Suamiku Duda Beranak 2

Suamiku Duda Beranak 2
Di Jenguk sahabat


__ADS_3

Setelah dokter kandungan selesai memeriksa keadaan perut Icha .


Rangga pun di suruh masuk ke ruangan .


"Dokter tadi dokter memanggil saya ya ???


ada apa dok ,bagaimana dengan keadaan istri saya " tanya Rangga


rasanya dia sudah tidak sabar ingin mendengar berita baik kalau dia dan juga Icha sudah kehilangan calon anak mereka .


" Kami melihat Dari hasil ronsen, sebelum istri bapak mengalami pendarahan hebat ternyata sudah sempat terjadi goncangan yang sangat keras tepat di bagian perut istri bapak


dan dengan sangat berat hati saya harus menyampaikan kalau istri bapak keguguran janin nya sudah tidak bisa di pertahankan lagi , seandainya bisa pun maka nyawa bapak sendiri yang akan jadi taruhannya . lagi pula posisi bayi juga sudah bergeser jauh dan tidak akan sama seperti posisi di awal dan besar kemungkinan bayi itu akan cacat seumur hidup . " jelas dokter itu


Mendengar penjelasan dari dokter ,Rangga sangat senang.


karena tidak sia-sia ia menduduki perut istrinya sampai merintih kesakitan .


"Iya dokter terimakasih banyak dokter ,dan dokter sudah melakukan tindakan yang tepat karena saya juga tidak ingin calon bayi kami membahayakan nyawa istri saya, saya tidak mau kehilangan istri untuk yang kedua kalinya " Jawab nya dengan berpura - pura sedih .


lalu dokter itu pun pergi meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan.


setelah dokter itu pergi mereka pun langsung bersiap-siap untuk pulang , walaupun sebenarnya malam itu dokter kandungan belum mengijinkan Icha dan Rangga untuk pulang .


tapi mengingat tidak ada yang menjaga kedua anak nya di rumah tetap saja mereka memaksa untuk pulang.


Setelah mereka pulang dan tiba di rumah Icha masuk kedalam kamar ,dia menangis tersedu-sedu rasanya dia tidak percaya kalau sekarang dia sudah kehilangan calon bayi nya yang ada di dalam perutnya .


"sayang jangan menangis terus seperti ini dong , mungkin memang sudah takdir nya seperti itu " Rangga memeluk Icha dari belakang


tapi Icha tidak menjawab apa yang di katakan suaminya itu .


Icha merasa bersalah dan menyesal karena sebelum kejadian ini terjadi, kamaren saat di kampus juga dia sempat menekan-nekan perutnya .


"maafkan mama nak, mama tau kamu pasti marah sama mama kan makanya kamu tidak mau berlama-lama di perut mama " batin nya


dia terus menangis dan setelah lelah menangis akhirnya ia pun ketiduran .


Keesokan harinya


Icha masih terbaring di kasur , selain karena belum sembuh sepenuhnya dia juga masih merasakan kesedihan .


Untung saja Rangga yang keras kepala itu memaklumi kondisi istrinya


"Mama sayang, mama istirahat aja ya,


papa mau antar anak-anak sekolah dulu,dan jangan lupa makan ya. papa udah masakin makanan buat mama di dapur " Rangga mencium kening istrinya .


setelah itu ia pun berangkat kerja sekalian mengantar anak-anaknya .


Ditempat yang berbeda

__ADS_1


Shinta ,Helen dan Karin sedang sarapan di kantin sambil menunggu dosen .


"Icha dimana ,kok belum datang jangan-jangan dia telat lagi ".ucap Shinta


"iya ya kok belum datang ,coba telpon aja Rin "sambung Helen


Kemudian Karin pun mengeluarkan ponselnya dari dalam tas


Kringgg . .Kringg . .Kringg


"Halo assalamualaikum,ada apa Rin ????" jawab Icha


suara nya terdengar sangat lemas


"Icha kamu kenapa ,kamu sakit ya ????" tanya Karin


" iya Rin aku sedang sakit ,tolong permisikan aku ya Rin"


"Iya Cha ,tenang saja nanti aku akan bilang pada ibu dosen kalau kamu sedang sakit ...semoga cepat sembuh ya Cha " Ujar Karina


setelah selesai menelpon Icha mereka bertiga pun masuk ke dalam ruangan untuk mengikuti pelajaran mata kuliah .


waktu terus berputar dan tidak terasa sudah jam 1 siang


Karin ,Helen dan Shinta pun keluar dari ruangan .


"guys Icha lagi sakit , kita jenguk dia aja yok " ujar Karin


"Iya Rin boleh, tapi tanya dulu Icha ada dimana .


akhirnya mereka kembali menelpon Icha dan memastikan dimana Icha berada sekarang .


setelah tau kalau Icha sudah kembali kerumah suaminya ,mereka pun langsung jalan menuju rumah suami Rangga .


30 menit kemudian Shinta ,Helen dak karin sua tiba di depan rumah Rangga .


ini adalah pertama kalinya mereka datang berkunjung ke rumah itu .


sebelum masuk ke rumah mewah itu ,mereka bertanya pada seseorang yang kebetulan sedang lewat di depan rumah Rangga


"Bu maaf mau tanya ,apa benar ini rumah pak Rangga ????"


"Iya dek benar, mau nyari siapa ?


tapi sepertinya pak Rangga tidak ada ,dia sedang pergi kerja " jawab ibu tersebut


"kami mau bertemu dengan Marisa Bu, istrinya pak Rangga "


"Oohhhh. .jadi kalian ini teman istri muda nya rangga .


hati-hati ya dek jangan sampai kalian ketularan dengan sifat teman kalian itu .

__ADS_1


jaga martabat kalian sebagai wanita jangan jadi pelakor " Sindir ibu tersebut


ibu itu juga bilang pada mereka bertiga kalau satu komplek itu sangat membenci icha dan Rangga .


Setelah ibu tersebut pergi


barulah ketiga wanita itu berani masuk


Tok . .Tok . .Tok . .


"Assalamualaikum" Ucap mereka


"Walaikumsalam" Icha yang sudah tahu bahwa teman-teman nya itu datang untuk menjenguk nya itu pun langsung membukakan pintu .


Icha hanya pakai daster, rambutnya acak-acak an .


wajahnya pucat .


"ayo duduk guys " ucapnya


"Ya ampun Cha kamu sakit apa ???" tanya Helen


selain paling dewasa Helen juga paling sensitif dengan perasaan.


"Aku baru habis keguguran" jawab Icha


"Hah !!! keguguran kok bisa Cha ????" tanya mereka


baru kemaren mereka mengatakan kalau Icha sedang hamil tiba-tiba sekarang sudah keguguran .


tentu saja mereka kaget .


Akhirnya Icha pun menceritakan pada teman nya kejadian tadi malam .


"Astaga Icha jadi mas Rangga mengatakan kalau dia tidak sengaja menduduki perut mu padahal dia sudah tau kalau kamu hamil ???


ini pasti ada yang tidak beres .


aku yakin ini terjadi karena kesengajaan bukan karena kecelakaan.


atau jangan-jangan dia memang belum siap nambah momongan dari mu " kata Shinta


Shinta memang paling blak-blak an dia selalu berkata jujur sekalipun itu harus menyakiti lawan bicaranya .


"kamu jangan ngaco deh sin, masa iya Rangga tega melakukan itu .


kalau dia belum siap punya anak lagi terus kenapa dia harus menikahi Icha " Sambung Karin


"Jangan terlalu membela Rangga seperti itu .


kita semua kan sudah tau Rangga seperti apa orangnya , bahkan dia tega berselingkuh di belakang istrinya padahal saat itu jelas - jelas istrinya sedang sakit parah .

__ADS_1


dan sekarang bisa aja kan dia tega melakukan ini pada Icha " Kata Shinta lagi


Mereka hanya terdiam karena setelah Shinta bicara wajah Icha kembali berubah menjadi lebih sedih lagi .


__ADS_2