
melihat Rangga dan anak-anak pulang membawa barang-barang yang cukup banyak . karena penasaran tetangga mereka yang di kampung pun bertanya
"Mau liburan ya nak Rangga ?????
" tanya tetangga
"Hehe . .Bukan Bu.
lebih tepatnya sih pindahan , mulai sekarang saya dan anak-anak akan tinggal disini " jawab Rangga
"Wah ini benar - benar suatu kebanggaan buat kami , karena nak Rangga yang dulu nya jaya dan tinggal dikota sekarang tiba-tiba memutuskan untuk tinggal di pedesaan.
jarang loh, orang seperti nak Rangga yang sudah sukses tapi tidak melupakan kampung halaman nya
Oooo. .iya istri kedua mu dimana ????" tanya tetangga itu lagi .
karena dari tadi ,dia hanya melihat Rangga dan anak-anak saja .
"Bu, sudah dulu ya !!!
soalnya saya sedang sibuk dan saya juga harus menyusun barang-barang ini terlebih dulu ke dalam rumah ." jawab Rangga
"Ooo...iya silahkan Monggo ,maaf ya!!!"timpal tetangga mereka itu
Setelah Rangga ,ibu ,ayah dan juga anak-anak masuk kedalam rumah .
mereka pun istrihat sejenak, Rangga masih tidak percaya kalau sekarang hidup nya benar-benar sudah berubah 100% .
sekarang ia harus menerima takdir nya, kembali ke rumah masa kecil nya yang sederhana itu .
"pa, kata nenek dan kakek fajar dan kila akan pindah sekolah kesini .
apa itu benar pa ????" tanya fajar
"Iya jar, apa yang di katakan kakek dan nenek mu itu memang benar .
kamu dan akila akan pindah sekolah ,dan kalian akan sekolah di desa ini " jawab Rangga
"kenapa pindah pa ???" tanya fajar penasaran
"Nanti juga kamu akan mengerti !!!
untuk sementara waktu kita juga akan tinggal dirumah ini sampai papa punya uang dan bangun rumah dikota lagi " lanjut Rangga
...****************...
1 Minggu telah berlalu
__ADS_1
Rangga dan anak-anaknya tinggal di desa yang terpencil itu , keuangan Rangga juga semakin menipis .
dan dia juga tidak mau menyusahkan ibu, ayahnya yang sudah tua .
Rangga juga tidak sanggup kalau bekerja menjadi petani ,karena itu memang bukan bakatnya .
jam 10 malam ketika fajar dan akila sudah tidur , Rangga pun mengobrol dengan ayah dan ibunya .
"Bu, sepertinya Rangga akan kembali ke kota .
karena sampai detik ini masih banyak orang yang mau mempekerjakan Rangga disana .
dan gaji disana juga sangat besar Bu , ibu kan tau Rangga masih punya banyak mimpi yang harus di raih ,Rangga juga ingin menyekolahkan anak-anak ke sekolah yang lebih bagus " ucap Rangga
"Tidak nak, lebih baik kamu tinggal disini saja.
toh kita juga punya sawah dan kebun yang bisa kamu garap " sambung ayahnya
"Tapi ayah sendiri kan tau, kalau Rangga tidak bisa bertani.
ya walaupun sebenarnya dari kecil ayah dan ibu sudah mengajari Rangga bertani dan hidup susah .
lagian Rangga kan sarjana dan berpendidikan ,sayang kalau sekolah nya di bawah kesawah dan keladang"
"Yaudah terserah kamu lah !!!" ketus ayah nya
Rangga masih berharap kalau Rangga bisa sukses dan mendapatkan rumah itu kembali .
Rangga juga akan bekerja keras demi ayah ,ibu dan anak-anak " kata Rangga dengan sedikit memelas .
mau tidak mau akhirnya kedua orang tua Rangga mengijinkan keinginan Rangga yang ingin kembali ke kota , apalagi ketika mereka tahu kalau Rangga sudah tidak punya tabungan lagi dan tidak ingin bekerja menjadi petani .
cita-cita dan keinginan Rangga masih sama seperti dulu , ingin menjadi orang kaya dan tidak ingin menambah beban kedua orang tuanya .meskipun dulu ia pernah menjadi beban dan memaksa orangtuanya untuk menjual salah satu kebun mereka demi menikahi Icha .
tapi sekarang semua sudah berubah ,Rangga benar-benar berubah menjadi pria yang lebih penyayang dan jiwa pejuang,apalagi saat kondisi nya jatuh seperti ini.
supaya bisa lebih fokus pada tujuan nya ,dia pun menitipkan fajar dan akila kepada orang tuanya .
Keesokan harinya
tepat jam 7 pagi , fajar dan akila sudah siap-siap berangkat ke sekolah jalan kaki.
karena lokasi rumah kesekolah mereka tidak begitu jauh, jadi tidak perlu di antar atau di jemput saat seperti di kota dulu
fajar dan akila sedang sarapan dengan kakek dan juga nenek mereka ,tiba-tiba Rangga keluar dari kamar dengan koper nya yang lumayan besar .
"Papa mau kemana ???" tanya fajar
__ADS_1
lalu kemudian Rangga pun duduk ,pelan-pelan dia pun mulai mengatakan pada anak-anak manis itu kalau dia akan pergi ke kota mengadu nasib .
"Sayang. . .papa akan pergi ke kota , kan fajar dan kila tau kalau papa kerjanya di kota bukan disini , lagian kalau papa disini kita ga akan punya uang .kalau papa tidak punya uang gimana cara membayar uang sekolah kalian " jelas Rangga
"kami ikut papa ke kota , kami tidak mau disini .
pokoknya kemana pun papa pergi kamu mau ikut" ucap akila
"Sayang ,papa pergi gak lama kok . lagian setiap hari Minggu juga papa pasti pulang .
akila dan fajar disini aja ya, jagain kakek dan nenek .
papa janji deh, setelah papa punya banyak uang papa akan bawa kila dan fajar ke kota lagi " bujuk nya
sebenarnya ia tidak tega meninggalkan anak-anaknya ,tapi tidak mungkin juga dia membawa anak-anaknya ke kota .
apalagi mereka juga tidak punya rumah di kota lagi, Sebenarnya Rangga bisa saja mengontrak satu petak rumah untuk mereka bertiga, tapi yang ia fikirkan kalau ia sedang bekerja pastilah harus ada orang yang menjaga anak-anaknya , sedangkan saat ini ia tidak punya uang untuk membayar asisten rumah tangga .
belum lagi dengan biaya sekolah di kota jauh lebih mahal di banding biaya sekolah di desa
itulah alasan kenapa ia sengaja meninggalkan anak-anak dengan ibunya .
setelah menjelaskan pada akila dan dan fajar ,akhirnya kedua anak itu pun paham dengan keadaan yang sedang terjadi sekarang ini
"Yaudah deh pa!
kalau memang papa mau pergi gak apa-apa .
tapi papa janji pulang setiap Minggu ya , dan satu lagi papa harus janji setiap papa pulang jangan lupa bawa oleh-oleh " kata akila
"Iya sayang , papa janji " Jawab Rangga sambil melingkarkan anak jarinya di anak jari akila .
Sebelum ia berangkat, ia juga sempatkan mengantar anak- anak ke sekolah untuk yang terakhir
ya , walaupun sebenarnya sekolah kedua anak-anak itu cukup dekat .
Setelah selesai mengantar akila dan fajar , kemudian Rangga pun pamit pada orangtuanya dan dia juga menitipkan uang walau hanya sekedar jajan saja.
"Nak ,kamu hati-hati di jalan ya, fokus dengan tujuan mu .
ingat ada akila dan fajar mereka menunggu mu disini " ucap ibu nya
"Iya Bu, yah . kalau begitu Rangga berangkat dulu ya " kata Rangga
sambil menyalam punggung tangan ayah dan ibunya itu .
kemudian Rangga pun memasukkan kopernya ke dalam mobil dan langsung berangkat saat itu juga .
__ADS_1