
kamar mess sekaligus tempat tinggal Rangga di kota sebenernya terlalu kecil , dan tidak akan cukup jika harus menampung orang banyak .
Saat di perjalanan tadi Rangga juga sudah memikirkan tentang hal itu, setelah tiba di kota ia langsung memesan dua kamar hotel mewah bintang lima yang lokasinya tepat di pusat kota .
keindahan alun-alun kota dan kerlap-kerlip bintang di langit juga sangat jelas terlihat dari balkon kamar hotel .
"Nak, kenapa kamu malah membawa kami kehotel mewah seperti ini ?
bayar hotel kan mahal nak, lebih baik uang nya kamu tabung untuk masa depan akila dan fajar " kata ayah dan ibunya
" Tidak apa-apa Bu lagian kan cuma sesekali .
lagi pula kamar mess Rangga juga sangat sempit Bu, kasihan anak-anak kalau harus tidur saling berdempetan yang ada mereka tidak akan bisa tidur nyenyak.
lebih baik ayah dan ibu istirahat saja , soalnya Rangga juga mau istrihat" kata Rangga
ia memang sudah mengantuk sejak tadi .
Rangga pun menutup pintu kamar yang di tempati orangtuanya . lalu kemudian ia masuk ke kamar sebelah .
di kamar sebelah ada putri kesayangannya yang sedang asik dengan gadget milik papanya .
dan anak laki-laki nya juga sedang duduk santai di sofa sambil menonton film kesukaannya.
Setengah jam kemudian kedua anak itu pun tidur di kasur yang sama .
" Sayang . .maafkan papa yang belum bisa menemani tidur kalian di setiap saat . tapi hari ini papa sangat senang karena sudah berhasil membuat kalian tersenyum bahagia ." ungkap nya
dia mencium kening kila dan fajar
Keesokan harinya
Rangga dan keluarganya sudah siap-siap akan berangkat menuju rumah Marisa .
Jam 10 pagi akhirnya tibalah mereka di tempat tujuan .
Tok . .Tok . .Tok . .
" Assalamualaikum"
"walaikumsalam" jawab marisa dari dalam
sekian banyak nya orang yang datang berkunjung kerumah nya, baru kali ini Icha merasa sangat kaget .
antara kaget, senang, sedih semuanya percampur jadi satu .
belum sempat Icha menyuruh mereka masuk kedalam tapi ibunya Rangga langsung memeluk Icha dan menangis .
__ADS_1
"Icha ,putriku sayang Tante mengucapkan turut berduka cita ya, kamu yang sabar ya nak huhu. .huhu. .huhu" ibunya Rangga menangis
Icha juga ikut menangis .
" iya bu terimakasih, Icha selalu sabar dan sudah iklhas menerima takdir ini " jawab Icha sambil menyeka air matanya dengan hijabnya
"Ayo pak, Bu mas Rangga . .
ayo masuk !!!"pintanya
fajar ,akila pun mencium punggung tangan mantan mama sambung mereka
setelah tamu yang datang dari desa itu duduk, kemudian Icha pun pergi ke dapur untuk membuatkan minuman, saat ia sedang didapur akila datang meyusulnya
"Mama . . eh maaf Tante bolehkah akila membantu Tante ???"tanya anak kecil itu
"Ooo...iya tentu saja boleh sayang" jawab Icha sambil tersenyum dan mencubit pelan dagu akila
akila membawa kaleng yang berisi roti sedangkan Icha membawa teh di nampan lalu kemudian mereka berdua pun berjalan ke depan bersama - sama .
"ini minumnya silahkan diminum !!!" pinta wanita berhijab panjang berwarna hitam itu
"Terimakasih Cha," ucap Rangga
dia langsung meminum teh yang di suguhkan oleh icha
" Ooo iya kalau boleh Tante tau setelah kepergian mama dan papamu, yang menemani mu disini setiap hari siapa nak ????" tanya ayah nya Rangga
"tidak ada pak, setelah kepergian mama dan papa saya hanya hidup sendiri, tapi kadang-kadang tetangga datang kesini menghibur dan menemani saya" jawab Icha
gadis kecil yang duduk di samping sebelah kiri Icha itu pun langsung memegang tangan Icha.
"Tante sekarang tidak akan hidup sendiri lagi .
kila , kak fajar dan papa akan selalu ada di samping Tante .
tante Icha maukah Tante menjadi mama kami lagi ?????"
Marisa tidak bisa berkata - kata , saat melihat tatapan sedih di mata gadis kecil itu ,saat itu juga rasanya iya ingin menjawab iya .
tapi karena dia masih menjaga martabat nya sebagai wanita dia pun mencoba untuk jual mahal .
"iya Tante,Tante mau yah jadi mama kita lagi " sambung fajar
karena kedua anak kecil itu sudah terlanjur memulainya duluan , kemudian Rangga dan kedua orangtuanya pun melanjutkan permintaan mereka yang ingin melamar Icha.
Obrolan di antara mereka sudah tidak ada kata-kata bercanda Seperti tadi , Rangga dan orangtuanya melamar Icha hari itu juga
__ADS_1
"Icha , kamu pasti tahu kan kedatangan kami kemari untuk apa ???
aku ingin melamar mu Icha , maukah kau menjadi istriku dan jadi ibu dari anak-anak ku ???"
Jantung Icha dag dig dug , dia sangat gugup .
meskipun Rangga adalah mantan suami nya, tapi entah kenapa rasa cinta itu timbul kembali seperti saat dulu ketika ia dilamar Rangga pertama kalinya.
"iya mas , aku bersedia " jawab Icha malu-malu
semuanya sangat senang mendengar jawaban dari Icha
"Alhamdulillah akhirnya kamu mau kembali pada Rangga Cha .
terimakasih banyak ya nak ,kami janji kalau kami akan selalu menyayangimu lebih dari anak menantu " kata ayah dan ibunya Rangga
Setelah lamaran dan niat baik sudah di sampaikan dan diterima sesuai dengan harapan dan impian keluarga .
mereka semua pun berangkat ke pemakaman untuk meminta restu dari kedua orangtua Icha yang sudah tiada .
dan hari itu kebetulan cuaca sangat cerah jadi tidak ada penghalang bagi mereka untuk jiarah ke pemakaman.
"Assalamualaikum ma ,pa Icha datang lagi .
tapi hari ini Icha tidak datang sendirian ma ,pa .
hari ini putri kalian ini kembali di lamar dengan pria yang sama dan kami datang untuk meminta restu dari mama dan papa " kata Icha
"Tante , om kalian tidak perlu mengkhawatirkan putri kalian ini .
mulai sekarang dia tidak sendiri lagi, saya janji akan membuat dia bahagia .
saya akan menjaga dia seumur hidup saya " sambung Rangga
Ibunya Rangga hanya bisa menangis , dia sadar kalau dirinya dan juga mamanya Icha tidak pernah cocok selama mereka besanan .
bahkan mereka saling membenci , memfitnah dan menjelek-jelakkan satu sama lain, tapi sekarang semua itu tidak akan pernah terjadi lagi .
mamanya Icha sudah tenang di alam yang berbeda dan sekarang ibunya Rangga juga sangat menyayangi Icha ,dia siap menggantikan posisi besan nya itu menjadi ibu mertua sekaligus ibu kandung untuk Marisa .
Setelah selesai jiarah ke makam mereka semua pun pulang kerumah Icha .
"sayang , kalau begitu kami pulang dulu ya , dan besok kami akan kembali lagi dengan membawa pak penghulu "
"Iya Bu " jawab Icha
Sedangkan akila tidak mau pulang, dia lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah itu menemani Tante Icha malam ini dari pada harus pulang ke hotel mewah itu .
__ADS_1