
Mereka semua masih saja terus sibuk mencari sertifikat rumah itu .
"tidak mungkin sertifikat rumah ini hilang, karena tidak ada orang lain yang masuk kedalam rumah ini, ayah dan ibu juga tidak pernah keluar dari rumah ini meski hanya sedetik saja. pasti kamu yang sudah salah menyimpan nya .
coba di ingat-ingat lagi nak"lagi-lagi ibu nya Rangga terus meyakin kan putra nya itu kalau sertifikat rumah itu tidak hilang, tapi masih ada di dalam rumah itu walaupun belum tau pasti dimana tempatnya .
"Ooo...iya ma, sekarang aku ingat !! yang terakhir tidur di kamar ini kan mama mertua .
coba tanya mereka dulu , siapa tau mereka melihat surat - surat itu " Kata Rangga pada Marisa
"Ooo..iya benar kata Rangga, yang terakhir tidur di kamar itu kan memang orang tua nya Icha, dan aku juga melihat Sepertinya ada yang tidak beres , dan kenapa kamaren dia tiba -tiba sangat baik pada ku .
jangan . .jangan " batin ibu nya Rangga , dia mulai berfikiran negatif tentang besan nya
Icha yang baru saja keluar dari rumah sakit itu pun langsung meraih ponselnya dari dalam tas ,dan mencoba untuk menghubungi mamanya .
Kringgg . .Kringgg . .Kringg
berkali - kali dia menelpon mamanya, tapi sayang sekali, mama nya tidak mengangkat telpon dari nya .
"telponnya tidak di angkat pa ???
gimana dong !"ujar Icha
perasaannya juga mulai tidak enak.
"begini saja,
kalau memang mama mertua mu tidak mengangkat telpon, lebih baik kamu kesana bertanya secara langsung nak, jangan menyepelekan masalah ini ." sambung ayah nya Rangga
"Iya . .ayah benar juga " jawab Rangga
dia langsung cepat - cepat mengambil kunci mobil ,dan sepertinya ia akan pergi menemui mama mertuanya .
"papa...mama ikut ya " Kata Icha
"Sayang, mama kan baru pulang dari rumah sakit.
mama masih butuh istrihat, mama tidak usah ikut ya ,lebih baik mama istrihat saja di kamar , biar papa saja yang pergi kesana " ucap Rangga
"mama kan bisa istrihat di mobil pa,pokoknya mama mau ikut, please !!!!
mama juga tidak bisa tenang sebelum sertifikat rumah itu di temukan " jawab Icha
karena ia tetap kekeh dan terus memaksa minta ikut, Akhirnya Rangga pun menuruti kemauan istrinya itu .
Setelah masuk kedalam mobil, Rangga langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi, dia tidak sabar ingin cepat-cepat sampai di rumah mama mertuanya , dan berharap ada kabar baik yang ia dapatkan disana nanti .
Setelah satu jam kemudian , tidak terasa akhirnya mereka pun tiba disana .
__ADS_1
Tok. .tok . .tok . .
"Assalamualaikum " ucap keduanya dari luar
"Walaikumsalam " jawab mamanya Marisa dari dalam dan membuka pintu
"Loh, ada Icha dan Rangga .
ayo silahkan masuk !!!!!" pinta mamanya Marisa
kebetulan saat itu ,mamanya Marisa baru saja pulang belanja, dia belanja barang-barang yang selama ini dia inginkan .
di atas sofa baru dan empuk itu terlihat tas-tas belanjaan yang belum di bongkar .
tangan, leher dan juga jari manis mamanya juga bergantungan dan di penuhi emas dan berlian.
"Ooo...iya kebetulan sekali kalian datang kemari, mama punya hadiah untuk kalian " ucap nya
dia memberikan baju untuk Icha dan Rangga .
"mama tau ,pasti kamu sudah lama tidak dibelikan Rangga baju baru kan Cha ???
makanya sekarang mama belikan baju untuk mu dan untuk suami mu ini juga , semoga kalian suka "
Rangga langsung kepanasan , karena ia selalu di rendahkan . karena sudah merasa tidak tahan lagi, dia pun langsung mengatakan apa tujuan utamanya datang kerumah mertuanya itu .
"mama mertua , sebenarnya kami kesini karena kami ingin menanyakan sesuatu "
apakah kira-kira pertanyaan mu itu penting ?" cercah nya sambil terus memamer-mamerkan perhiasan barunya
dia juga menatap Rangga dengan sinis, seolah-olah pertanyaan Rangga itu tidak lah penting .
"Iya ma penting bahkan Sangat penting .
saya mau tanya ma ,saat mama dan papa mertua menginap dirumah kami, apakah mama dan papa mertua melihat sertifikat rumah saya ?????
soalnya Sertifikat rumah saya hilang ,tidak tau kemana
padahal sudah jelas-jelas saya menyimpannya di dalam lemari " jelas Rangga
"Ohhh. .jadi kalian kesini untuk menanyakan barang-barang yang hilang di rumah kalian begitu ?
jadi secara tidak langsung kalian sudah menuduh , kalau kami lah yang mencuri nya begitu kan maksudnya ?????" bentak mamanya Marisa
dia sebenarnya sudah mulai takut, tapi untuk menutupi rasa ketakutan nya dia berpura-pura tegas dan seolah - olah tidak terima kalau dia sudah di tuduh mencuri .
"mama . .jangan salah paham dulu, maksud mas Rangga bukan seperti itu !!
mas Rangga kan hanya ingin bertanya , kenapa mama jadi marah-marah seperti ini !
__ADS_1
kami sedang pusing ma, tolong jangan memperkeruh suasana lagi , kalau memang mama tidak melihat cukup katakan tidak "
"Cukup Icha !!!
mama sudah paham apa maksud kalian, tidak usah membela suami mu terus - terusan.
lebih baik kalian pulang sekarang " mamanya Marisa mengusir mereka
"Baiklah ma...kalau begitu kami akan pulang .
kalau memang pertanyaan kami membuat mama tersinggung tolong maafkan kami ".ucap Marisa
karena di usir , Sepasang suami istri itu pun langsung beranjak dari tempat duduk mereka
saat mereka akan hendak keluar menuju pintu ,kemudian dengan waktu yang bersamaan datang lah dua orang pria dengan berpakaian rapih dengan kemeja putihnya , mereka datang membawa sebuah koper kecil yang berwarna hitam .
"permisi " ucap kedua pria itu
"Iya pak ,ayo silahkan masuk " jawab mamanya Marisa
setelah kedua pria itu masuk, mamanya Marisa langsung mengunci pintu dari dalam .
dia tidak ingin menantu dan putri nya mengetahui kalau kedua orang itu datang membawa uang untuknya .
"Bu, kami sudah menyiapkan uang yang ibu minta
silahkan dibuka "
mamanya Marisa langsung membuka koper kecil itu .
"Wawwww. .ini semua uang asli ?
aku tidak salah lihat kan ?
akhirnya sekarang aku benar-benar menjadi sultan ,semua orang di kampung ini juga pasti segan padaku "ucap nya
"Iya benar Bu, ini adalah uang asli .
lalu dimana sertifikat rumah yang ibu janjikan, sebelum surat itu ada di tangan kami, uang ini tidak akan menjadi milik ibu sepenuhnya " kata kedua pria itu
"Aman pak , sertifikat itu ada . tunggu sebentar ya " mamanya Marisa masuk kedalam kamar dan dia mengambil sertifikat itu
"Ini sertifikat rumah nya pak, saya juga bisa mengantar bapak-bapak sekalian untuk melihat lokasi rumah itu, pokoknya bapak tidak akan menyesal karena lokasinya sangat strategis .
mau di jadikan rumah atau mau di bongkar dan di jadikan tempat usaha sangat cocok "
Setelah melihat lokasi di peta dan juga luas tanah ,kedua pria itu merasa sangat beruntung mendapatkan rumah itu .
"Iya Bu , terimakasih ya !
__ADS_1
senang bisa bekerja sama degan ibu, kalau masih ada rumah yang akan di jual tolong kabari kami " ucap kedua pria itu
awalnya ,mamanya Marisa hanya menggadaikan sertifikat itu ,tapi karena dia sudah keasikan menerima uang banyak, tanpa berfikir panjang dia pun langsung menjual rumah mewah itu .