
Baru saja Rangga dan Marisa tiba dirumah ,ibu nya Rangga pun langsung bertanya
"Nak, gimana ???
apakah ada berita baik yang kalian bawa dari sana ???
ayo ceritakan pada ibu " kata ibu nya Rangga
karena sudah tidak sabar, makanya dia terus bertanya
"tidak Bu, kami tidak dapat jawaban apa-apa .
justru kami di usir dari rumah ibu mertua, karena dia merasa kalau kami sudah memitnah dan menuduh mereka " jawab Rangga
sambil menyandarkan tubuhnya di sofa
mendengar jawaban Rangga ,ibunya merasa sangat lemas .
sesekali dia juga menatap ke arah Marisa yang masih terlihat lemas itu juga .
"Yaudah gak apa-apa ,tidak usah bersedih begitu .
mungkin memang benar kalau mertuamu tidak melihatnya ,makanya dia tersinggung.
kalau begitu ayo kita cari lagi . kita bongkar semua isi rumah ini . ibu yakin pasti kita menemukan nya " kata ibu nya Rangga lagi
"iya pa , benar apa yang dikatakan nenek .
kita pasti akan menemukan surat surat itu ,ayo semangat pa .
kami juga akan membantu papa mencarinya " kata fajar dan akila secara bersamaan
"Hmmmmm .. sayang terimakasih ya , kalian memang anak -anak yang sangat pengertian .
papa bangga punya anak seperti kalian. kalau begitu lets go . .mari kita cari sama - sama "
Rangga mulai bersemangat karena semua orang meyakin kan dia kalau surat sertifikat rumah itu tidak hilang tapi masih ada di dalam rumah itu .
Rangga bangun dari tempat duduknya, sepertinya mereka akan mulai melakukan pencarian lagi .
tapi saat akan melakukan pencarian yang ke beberapa kalinya tiba-tiba dari luar rumah ada orang yang datang dan mengetuk pintu .
Tok . .Tok . .Tok . .
"Permisi " ucap tamu yang tak di undang itu dari luar .
"Iya . .tunggu sebentar" jawab Marisa
dia berjalan ke arah pintu , kemudian dia pun membuka pintu itu .
saat melihat tamu yang datang, Icha sepertinya agak sedikit kaget .
karena tamu yang datang kerumah mereka saat itu adalah orang yang sama , dengan orang yang datang bertamu kerumah orangtua nya tadi siang .
"Siapa mama ????" tanya Rangga
"ti. .tidak tahu pa " jawab Icha dengan gugup
__ADS_1
akhirnya rangga pun mendekati istrinya dan ikut kaget juga melihat pria yang sedang berdiri tegap di depan nya
"Loh , kalau tidak salah bapak-bapak ini kan orang yang datang kerumah mama mertua saya tadi siang " ucap Rangga
"Iya benar pak .
kami juga melihat bapak dan ibu tadi dirumah klien kami .
O....iya perlu bapak tahu tujuan kami kesini untuk memberitahu supaya bapak dan ibu segera meninggalkan rumah ini dalam waktu dekat .
karena sebentar lagi rumah ini akan segera di robohkan dan di jadikan rumah sakit " ucap kedua pria itu
"Maksud bapak apa ya ????
saya tidak mengerti " Jawab Rangga
dia benar-benar tidak mengerti maksud ucapan kedua pria itu .
"bapak tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti ?
rumah ini sudah di jual kepada bos kami, dan bos kami menyuruh agar bapak dan seluruh keluarga bapak meninggalkan ruma ini secepat nya "
"Jangan main-main dengan saya ya, ini rumah saya .
dan saya tidak ingin menjual rumah ini kepada siapa pun dan tidak akan pernah saya jual meskipun itu dengan harga yang sangat tinggi .
pergi dari sini, atau saya akan panggilkan securiti komplek untuk mengusir kalian " kata Rangga
"Wah, sepertinya bapak sendiri yang ingin bermain-main dengan kami .
kalau memang bapak tidak percaya lihat saja ini " ucap kedua pria itu
Rangga pun melihat bukti itu, tangannya langsung gemetaran ,jantungnya berdetak dengan sangat kencang .
"tidak, ini tidak mungkin .
kalian pasti sudah berbohong, kalian ini penipu ." kata Rangga lagi
dia masih tidak percaya kalau rumah itu sudah di beli oleh orang lain, meskipun di dalam surat itu sudah jelas bahwa memang rumah itu sudah dijual dan di tanda tangani oleh beberapa orang, pihak pembeli, notaris dan pihak yang menjual
Karena tangan Rangga sudah gemetaran,Marisa pun langsung meraih surat itu
dan dia juga membacanya, betapa kagetnya ia setelah tahu di dalam surat itu ada nama dan tanda tangan mamanya .
"Astagfirullahaladjim.
ini tidak mungkin " ucap nya
"Apa nya yang tidak mungkin bu?
apakah menurut ibu surat-surat ini masih kurang jelas ????
kami akan berikan kesempatan 2 hari untuk bapak dan ibu membereskan semua barang-barang setelah itu segera tinggalkan rumah ini, kalau tidak mohon maaf kami akan mengusir kalian dengan secara paksa " ucap kedua pria itu
setelah selesai memberikan peringatan kepada keluarganya Rangga, lalu kedua pria itu pun pergi
setelah kedua pria itu pergi Rangga, Icha dan orangtuanya Rangga seperti orang linglung .
__ADS_1
"ini tidak mungkin " teriak Rangga
dia melemparkan dan memecahkan beberapa pot kaca ke lantai .
"Papa tolong kendalikan diri papa , tenang lah dulu " ujar Icha
dia mencoba menenangkan suaminya itu dalam pelukannya
Rangga langsung melepaskan pelukan Icha , dia teringat bawa tadi ia sempat melihat nama orang tua Icha di surat itu .
"Kurang ajar !!!
jadi ini semua ulah mereka , aku tidak akan mengampuni mereka .
lihat saja aku akan memberikan pelajaran dan mereka harus mengembalikan sertifikat rumah ini "
dia berdiri lalu berjalan ke arah pintu luar dengan wajah marah .
"papa sayang mau kemana ????" tanya Icha
"lepaskan aku!!!
ini semua pasti gara-gara orangtuamu , pantas saja beberapa terkahir ini orangtua mu banyak uang ,aku tidak akan mengampuni mereka " cercah nya
dia menarik tangan nya dari Icha
dan masuk kedalam mobil, dengan tidak sabar Rangga langsung melajukan mobilnya
"Papa . .tunggu dulu jangan pergi !!!" teriak Marisa ,dia mencoba menghentikan suaminya tapi sayang suaminya memang sudah tidak bisa di hentikan lagi ,emosi nya juga sudah menggebu - gebu
"Dasar istri tidak tau malu, bisa-bisa nya orangtua mu melakukan ini pada anak ku , pasti kamu kan yang sudah bekerja sama dengan ibu mu untuk mencuri sertifikat itu ,iyakan ngaku ????" teriak ibunya Rangga
"Ti. .tidak Bu, mana mungkin aku melakukan hal senekat itu .
Rangga adalah suamiku, aku juga tidak menyangka mama ku tega melakukan itu " jawab Marisa
dia berusaha membela diri
karena memang dirinya benar-benar tidak tahu apa-apa .
"Halah, tidak usah berbohong lagi .
aku tahu kalau dari awal kamu hanya ingin mengincar harta anak ku saja ,dasar wanita tidak tahu diri .
pergi dari sini sekarang juga ,aku tidak ingin melihat wajahmu lagi" ucap mama nya Rangga
"Tidak Bu, aku tidak akan pergi .
apapun yang terjadi aku akan selalu mendampingi Rangga ,dalam keadaan susah ataupun senang .
aku tidak akan pergi Bu, tolong jangan usir aku . " jawab Marisa
"mama jangan pergi , ada apa sebenarnya yang terjadi di keluarga kita ma ???
kenapa dari tadi semua orang dirumah ini menangis dan marah " tanya kila bingung
"tidak sayang ,tidak terjadi apa - apa kok . lebih baik kila ikut mama ke kamar aja yok "
__ADS_1
"jangan coba-coba mendekati cucuku , lepaskan dia, kamu tidak pantas di panggil ibu .
karena kamu memang bukan ibu nya " Ibu nya Rangga menarik tangan kila dari Marisa