Suamiku Duda Beranak 2

Suamiku Duda Beranak 2
Di rendahkan


__ADS_3

Jam 9 malam operasi pun di mulai, diruangan yang dingin itu ,tubuh Marisa yang sudah tidak sadarkan diri dan tak berdaya itu mulai di bedah oleh tim dokter .


sedangkan di luar ruangan, mamanya Marisa dan papanya Marisa duduk sambil berdoa untuk kesembuhan putri tercinta mereka .


"Ma, sebenarnya dari mana uang 500 juta itu mama dapat kan ????" tanya papa nya Marisa


karena perasaan nya masih tidak tenang sebelum ia tahu yang sebenarnya . dari mana sebenernya istri nya itu mendapatkan uang sebanyak itu .


apalagi yang bekerja adalah dirinya, dia tidak pernah memberikan uang sebanyak itu pada istrinya , seandainya mereka mengumpulkan uang selama 20 tahun pun pasti tidak akan mencapai 500 juta .


"Sudah ,lebih baik papa diam saja dan doakan Icha semoga Operasi nya berjalan lancar " bisik mamanya Marisa


"Iya ma ...tanpa mama suruh pun pasti papa akan berdoa untuk kesembuhan Marisa .


tapi tolong katakan yang sejujurnya, sebenernya dari mana mama mendapatkan uang sebanyak itu ?????


dan papa yakin tidak akan ada orang lain yang mau meminjamkan uang sebanyak itu pada kita " cercah papanya Marisa


"siapa juga yang ngutang ?


mama tidak ngutang pada siapapun , tapi mama sudah menggadaikan sertifikat rumah Rangga 1 M .


jadi 500 juta buat bayar operasi Icha dan sisa nya untuk kita " jawab mama nya Marisa dengan datar


"Apa ???


apa mama sudah gila ????" kata papanya Marisa dengan sedikit meninggikan suaranya


dia sangat terkejut dan benar-benar tidak habis fikir apa sebenarnya yang sudah merasuki jiwa istrinya itu hingga bisa berbuat senekat dan sejahat itu.


"Sudah lebih baik papa diam saja!


apa papa mau melihat Icha mati sia-sia karena sakit yang di deritanya .


lihat di sekeliling kita, karena mendengar suara papa yang keras itu semua orang melihat kita " kata mama nya Marisa


memang saat itu semua mata tertuju pada mereka , karena kaget mendengar suara teriakan papanya Marisa itu .


kalau kedua orang tua Icha sedang sibuk memperdebatkan uang, justru Rangga sedang sibuk di depan rumah sakit dengan ponselnya


dia menelpon ayah dan ibunya yang sedang dirumah menjaga kedua anak-anaknya .


"Bu, Rangga titip anak-anak pada ayah dan ibu ya !!.


soalnya operasi Icha belum selesai,para dokter juga masih berada di ruangan operasi.


doakan operasi nya berjalan lancar ya Bu, agar kami bisa pulang kerumah secepat nya " kata Rangga


"Iya nak, kamu tidak perlu khawatir dengan anak-anak


ibu dan ayah pasti anak menjaga mereka dengan baik


kami juga selalu berdoa untuk kesembuhan menantu, kalau ada apa-apa kabari kami ya nak" jawab ibu nya Rangga


sebenarnya mereka juga sangat ingin kerumah sakit,melihat keadaan Icha secara langsung .

__ADS_1


tapi Rangga menolak, selain alasannya karena anak-anak ibu dan ayah nya juga sudah sangat tua yang rentan akan penyakit .


makanya dia meminta agar kedua orang tuanya tinggal dirumah dan cukup mendoakan saja .


detik demi detik, menit demi menit hingga jam demi jam pun telah berlalu .


Akhirnya operasi pun sudah selesai di lakukan.


setelah operasi selesai, para team dokter keluar dari ruangan, begitu pula dengan Icha .


ia langsung di pindahkan ke ruangan pemulihan.


Setelah di ruangan pemulihan.


Rangga, mama dan papanya Marisa pun


"Alhamdulillah sayang, akhirnya operasi nya berjalan dengan lancar .


jangan sakit-sakit lagi ya nak, kami sangat menyayangi mu, kami tidak ingin kau pergi meninggalkan kami secepat ini " kata mamanya Marisa


"Hus !!!


kok ngomong nya gitu sih ma" bisik papanya Marisa


sedangkan Rangga , dia hanya duduk di samping Marisa tanpa sepatah kata pun, sebenarnya dia sangat senang tapi dia juga kecewa pada dirinya ,dia merasa kalau sekarang ini dirinya adalah suami yang tidak berguna


"papa , ada apa ???


kenapa papa diam terus dari tadi ?


"Tidak ma, papa tidak apa-apa kok!!!


justru papa sangat senang sekarang mama sudah kembali pulih seperti semula dan kita akan berkumpul bersama-sama dengan keluarga kecil kita " kata Rangga dengan nada lirih


"Hmmmmm...kalau menurut mama , mungkin dia merasa tidak percaya diri Cha , soalnya saat kamu di operasi suami yang kamu cintai ini tidak punya uang sepeserpun


semua biaya rumah sakit mama yang tanggung, bukan begitu nak Rangga ??????" sindir mamanya Icha


"Iya sayang, apa yang di katakan mama mertua memang betul.


suami mu ini memang tidak berguna dan tidak bisa di andalkan dalam hal apapun .


maafkan papa ya ma."


"papa jangan bicara seperti itu ." jawab Icha


meskipun jarum infus masih menempel di tangan nya, tapi dia berusaha duduk lalu memeluk suaminya yang kehilangan rasa percaya diri itu .


2 hari kemudian, setelah Icha di nyatakan sembuh total ,dokter pun mengijinkan ia untuk pulang kerumah .


Setibanya dirumah


anak-anak langsung memeluk nya


"mama ...akhirnya mama Kembali, mama jangan sakit-sakit lagi ya ,kami tidak ingin kehilangan mama ,kami sangat sayang pada mama " ucap kedua anak itu

__ADS_1


"Iya sayang, mama tidak akan pergi kemana-mana kok.


mama juga sangat sayang sama kalian ".Jawab Icha


"mama sayang istrihat sebentar disini ya, papa mau beresin kamar dulu " ucap Rangga


dia meninggalkan istrinya dan masuk kedalam kamar .


Rangga masih kefikiran dengan hutang-hutang nya pada mama Mertuanya, sebelum membersihkan kamar mereka ,Rangga pun masuk ke kamar kosong yang berada di samping kamar mereka .


"aku tidak sanggup kalau mamanya Marisa terus-terusan menginjak-injak harga diriku seperti tadi, pokoknya aku harus melunasi hutang-hutang ku .


aku tidak mau di pandang rendah , aku ini bukan pria susah aku pastikan kalau dia tidak akan menghinaku hanya karena uang " batin nya


Rangga pun membuka lemari rahasia itu, pelan-pelan dia mulai mencari sertifikat rumah .


"aku akan menggadaikan sertifikat rumah dan membayar uang ibu mertua , aku kan kerja aku pasti bisa mencicil nya setiap bulan ke pegadaian " batin nya Kembali


sambil terus berusaha mencari surat-surat itu.


tapi sayang, Rangga tidak menemukannya


setelah beberapa menit dia mencari sertifikat rumah itu akhirnya dia pun membongkar semuanya tapi tetap juga dia tidak berhasil menemukan nya .


"dimana serifikat rumah ku, aku kan menyimpan nya di sini" batin nya kembali


Karena tidak sabar ,Rangga pun berteriak


memanggil semua orang yang berada di rumah itu .


"Ayah ,ibu ,Icha ,fajar kila "Teriaknya


semuanya pun datang


"Ada apa nak ???


kenapa kamu berteriak - teriak memanggil kami" jawab ayah nya


"Ayah, apakah kalian melihat sertifikat rumah ini ???


aku menyimpan nya disini, tapi sekarang tidak ada !


apa ada yang melihatnya????" tanya nya


"Tidak !


masuk ke dalam kamar ini saja kami tidak pernah, bagaimana bisa kami melihatnya ???


lagian kan kamar ini dikunci setiap hari nak !


coba ingat-ingat lagi jangan-jangan kamu salah simpan " sambung mamanya Rangga


"Tidak Bu, aku tidak salah !


aku sangat yakin, kalau aku menyimpannya dengan sangat rapih di dalam lemari ini " jelas Rangga

__ADS_1


perasaan nya mulai tidak tenang .


__ADS_2