Suamiku Duda Beranak 2

Suamiku Duda Beranak 2
Ribut di kampus


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan Rangga tidak mau bicara , dia terus saja diam tanpa sebab .


"Papa sayang kenapa sih , dari tadi kok diam terus ????" tanya Icha


karena memang aslinya Rangga bukanlah type pria yang pendiam .


"Tidak ada " jawab nya ketus


"tidak mungkin tidak ada, pasti ada apa-apa kan ?


apa papa sayang cemburu pada Alex ????"


"Cemburu pada Alex ???


Hahaha. . mama tidak salah ?


apa yang harus di cemburukan dari pria seperti dia?


ganteng tidak , kaya tidak , berpendidikan juga tidak .


yang lebih pantas itu kalau Alex yang cemburu pada papa" cercah Rangga


"lantas kalau bukan karena cemburu , kenapa papa diam terus dari tadi ???" lanjut Icha lagi


"papa capek ngantuk , pengen cepat-cepat sampai rumah " ucap Rangga dia berusaha menutupi perasaan nya


dia tidak ingin istrinya tahu kalau dia memang cemburu pada Alex .


Tidak berapa lama kemudian mereka pun tiba di rumah .


Rasa capek yang mereka rasakan terbayar sudah setelah tiba dirumah , keinginan Marisa yang ingin pergi liburan pun sudah di penuhi suaminya .


setelah tiba dirumah mereka pun langsung istrihat.


Hari Minggu telah usia , Senen pagi pun tiba


Di tempah yang berbeda


Sinar matahari sudah masuk menembus ventilasi udara yang ada di kamar kos Shinta .


Kringgg . .Kringgg . Kringg . .


tiba - tiba ponselnya berdering panggilan masuk dari Helen .


"Halo Len ada apa ????" tanya Sinta


"Sin kamu gak masuk ya???" tanya Helen


"masuk lah ,masa enggak


kan hari ini kita ada tugas persentase" jawab Shinta lagi


"Kalau masuk kenapa kamu masih tidur , kan udah jam 9 "kata Helen


dari suara shinta, Helen sudah bisa menebak kalau teman nya itu baru saja bangun .


"jam 9 " batin Shinta

__ADS_1


Dia pun langsung loncat dari tempat tidur.


Dia langsung masuk kedalam kamar mandi ,setelah mandi dia bergegas berangkat ke kampus, untung kosan Shinta dengan kampus sangat dekat jadi dia hanya perlu berlari saja untuk tiba disana .


Saat Shinta tiba di ruangan , dosen sudah datang 15 menit yang lalu .


Tok . .Tok . .Tok


"Assalamualaikum ,permisi Bu ,boleh saya masuk " ucap Shinta


si paling bodo amat dan cuek sejagat raya


Untung nya dosen yang masuk di ruangan itu adalah dosen yang sangat baik.


dia langsung mempersilahkan Shinta masuk tanpa bertanya kenapa Shinta terlambat .


Saat Shinta masuk keruangan .


kelompok 3 sudah tampil duluan di depan .


Setelah duduk di kursinya ,Shinta langsung mengeluarkan makalah tugas mereka yang akan di persentasekan hari ini.


"Sin kamu kok lama bangat sih , harusnya tadi tuh kita yang duluan tampil " bisik Karina


"Sorry guys ...sorry bangat , tadi aku kesiangan. maklum lah namanya juga kacapean " jawab Shinta dengan datar


sebenarnya hari ini dia juga ingin meliburkan diri, tapi karena yang memegang makalah kelompok mereka dirinya, jadi mau tidak mau terpaksa dia pun harus tetap masuk .


"Ya wajarlah kesiangan, mungkin dia sudah lelah setelah satu malaman tidur dengan pria yang bukan suami nya " celetuk Icha dari belakang


ingin rasanya Shinta menjawab perkataan sahabatnya yang merasa paling benar dan paling sempurna itu, tapi karena mata kuliah sedang berlangsung jadi dia pun mencoba menahan amarahnya yang sudah hampir memuncak .


Setelah kelompok 3 selesai tampil , sekarang saat nya kelompok mereka yang akan tampil ke depan .


Dan kali ini penampilan Icha tidak seperti persentasi biasanya.


setelah Karina selesai membacakan isi makalah ,dan Helen selesai menjelaskan isi makalah .


sekarang waktunya tanya jawab .


Ketika teman-teman satu ruangan mereka ingin bertanya , dengan cepat Icha pun langsung menjawab pertanyaan dari teman - teman mereka itu .


Kebetulan dia memang sudah menguasai materi hari ini karena di ajari oleh suaminya .


Helen , Karina dan Shinta pun terheran-heran.


mereka tiba - tiba kagum pada Icha sahabat mereka yang biasanya hanya diam tapi kali ini dia lah yang paling antusias memberikan penampilan yang terbaik .


tidak terasa 15 menit pun sudah terlewati persentasi pun sudah selesai . Icha dan ketiga teman nya kembali ke kursi masing-masing .


semua mahasiswa bertepuk tangan dengan penampilan terbaik mereka hari ini .


Setelah mata kuliah selesai ,semua mahasiswa keluar dari ruangan .


termasuk Icha dan juga ketiga sahabatnya .


"Cha tumben hari ini kamu pinter ?" ujar Helen sembari tertawa

__ADS_1


"Apa kamu kira cuma kamu doang yang pintar di kampus ini ?


kalau aku mau ,aku juga bisa kali .


dan aku kasih tau ya mulai hari ini . kalian tidak usah sok baik lagi di depan ku . aku tidak butuh teman-teman palsu seperti kalian .


" kata Icha


Kesabaran Sinta benar-benar sudah habis .dari tadi ia memaklumi Sikap Icha ,tapi seperti nya Icha memang tidak bisa di diamkan lagi


dia langsung menjambak rambut Marisa dan memukul Marisa , Marisa juga tidak mau kalah dia menjambak rambut Shinta


"aku akan memberikan mu pelajaran agar kamu bisa menjaga ucapan mu"


"Sudah guys ...stopp jangan berantem dong "


Helen dan Karin mencoba melerai


tapi keduanya tidak bisa di pisahkan


disaat yang bersamaan tiba-tiba Rangga pun datang .


dia langsung menarik istrinya dan mendorong Shinta ke belakang .


"Apa yang kalian lakukan ???


bukan nya menghalangi kalian malah jadi penonton . apa kalian fikir ini pertandingan hah ????" teriak Rangga


"Rangga maaf , kami sudah mencoba melarai tapi . . ."


"Tapi apa ???


untuk kalian bertiga dengar ya !!


jangan pernah menyakiti istriku ,kalau ada yang berani menyakiti nya maka kalian akan berhadapan langsung dengan ku"


"Dan untuk kalian semua yang ada disini kalian harus tau, bahwa mereka bukanlah perempuan baik-baik.


mereka juga sudah berani tidur bermalam dan menginap dengan laki-laki yang bukan suami mereka " kata Rangga


dia mengatakan pada semua mahasiswa yang ada di sana kalau Karin dan Shinta sudah tidur bareng dengan laki-laki


Setelah merasa puas mempermalukan ketiga wanita itu, barulah Rangga membawa istrinya untuk pulang .


Untungnya orang-orang yang ada disana sudah tau betul seperti apa karakter Icha .lagi pula mereka semua bukan lah anak-anak SMP yang gampang di hasut begitu saja.


Setelah Rangga dan Icha pergi , Karin dan Helen pun membantu Shinta untuk bangun


"kamu gak apa-apa kan Shin??"


"iya guys aku baik-baik aja " jawab Shinta


" Astaga ya tuhan untung aku masih di beri kesabaran untuk menghadapi manusia jadi-jadian seperti mereka berdua " kesal helen. dia


"Iya kamu benar Len ,kalau kita mau .kita juga bisa menjatuhkan mereka .


dengan mengatakan kepada seluruh dunia kalau mereka sudah berselingkuh dan karena mereka pula lah istri pertama rangga si mulut lemes itu meninggal .

__ADS_1


" Cercah Karin


memang tidak banyak yang tau tentang kejadian itu, di kampus itu hanya mereka bertiga yang tau kalau Marisa adalah seorang pelakor .


__ADS_2