Suamiku Duda Beranak 2

Suamiku Duda Beranak 2
Terjebak di puncak keindahan


__ADS_3

jam 5 pagi Pintu keluar puncak pun di buka .


dari kamar villa itu sudah terdengar bunyi klakson mobil dan motor yang sangat berisik .


"Ihhh berisik bangat sih " Marisa berusaha manarik bantal guling ingin menutup kedua teilnga tapi bukan bantal yang dia tarik melainkan tangan Rangga .


"Apa ini kok bukan seperti bantal sih " batinnya dia membuka kedua matanya dan menoleh ke arah samping kirinya


dia lupa kalau saat ini dia sedang tidur di kamar dengan suami orang .


dan yang membuat dia kaget setengah mati ,saat ia melihat dirinya yang tidak memakai sehelai kain pun .


dia langsung menarik selimut dan membalut dirinya .


"pak Rangga bangun pak . .ayo bangun "


Rangga pun bangun


"Iya cha ada apa kamu kenapa ???"tanya pria yang berusia 36 tahun itu sambil mengucek-ucek matanya .


"kenapa bapak Melakukan ini pada saya??


bapak benar-benar Tega !


bapak sudah merenggut kehormatan saya . saya tidak mau tau pokoknya bapak harus bertanggung jawab atau tidak maka saya akan melaporkan bapak ke polisi atas tuduhan pemerkosaan" Marisa terus menangis dan memukul Rangga


Rangga pun mencoba menahan kedua tangan Icha yang terus memukulnya


"Marisa kenapa kamu jadi menyalah kan saya ?


kita melakukan nya karena sama-sama mau.


saya juga tidak memaksa mu sedikitpun.


lagi pula aku tidak merenggut kehormatan mu , kamu kan tidak perawan lagi .


kenapa kamu jadi menjebak saya dan mengancam saya seperti ini "cercah Rangga


dia tidak ingin Marisa menyalahkan nya ,karena memang tadi malam Marisa sendiri yang sengaja memancing nya dan memegang-megang kejantanannya.


pria mana yang sanggup menahan syahwatnya kalau kejantanannya sudah di remes-remes .


"Terus kalau saya hamil gimana pak ???" tanya marisa lagi


dia pun mulai memelankan nada suaranya .


karena Marisa terus menangis tanpa henti Rangga pun memeluknya .


"Marisa sayang , tenang saja ya !!


aku pasti akan tanggung jawab kok ,aku tidak akan lari karena ini adalah kesalahan kita berdua ,aku akan menikahi mu . tapi tunggu istriku meninggal dulu " Kata Rangga .


"benar ya pak , bapak jangan membohongi ku " jawab Marisa .


setelah Marisa mulai tenang, Rangga pun mengajak nya pulang .


"Pak antar saya ke kampus aja ya " pintanya


"Iya my princess " jawab Rangga

__ADS_1


dia langsung mengantar Icha ke kampus .


setelah mengantar Icha ,lalu Rangga pun pulang


"Ada apa dengan mu Cha ,tumben hari ini kamu kucel dan dekil ???" tanya salah satu teman satu ruangannya


Icha yang biasanya tampil cantik dan perfeksionis. hari ini dia terlihat lebih kucel karena baju yang dia pakai sudah 2 hari menempel di badannya ,bahkan aroma tubuhnya sangat tidak enak di cium . Icha yang hari ini berbeda dengan Icha yang biasa.


Wajahnya juga pucat tanpa make up .


tapi karena hari ini ada ulangan terpaksa di harus masuk , tanpa membawa tas kuliahnya .


Sedangkan Helen ,Shinta dan Karina hanya memperhatikan penampilan Marisa, mereka masih marah pada Icha .


"Shin pinjam buku dan pulpen mu dong" bisiknya pelan


"maaf Cha ,cuma bawa satu " ketus Shinta


"kalau kamu Rin ???" tanya nya lagi pada Karin


"Sama cuma bawa satu "


Lalu ia pun bertanya untuk yang terakhir kalinya pada Helen , tapi dia yakin kalau Helen pasti membawa pulpen bukan cuma satu .


sebelum dia bertanya pada Helen ,Helen pun langsung menjawab


"Maaf Cha ,aku juga cuma bawa satu "


Marisa pun marah pada ketiga sahabatnya .


" Kalian bertiga kenapa sih setiap apa yang aku tanya selalu di jawab dengan ketus .


apa memang seperti ini sifat kalian ,tidak mau menolong teman yang sedang kesusahan"


karena tidak tahan dengan sifat Marisa yang seenaknya pada mereka ,Karin pun berdiri dari kursinya


" Harusnya kamu sadar diri , kenapa kami mendiamkan mu begini .


ingat ya Icha semua orang punya batas kesabaran . dan kesabaran kami sudah habis " Bentak Karin


"Sudah Rin, Icha


memang seperti itu . tidak usah di ladenin" Helen mencoba menenangkan Karina


"Oke baiklah . .sekarang cukup tau saja gimana kalian .


mulai sekarang aku tidak mau berteman dengan kalian lagi "


Marisa marah dan dia melangkah keluar


saat ia mau keluar tiba-tiba ibu dosen pun masuk .


akhirnya merisa mundur secara teratur dan kembali ke kursinya .


"Oke anak-anak sebelum kita memulai ujian ,ibu kasih waktu untuk kalian membaca buku selama 5 menit.


Dimulai dari sekarang "


mahasiswa pun langsung mengeluarkan buku dari tas dan fokus membaca buka ,karena waktu yang diberikan dosen cukup singkat

__ADS_1


"Marisa ,kenapa kamu tidak ikut belajar ?


memangnya kamu sudah sudah menguasai semua materi soal-soal yang akan saya berikan nanti ????" tanya dosen galak itu


Teman-teman satu ruangannya hanya tertawa ,karena mereka tahu kalau otak Icha tidak ada isinya .


"Mungkin dia betah menjadi mahasiswa abadi kali bu " sahut salah satu mahasiswa yang bernama Putra


5 menit kemudian


Dosen itu pun sudah selesai membagikan kertas soal ujian untuk mahasiswanya .


"Selamat mengerjakan dan jangan berisik" ujar dosen tersebut


Karena kasihan pada Icha , akhirnya Helen pun mengeluarkan pulpen nya dari tas .


"Ini Cha ,kamu pake aja dulu gak apa-apa kok "Kata Helen


Setelah ujian selesai, Marisa pun meminta maaf kepada teman - temannya .


"Guys maafin aku ya, tidak seharusnya aku marah - marah seperti tadi .


tapi aku bingung kenapa kalian bertiga marah padaku ???" tanya nya


lalu Helen pun memberitahu kejadian yang terjadi tadi malam .


untuk yang terakhir dan pertama kalinya Helen mengingatkan supaya Marisa tidak menyakiti Alex lagi .


karena Helen kasihan pada Alex .


"Ya ampun guys .


aku benar-benar tidak tau kalau Alex melakukan semuanya untuk ku .


andai aku tau pasti aku tidak akan pergi dengan pak Rangga dan kejadian jam 2 malam itu tidak akan terjadi " Marisa keceplosan tanpa dia sadari dia sudah memberi sinyal pada ketiga temannya itu untuk mengetahui kejadian antara dia dan juga Rangga jam 2 malam tadi


"Kejadian . .kejadian apa Cha ????" Tanya Shinta penasaran


"Ti . .tidak ,tidak ada kejadian apa - apa kok .lupakan saja" timpal nya


Saat mereka sedang asik mengobrol , suaminya Helen pun datang menjemputnya


"guys aku duluan pulang ya bye . ."


"aku juga balik duluan ya guys, perutku dari tadi sakit pengen boker " kata Shinta


Helen pun menatap Karin .


"Kamu di jemput ga Rin ??


kalau kamu di jemput aku nebeng ya " seru Icha


"tidak, hari ini semuanya sibuk dan tidak ada yang bisa menjemputku . rencananya aku mau naik angkot .


kamu mau naik angkot juga ???" tanya Karin


Marisa pun menggelengkan kepalanya .


Mereka berdua menunggu angkot di halte depan gerbang kampus .

__ADS_1


__ADS_2