Suamiku Duda Beranak 2

Suamiku Duda Beranak 2
Salah paham


__ADS_3

Tinnnnn !!!!


bunyi klakson mobil Rangga .


Mendengar bunyi klakson dan suara mesin mobil yang berhenti di depan rumah mereka , mamanya Icha pun langsung keluar dari rumah .


dia ingin tau siapa sebenarnya pria yang mengantar putrinya .


"Aduh . . gawatt pak , mana mama saya keluar lagi .


setelah ini pasti saya akan di marahi habis-habisan sama mama Saha " Kata Icha ketakutan


"Tenang tidak usah takut cha , kan ada saya disini !!


ayo kita hadapi orang tuamu sama-sama " Rangga memegang tangan Icha


Mereka pun keluar dari mobil


"Halo . .Selamat malam tante , apa kabar ???


kenalkan saya adalah Rangga ,mantan guru Icha waktu SMP dulu . dan tadi saya keluar dengan icha karena saya mengajari Icha bahasa Inggris , jadi dia tidak perlu mengeluarkan uang dan les privat lagi .


Ooo. .iya maaf ya Tante kalau pulang nya kemalaman "Ucap Rangga


dia pun mengeluarkan jurus andalan nya yang berpura-pura menjadi pria paling hebat dan kaya sejagad raya .


dia juga tidak lupa menyalam tangan mama nya Icha


"Ooo. .iya nak tidak apa-apa , lagian baru jam 7 kok .


mau mampir dulu gak ???" tanya mamanya Icha


ternyata benar ,mamanya Icha terkagum-kagum dengan kesopanan Rangga .


"Gak usah Tante , terimakasih soalnya saya buru-buru masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan . " Jawab Rangga


setelah berhasil mendapatkan hati calon mertuanya


Rangga yang berwajah tua itu pun langsung pamit dan pulang .


Setelah Rangga pulang , mamanya menyuruh Icha masuk dan langsung manarik rambut Icha sekuat tenaga nya .


sebenarnya dia tidak marah pada Rangga yang baru saja mengantar putrinya .


Tapi dia marah pada Icha yang sudah membohonginya ,karena tadi siang diam-diam mamanya Icha sudah pergi kerumah Helen dan kerumah Karina juga untuk memastikan apakah Icha kemaren malam benar tidur di rumah mereka . tapi ternyata mereka menjawab kalau Marisa tidak pernah tidur dirumah mereka.


makanya sekarang dia marah pada putrinya itu .


"Dasar anak tidak tau diri, bisa-bisanya kamu berbohong pada mama.


Ayo katakan dengan siapa kamu tidur kemaren malam ,pasti dengan alex kan anak janda itu . ayah dan anak memang sama saja !!! " kesalnya , dia menuduh Alex yang tidak bersalah itu


"Awww . .sakit ma !!

__ADS_1


mama kenapa lagi sih , Icha tidak pernah tidur dengan Alex . Icha tidur dirumah Helen mah . Sungguh !!!! " rintih Icha kesakitan


meskipun sudah ketahuan tetapi dia tetap berbohong kalau dia tidur dirumah Helen .


"Dasar anak tidak tahu diri, masih saja kamu berbohong pada mama . sudah jelas-jelas Helen dan Karin menceritakan pada mama kalau kamu tidak pernah menginap di rumah mereka.


lama-lama mama bisa mati berdiri gara-gara mengurus anak nakal sepertimu " cercah mamanya


mendengar suara teriak - teriak dari luar papanya Icha pun langsung keluar dari kamar , dia mencoba melerai istri dan anaknya yang sedang bertengkar itu .


"Sudah . .sudah tolong hentikan !!!


kalian kenapa lagi sih ??


tiada hari tanpa bertengkar .


apa kalian tidak malu di dengar tetangga " Ujar papanya


akhirnya mamanya pun melepaskan tangannya dari rambut putrinya .


setelah mamanya berhenti memarahi nya, Icha langsung masuk ke kamar dan mengunci pintunya dari dalam , dia takut kalau sewaktu-waktu mamanya masuk dan menjitak rambut nya seperti tadi .


"Kurang ajar , pasti Karin dan Helen sudah ngomong macam-macam sama mama ku .


makanya mamaku marah seperti tadi "Pekiknya


Keesokan harinya


karena mamanya masih marah padanya, marisa pun tidak berani bertingkah .


setelah 15 menit kemudian , Marisa pun tiba di kampus .


saat ia berjalan menuju ruangan , ada Helen, Karin dan Shinta yang memanggilnya dari belakang .


"Icha tunggu" teriak mereka bertiga secara bersamaan


tapi Icha mengacuhkan nya ,dia tidak memperdulikan teman-teman nya itu, di terus berjalan ke ruangan.


"Ada apa dengan anak itu ???


kenapa jalan nya cepat sekali " ujar Helen


"Tidak tau, mungkin dia sedang bertengkar dengan Kakek tua itu .


haha . . haha . .haha " mereka meledek Icha sambil tertawa


setelah tiba di ruangan , marisa sengaja duduk di kursi paling pojok dan menjauh dari ketiga teman nya .


"Cha kenapa kamu duduk di pojokan, sini dekat kita-kita aja duduknya " kata Shinta


kebetulan di samping Shinta memang masih ada bangku kosong .


biasanya mereka ber empat juga selalu duduk berdekatan .

__ADS_1


"aku tidak mau berteman dengan kalian , kalian adalah teman ular berkepala dua , manis di depan tapi busuk dibelakang ."cercahnya


belum sempat mereka berdebat, dosen pun datang .


dan pelajaran mata kuliah pun di mulai .


tepat jam 12 siang mata kuliah pun sudah habis .


semua mahasiswa sudah keluar dari ruangan.


sekarang hanya tinggal mereka berempat di ruangan itu .


"siapa yang kamu maksud ular berkepala dua ???" tanya Karin dia berdiri dari kursinya


"Siapa lagi kalau bukan kamu dan Helen .


aku heran deh melihat kalian , padahal aku tidak pernah mengusik hidup kalian loh . tapi kalian selalu berusaha mencampuri urusan ku .


apa kalian iri dengan kacantikan ku dan juga nasib ku yang lebih beruntung dari kalian " Tukasnya


"Maksud kamu apa Cha ???" sambung Helen


"Iya kamu dan Karin kan yang sudah mengatakan pada mama ku kalau malam Senin kamaren aku tidur dengan laki-laki" cercahnya


"Astaghfirullahaladjim.


kami tidak sebusuk itu cha, kami tidak pernah mengatakan seperti itu pada mama mu . pasti kamu sudah salah paham " Kata Helen


memang apa yang di katakan Icha sudah salah .


Helen dan Karin tidak pernah menjelek-jelek kan Icha sedikitpun .


justru orangtua Marisa yang datang kerumah Helen sambil menangis - nangis dan bertanya apakah benar kalau putri nya itu tidur dirumah helen .


Jelas saja Helen menyangkal nya dan berkata yang sejujurnya kalau malam itu Icha tidak tidur dirumahnya .


lagi pula Icha tidak menyusun rencana terlebih dulu makanya Helen tidak tau dan tidak bisa berbohong .


"Makanya Cha sebelum marah-marah kamu tanya dulu permasalahannya . jangan langsung main tuduh dan memitnah orang seenak nya .


Mama mu yang nambah-nambahin cerita malah Helen dan Karin yang kamu salah kan .


Harusnya kamu itu sadar , karena ulahmu mama mu jadi menangis " Kata Shinta


dia membela kedua teman nya yang tidak tau apa-apa itu .


Karena terlanjur malu, bukannya minta maaf malah Icha mengikuti egonya dan langsung pulang


"Mama yang sudah keterlaluan, ngapain juga dia pergi kerumah Helen dan Karin dan nangis-nangis disana .


bararti mama juga yang udah nambah-nambahin cerita .


bikin malu aja !!" pekiknya

__ADS_1


Dia benar-benar sangat malu tapi dia juga gengsi untuk meminta maaf pada teman-temannya itu .


.


__ADS_2