
Marisa masuk kedalam kamar , dia mandi dan mengganti baju nya yang sudah berkeringat.
Setelah itu ,dia pun merebahkan tubuhnya diatas kasur .
meskipun dia sudah merasa lelah mengahadapi banyak kejadian yang terjadi hari ini tapi matanya tidak bisa di pejamkan, karena dia masih kefikiran dengan rumah yang berantakan .
akhirnya ia kembali keluar dari kamar dan membersihkan rumah mewah itu dari sudut ke sudut .
"mama sayang, sudah lah tidak usah terlalu di paksakan .
memang nya mama tidak capek ???" ucap Rangga
Rangga masih duduk di sofa tepat di samping putri kecilnya itu .
tapi Marisa terus saja menyapu ,mengepel dan membersihkan rumah .
saat Icha sedang sibuk membersihkan rumah, tiba-tiba ponsel Rangga pun berdering panggilan masuk dari seseorang dengan nomor baru yang tidak ia kenal .
karena penasaran akhirnya Rangga pun langsung menjawab telpon dari nomor baru itu .
Kringgg . .Kringgg. .Kringgg . .
"Halo , selamat sore ini siapa ???" tanya Rangga
"Halo selamat sore juga pak, ini saya Mpok nur .
saya mau ngasih tau ,bahwa mulai perhari ini saya tidak bisa bekerja lagi dirumah bapak dan ibu. karena jantung ibu saya kumat dan saya harus kembali ke kampung ingin merawat ibu saya di sisa umurnya pak " Kata pembantu yang bernama Mpok nur itu .
"Iya Mpok tidak masalah, saya salut sama Mpok nur yang rela menghabiskan waktunya untuk mengurusi ibu nya Mpok .
tapi setelah ibu nya Mpok sembuh kan Mpok bisa kembali lagi kerja di rumah saya " jawab Rangga lewat telpon itu
karena dia merasa , pekerjaan wanita itu sangat rapih dan bersih, asisten rumah tangga itu juga sangat dekat dengan gadis kecilnya jadi dia masih berharap kalau Mpok nur akan kembali lagi bekerja di rumah nya.
dan akan lebih sulit lagi bagi Rangga untuk mencari pembantu baru yang bisa bekerja seperti Mpok nur .
"Iya pak , tapi saya tidak janji .
kalau begitu sudah dulu ya pak, sisa gaji saya tolong bapak transfer ke rekening saya aja"
Setelah telpon nya mati, lalu Marisa pun bertanya untuk memperjelas apa yang barusan dia dengar .
"jadi mpok nur pulang kampung pa ???" tanya nya
__ADS_1
"Iya mama sayang .
Mpok nur pulang kampung ,Selama dia di kampung gak apa-apa kan kalau mama yang mengurus rumah dan anak-anak dulu ??
atau apa perlu papa Carikan pembantu baru ???" tanya Rangga basa-basi
"Tidak usah pa . biar mama aja yang mengurus rumah dan juga anak-anak .dari pada uang nya mubajir menggaji pembantu lebih baik uang nya di tabung saja untuk masa depan kita nanti " jawab Icha
Entah apa yang terjadi dengan Icha, tiba-tiba saja sikapnya menjadi lebih dewasa dan bijak seperti layaknya ibu rumah tangga yang sesungguhnya.
"mama yakin ????" tanya rangga lagi
Rangga pun turut senang dengan perubahan yang terjadi pada istrinya itu .
Tadi pagi istrinya itu sudah rela menghabiskan yang demi melunasi cicilan rumah, dan sekarang istrinya itu membersihkan seluruh ruangan yang ada dirumah itu .
Karena kebetulan Icha memang sedang libur kuliah jadi waktunya pun lebih banyak di rumah untuk keluarga .
Saat mereka sedang asyik mengobrol tiba-tiba akila pun terbangun dari tidur nya .
"papa dan mama udah pulang ???" tanya nya dengan mengucek-ucek kedua matanya
"iya sayang , Kila udah bangun ???
capek ya ????" tanya Rangga
Ternyata sebelum Mpok nur mendapat telpon dari orang tua nya yang ada di kampung, dia masih sempat menjemput akila dan fajar kesekolah.
bahkan Mpok nur juga masih sempat mengantar fajar ke tempat les nya yang tempat nya tidak jauh dari komplek mereka.
Mpok nur berpamitan pada akila ,tapi karena akila tidak ingin Mpok nur pergi meninggalkan dirinya akhirnya dia pun menangis dan sampai ketiduran di sofa .
"Sayang untuk ke depan nya apapun yang terjadi ,akila harus mengunci pintu dari dalam ya.
untung papa dan mama yang datang, kalau tiba-tiba yang datang adalah penjahat lalu mereka menculik akila gimana ?????" Ujar Rangga
"Namanya juga anak kecil pa, mana ngerti " sahut Marisa
"Iya ,justru karena masih kecil ma jadi papa harus ngasih tau ,supaya akila juga tahu gimana cara menjaga diri sendiri .
kila paham kan ????"
"Iya pa paham !!
__ADS_1
tapi kila masih kangen sama Mpok nur pa Huhu. .huhu. .huhu ".akila masih terus menangis
dia menghiraukan yang di katakan papa dan mama sambung nya , karena yang ada di dalam benak nya saat ini adalah dia hanya ingin Mpok nur tetap tinggal dirumah itu dengan mereka
Setelah selesai tugas rumah , Marisa pun mengajak kila untuk masuk ke dalam dan segera mengganti baju seragam sekolahnya .
"Kila sayang ayo kita ke kamar dulu, besok kan masih sekolah dan bajunya masih mau di pakek besok " kata Icha
dia membawa kila masuk ke dalam kamar .
sedangkan Rangga hanya bisa tersenyum melihat kebaikan dan ketulusan istrinya yang sesungguhnya.
"Betapa beruntung nya aku menikah wanita cantik, gesit dan rajin serta penyayang seperti Icha .aku harap Icha tulus mencintai anak-anak ku bukan hanya di depan ku saja." batin pria berwajah tua itu
setelah tiba di kamar ,Marisa pun menyuruh kila mandi , saat kila mandi Icha mengambil baju kila dari dalam lemari.
"kila sayang setelah selesai mandi pakai baju yang di atas kasur ya, mama udah siapin tuh jangan di bongkar lagi lemarinya " teriak Icha dari luar
"iya mama sayang." jawab kila dari dalam kamar mandi
Beberapa jam kemudian
fajar pun pulang dari tempat les nya
"Assalamualaikum " ucap fajar
dia mencium punggung tangan papa dan mama tirinya .
"Walaikumsalam, gimana les nya jar ???"tanya papa nya
"masih sama seperti hari-hari biasa pa,.fajar dapat nilai 100 lagi " jawab fajar dia membuka tas nya dan menunjukkan hasil nilainya hari ini pada papanya .
"bagus , pertahankan ya jar !!
papa tidak butuh apa-apa dari kamu, papa hanya ingin kamu bisa membuktikan pada papa kalau tahun ini kamu harus jadi juara lagi ".ucap Rangga
"Iya pa, papa tenang saja ".jawab fajar dengan rasa percaya dirinya yang tinggi .
tapi saat sedang mengobrol dengan papa nya , tiba-tiba perut fajar berbunyi mungkin cacing-cacing yang ada di dalam perut nya sudah tidak sabar ikut makan juga .
"sepertinya fajar sudah lapar ya ????
kalau sudah lapar jangan di tahan-tahan lagi, Sana ke dapur makan" Seru Icha
__ADS_1
karena fajar sudah SMP dan sudah mandiri dan bisa mengambil nasi sendiri jadi diapun langsung pergi ke dapur untuk mengambil nasi dan lauk nya sendiri .
biasanya kalau ada Mpok nur ,tanpa di minta dia pasti sudah menghidangkan makanan untuk fajar , tapi sekarang fajar harus mandiri karena sudah tidak ada pembantu di rumah mereka lagi .