
"iya mama akan memaafkan kalian, tapi dengan satu syarat " kata Icha
"Iya ma . apapun syarat nya pasti akan kami turuti tapi tolong maafkan kami ma, dan tolong jangan tinggalkan kami ma . " ucap kedua anak itu
"Mulai sekarang apapun peraturan yang akan mama buat kalian harus menurutinya .
baik itu beli mainan yang tidak jelas, atau jajan yang berlebihan gimana apakah kalian setuju ????" tanya Icha
menurut fajar permintaan mamanya itu tidak lah berlebihan, karena dia sudah terbiasa hidup susah sejak kecil bersama dengan ibu kandungnya dulu , dan akila juga sebenarnya sama dengan fajar .
tapi semenjak ia masuk rumah sakit gara-gara minta ice cream ,sejak itu pula lah papanya memanjakan nya berlebihan ,dan akila sudah terlanjur nyaman dengan sikap manjanya itu .
"Tapi ma ,kalau kila pengen jajan dan belanja - belanja kayak mama gimana ????
masa gak boleh sih !!!" seru kila dengan memelas dan memasang wajah sedihnya
Anak itu selalu saja menyama-nyamakan dirinya dengan mama nya, dia tidak sadar kalau dia itu masih kecil,beda dengan mama nya itu.
Kila masih berusia 7 tahun , dan dia juga masih anak-anak sedangkan Icha mama sambung nya adalah seorang mahasiswi dan sudah kebutuhan nya juga untuk terlihat cantik dan tampil beda di setiap harinya .
lagi pula kalau dia kucel dan memakai baju yang itu-itu saja pasti orang -orang akan beranggapan kalau dia menikah dengan pria yang pelit dan tak bermodal .
tapi syakilah tidak pernah mengerti dengan semua itu, dia masih saja mengira kalau papa nya lebih sayang kepada mama tirinya itu dari pada dirinya .
"Hmmmm . . yaudah kalau kalian berdua tidak mau menuruti dan taat pada aturan yang akan mama buat tidak apa-apa ,itu sih terserah kalian saja .
mungkin memeng lebih baik mama akan pergi meninggalkan kalian ,dan mama juga tidak akan memaafkan kalian berdua " Icha memalingkan wajahnya dan pura-pura marah
Akila dan fajar pun menarik tangan mama sambung mereka itu .
"Iya ma . .baiklah !!
kami janji deh kalau kami akan menuruti apa pun yang mama katakan " jawab keduanya secara bersamaan.
"Janji ?????" tanya Icha kembali
"Iya ma. .kami janji "
Lalu Marisa pun memeluk kedua anak-anak nya itu .
__ADS_1
Sedangkan Rangga hanya diam saja, dia tidak berani memarahi atau membentak Marisa lagi .
dan akhirnya ia pun mulai sadar kalau ternyata anak-anak nya itu tidak bisa hidup tanpa Icha istri kedua nya itu .
...****************...
seiring sambil berjalan nya waktu ,tidak terasa Dua Minggu pun telah berlalu
dan libur semester pun telah usai.
Cuaca di pagi hari itu terlihat sangat mendung dan di luar juga sedang turun hujan .
Icha kembali menarik selimutnya dan menutupi seluruh tubuhnya yang tidak pakai busana itu.
karena memang cuaca sangat mendukung untuk bermesraan dan tadi malam Icha dan Rangga juga bertempur di dalam kamar sampai beberapa ronde .
Jam di dinding sekarang sudah menunjukkan pukul 6 pagi, tapi pasangan suami istri itu masih terlihat asik berpelukan di dalam selimut tebal yang berwarna putih itu .
"mama . .ayo bangun ,katanya hari ini mau berangkat ke kmpus " ujar Rangga
"papa aja yang duluan bangun , mama masih malas " jawab Icha dia terus memeluk suaminya itu dengan sangat erat
sedang asik-asiknya berpelukan tiba-tiba suara kedua anak-anak itu terdengar dari luar .
mereka bertengkar memperebutkan handuk .
"Ini handuk ku ,kalau kamu mau mandi pakai handuk mu sendiri jangan pakai handuk ku "kata fajar, dia memerahi adik perempuannya
"handuk ku lagi basah kak, aku mau pinjam handuk Kakak dulu" balas kila dia menarik handuk milik fajar
"tidak boleh, ini handuk cowok . handuk cowo sama handuk cewe itu beda kamu ngerti ngak sih ! " bentak fajar .
"Kenapa tidak boleh, aku kan adik kakak.pokok nya aku mau pinjem handuk kakak " Akila yang polos itu memang tidak mengerti apa sebenarnya Maksud kakak nya itu .
sedangkan kakaknya itu tetap kekeh tidak mau meminjamkan handuk nya pada kila, karena dia sudah mulai tau yang boleh dan tidak boleh di pakai ,karena sudah di ajari di sekolah tentang hal-hal seperti itu meskipun itu pada adik kandung sendiri .
"Tuh ,anak-anak aja sudah pada bangun ma.
masa mama mau begini terus sih " Kata Rangga
__ADS_1
"Hmmmm . .iya deh . .iya " jawab Icha cemberut
akhirnya Icha pun melepaskan selimut nya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi dia langsung mengguyur tubuhnya dengan air hangat yang keluar dari shower .
"Andai aja dulu aku menikah dengan pria bujangan yang tidak punya anak ,pasti tidak akan ada yang menganggu ku, Hah !!! sudahlah kenapa juga aku memikirkan yang tidak mungkin terjadi lagi , kamu ini memang aneh Cha " dia berbicara pada dirinya sendiri
Setelah Icha keluar dari kamar mandi, sekarang Rangga yang masuk kedalam kamar mandi ,karena dia juga harus berangkat ke kantor .
1 jam kemudian mereka semua sudah selesai rapih -rapih dan juga sarapan .
saat dijalan menuju kampus Icha ,Rangga pun berkata
"Mama sayang, mungkin nanti malam papa akan pulang malam .
mama pulang naik grab aja ya sekalian jemput anak-anak" kata Rangga
"Siap pa " Jawab Icha
dia turun dari mobil suaminya itu dan masuk ke dalam kampus , sedangkan Icha dan fajar sudah di antar sejak tadi kesekolah mereka masing-masing.
Setiba nya di kampus Icha bertemu dengan ketiga teman nya itu, tapi sekarang Icha lebih banyak diam dan memendam perasaannya .
"Hai Cha apa kabar ??? lama kita tidak ketemu,baru 2 Minggu tapi rasanya Udah 2 tahun aja ya . gimana kalau kita sudah lulus nanti . pasti akan lebih jarang bertemu " Kata Shinta
"Iya, lama tidak ketemu tapi kalau kalian bertiga kan selalu bertemu " celetuk Icha
"Maksudnya Cha ????" tanya Karin menyambung percakapan Shinta dan Icha
"Iya ,bukan nya kamaren kalian bertiga pergi ke acara undangan "
"i. .iya sih ca ,kemaren kami memang pergi ke acara akikah anak nya Alex .
kenapa kamu tahu Cha ??" tanya Karin
dia merasa sangat bersalah tapi tidak mungkin juga dia harus berbohong dan menutupinya dari Marisa .
"Pacar mu sendiri yang mengatakan nya , soalnya kemaren kami tidak sengaja bertemu di mall .
tapi sudah lah , kalian bertiga santai saja ,dan kalian juga tidak perlu merasa bersalah gitu, toh kalian kan memang sudah biasa seperti ini .
__ADS_1
jadi aku tidak akan kaget dan sakit hati " Ujar Marisa dia tersenyum pada ketiga sahabat nya itu walau dengan senyum nya terpaksa