
Keesokan harinya
tepat jam 8 pagi , Rangga pun masuk ke kamar fajar anak pertamanya itu .
"fajar . .kamu siap - siap sekarang ya karena sebentar lagi kita akan pergi liburan ke pantai"
Fajar yang dari tadi asik main game itu pun menjawab perkataan papa nya.
"Iya pa , Ooo. .iya ngomong - ngomong memang nya kita mau berangkat jam berapa sih pa ??" tanya fajar
"bukan kah tadi malam papa udah bilang , masa udah langsung lupa lagi sih jar. .jar ,lama-lama kamu udah kayak kakek-kakek aja ,sedangkan kakek mu aja masih ingat .
kita berangkat nya jam 10 an nak .
dan papa kesini ingin mengingatkan fajar , supaya tidak lupa lagi . pokoknya saat berangkat nanti papa tidak mau dengar alasan kalau fajar belum siap ngertikan !! " ucap Rangga
"Heheh. .ohh iya fajar lupa pa maaf !!" Jawab fajar
Rangga juga tahu kalau fajar adalah tipe anak remaja yang paling malas kalau dia ajak keluar , dan dia lebih senang menghabiskan waktunya di rumah ,tidur ,belajar ataupun main game .
fajar persis seperti sifat almarhum ibunya , yang Malas keluar ataupun jalan - jalan .
makanya Rangga sengaja datang ke kamar anak laki-lakinya itu untuk mengingatkan kembali kalau hari ini mereka akan pergi liburan .
Setelah selesai mengobrol dengan fajar, lalu Rangga pun keluar dari kamar
dan dia mendapati mama dan papa mertuanya sudah kelihatan rapih . dari penampilannya seperti mereka sedang siap-siap untuk pulang .
"Loh mama dan papa mertua mau kemana ???" tanya Rangga
"Kami mau pulang dulu Rangga,soalnya ibu mertua mu ini mendesak ingin buru-buru pulang .
padahal di rumah juga kami tidak punya kerjaan " jawab papa nya Marisa dengan sedikit memelas
"Kenapa mesti pulang secepat ini sih pa,ma !!!
kan kita mau mau liburan untuk merayakan keberhasilan Marisa putri kalian .
pulang nya nanti saja ya !! " bujuk Rangga
tapi entah kenapa mama nya Marisa terlihat gugup dan dia terlihat seperti ketakutan dan tergesa-gesa .
Meskipun Rangga sudah mencoba menahan mereka, tapi tetap saja mamanya Marisa kekeh ingin buru-buru pulang , bahkan saking buru-burunya mereka tidak sempat lagi berpamitan pada Marisa ataupun pada keluarga nya lain nya .
Rangga tidak menyadari kalau mama mertuanya itu buru-buru pulang karena sebenarnya ia membawa sesuatu barang-barang berharga di dalam tasnya ,dan Rangga juga tidak curiga sedikitpun.
__ADS_1
justru dia mengira kalau ibu mertuanya itu masih sakit hati dengan ucapan ibunya kemaren itu .
setelah jam 10 pagi menjelang siang , semua nya sudah siap untuk berangkat liburan ke pantai .
Ibu, ayah dan kedua anak-anak Rangga datang menghampiri Rangga ke mobil sambil .
membawa tas mereka yang berisikan pakaian ganti untuk di pakai di pantai nanti .
setelah Rangga selesai merapikan semua tas kedalam mobil dan anak-anak juga ikut masuk ke dalam mobil , tidak lama kemudian Icha pun keluar dari rumah .
"mama sayang nunggu apa lagi ? bukan kah mama sudah siap ???
ayo kita berangkat sekarang,takut kesiangan atau macet di jalan . " kata Rangga sambil melihat jarum jam yang ada di pergelangan tangan nya
"Loh, kedua orang tua mama kan masih ada di dalam pa, mungkin mereka masih siap-siap di kamar ,jadi tunggu sebentar.
masa kita pergi tanpa mereka sih, papa juga ada-ada aja deh " celetuk Icha yang tidak tahu apa-apa itu
"sudah tidak ada siapa-siapa lagi di dalam ma , dari tadi kami hanya nungguin mama keluar aja .
dan kedua orangtua mama juga sudah pulang sejak jam 8 pagi tadi !
memang nya mereka tidak ijin sama mama ???" tanya Rangga pada istrinya
dia tidak percaya kedua orangtuanya pergi begitu saja tanpa memberitahunya terlebih dulu , apalagi liburan kali ini khusus untuk merayakan keberhasilannya yang sudah sukses menyelesaikan kuliahnya .
mamanya yang dulu sangat sayang padanya , tapi entah kenapa sekarang sudah banyak berubah .
"ma, pa . .sebenarnya ada apa sih dengan kalian ?
bukan kah dulu kalian sendiri yang mengatakan kalau aku berhasil menyelesaikan kuliah ku ini maka kalian lah orang yang lebih dulu bahagia di dunia ini selain diriku " batin nya
"mama sayang tidak apa-apa kan ???
apa kita bisa jalan sekarang ?" tanya Rangga lagi
Icha pun langsung tersadar dari lamunannya,dan diapun masuk kedalam mobil
tidak lama kemudian mereka pun berangkat menuju lokasi wisata .
"Baguslah kalau mama dan papanya Marisa tidak ikut, mereka hanya akan membuat sempit mobil Rangga ini .
lagi pula yang ada putraku Rangga pasti akan mengeluarkan banyak uang untuk mereka " batin ibu nya Rangga
sambil terus melihat pemandangan dari jendela kaca mobil
__ADS_1
dia sangat senang kerena orang tua Marisa tidak ikut
Ditempat lain
mama dan papanya Marisa sudah tiba dirumah .
"mama kenapa egois seperti ini sih !
sesekali fikirkan perasaan putri kita Icha, disaat - saat seperti ini ,dia juga ingin pergi liburan bersama dengan orang tua nya "
"aduhhh . .papa ini kok berisik sekali sih, dari tadi ngoceh melulu !
mama mengajak papa pulang karena ada hal yang lebih penting dari liburan yang tidak jelas itu " jawab mamanya Icha
dia pun mengeluarkan sertifikat rumah dan sertifikat tanah milik Rangga , yang sengaja ia curi di rumah mewah itu .
"Apa ini ma ?????" tanya suaminya kaget
"Ini adalah sertifikat rumah Rangga pa.
mulai sekarang mama akan berusaha memisahkan Rangga dengan Icha .
bagaimana pun caranya pokoknya mereka harus bercerai secepatnya,mumpung Icha belum punya anak dari pria duda beranak dua itu .
setelah itu baru kita jual sertifikat rumah ini . urusan Rangga dan anak-anak nya menjadi miskin biarlah itu derita mereka "
"Astagfirullahaladjim ma .
apa mama sudah gila ?
dimana sebenarnya otak mama ???
meskipun Rangga duda tapi Icha sangat mencintainya, apa mama tega memisahkan orang yang saling mencintai " Ujar papanya Icha
"Aku adalah ibu nya , aku lebih tahu Icha bahagia atau tidak .
dan aku juga tau kalau sebenernya Icha itu hanya terpaksa pura - pura bahagia untuk menutupi deritanya karena sudah terlanjur menikah dengan duda itu "
"Sudahlah ,papa capek terus-terusan menasehati mama .
dan tidak ada gunanya berdebat dengan mama ,karena mama merasa paling tahu segalanya padahal aslinya mama adalah wanita egois yang hanya memanfaatkan Icha saja"
setelah lelah bertengkar dengan istrinya , papa nya marisa pun masuk kedalam kamar .
dia merebahkan tubuhnya , tapi dadanya tiba-tiba terasa sangat sesak dan terasa sakit .
__ADS_1