bukan seharusnya ia lewati .
karena kesal melihat wanita yang di depan nya tidak mau menepi akhirnya Rangga pun turun dari mobilnya .
"Hei mbak, tolong minggir dong .
saya mau lewat !
jangan gara-gara mbak saya jadi telat meeting .
lagian kenapa juga mbak lewat dari jalur mobil, bukan kah jalur khusus pejalan kaki sudah di sediakan ." kesalnya
"Rangga, suara itu . ." batin Icha
ia sangat hapal sekali dengan suara itu, Marisa langsung membalikkan badan nya .
"Maaf pak .
saya tidak tahu ,kalau saya tahu pasti saya tidak aka lewat dari jalur ini " jawab Marisa ,jantungnya berdetak sangat kencang .
dan dia sangat gugup .
" Jadi ternyata kamu .
__ADS_1
Hah !!
kamu lagi - kamu lagi . kenapa sih saya harus bertemu kamu lagi .
padahal kemaren saya sudah berhasil mempengaruhi pemilik restoran itu untuk memecat mu, supaya saya tidak bertemu kamu lagi .
Eh sekarang malah bertemu disini lagi .
apa jangan-jangan kamu memang sengaja mengikuti saya, iyakan ???
jangan harap saya akan memaafkan mu dan mengajak mu untuk rujuk kembali karena itu tidak akan pernah terjadi . jadi mulai sekarang stop mengikuti saya, dan minggir sekarang juga karena saya mau lewat " bentak Rangga
Tinnnnn . .Tinnnn . .Tinnn
ketika Rangga memarahi dan memaki-maki mantan istrinya itu ,beberapa mobil sudah mengantri dibelakang
Rangga pun kembali ke mobil nya , dan masuk kedalam gedung .
Marisa menangis tersedu-sedu .
hatinya hancur berkeping - keping .
tanpa ada angin tanpa ada hujan,Rangga yang masih ia harap-harapkan sampai detik ini sudah melukai hatinya dengan begitu teganya .
setelah Rangga pergi , mobil yang di belakang Rangga tadi pun berhenti di depan Marisa.
pemilik mobil itu adalah ibu jesika .
Jesika menurunkan kaca mobilnya , dan menyapa Icha .
wanita yang berusia 40 tahun itu juga sempat melihat Rangga memarahi Icha
"Hei Marisa , ada apa dengan mu kenapa kamu menangis ????
ayo masuk " perintah Jesika dia menyuruh Icha masuk kedalam mobilnya
di dalam mobil Jesika pun penasaran apa yang terjadi dengan assisten pribadinya yang baru itu
"kenapa kamu menangis mer ??
dan kenapa juga kamu ada di luar jam segini ?
memangnya dokumen yang saya minta sudah kamu siapkan ?
sebentar lagi kita mulai meeting Lo" kata jesika
"tidak bu, saya tidak kenapa-kenapa kok .
dokumen yang ibu minta juga sudah saya siapkan sejak tadi, sebenarnya saya tiba jam 6 lewat 20 menit tadi Bu.
tapi karena magh saya tiba-tiba kambuh jadi terpaksa saya keluar sebentar untuk beli sarapan" jelas Icha
mendengar penjelasan Icha, Jesika pun tertawa
"Astaga merisa ...merisa !!!
kamu ini benar-benar sangat lucu sekali .
padahal kan di kantor selalu di sediakan sarapan pagi untuk karyawan , ehh . .kamu malah pergi keluar beli roti macam beginian, belum tentu juga rotinya sehat .
makanya lain kali jangan malu-malu kalau mau bertanya " kata Jesika
"iya Bu " jawab Icha
__ADS_1