
Hari Minggu tiba lagi
Saat keluarga kecil itu sedang asik sarapan di taman depan rumah, tiba - tiba ponsel Rangga yang sedang ia charger di dalam rumah berdering
Kringg. .Kringgg . .Kringgg
Rangga pun langsung beranjak dari tempat duduknya , dia berlari masuk kedalam rumah untuk mengangkat ponsel nya yang dari tadi berdering itu
Dan ternyata yang menelpon adalah ibu nya Rangga yang ada di kampung
"Halo assalamualaikum " ucap Rangga
"Walaikumsalam ga, kamu dan anak-anak apa kabar disana ????" tanya ibu nya Rangga
"kami baik Bu, ibu dan ayah gimana kabar nya ???" tanya Rangga balik
"ibu lagi pusing ga , tahun ini panen padi kita menurun karena cuaca yang tidak menentu, belum lagi dengan gaji buruh tani yang bekerja membantu ibu dan ayah di sawah kita belum di bayar, mana Fahira juga belum ngirim uang " kata ibunya dengan nada suara sedih
Setelah Fahira bekerja memang dialah yang sering mengirim uang pada ibu nya di kampung, sebenarnya ibu nya Rangga tidak ingin merepotkan Rangga tapi ia bingung minta tolong sama siapa lagi makanya dengan terpaksa ia pun meminta tolong pada anak sulung nya itu .
Kebetulan Rangga juga lagi dapat bonus dari tempat kerjanya ,jadi diapun bersedia membantu ibunya yang sedang kesusahan apalagi selama ini dia belum pernah mengirim uang seperti Fahira . dan itu semua karena cicilan rumah .
"ibu dan ayah tenang saja , nanti aku transfer uang untuk membayar buruh tani itu . dan doakan saja semoga rejeki ku mengalir deras supaya aku bisa berbagi dengan ayah dan ibu terus " kata Rangga
"Tidak usah ga, kamu kan sedang susah
belum dengan anak -anak dan cicilan rumah " jawab ibunya
"Udah Bu . pokonya ibu tenang saja ,lagian cicilan rumah sudah lunas kok " kata Rangga
Setelah selesai telponan dengan ibunya , rangga pun kembali ke taman depan rumah .
"Siapa yang nelpon pa ????" tanya Icha penasaran.
"Ibu dari kampung, katanya mereka sedang butuh uang , kasihan mereka sudah tua tapi sampai saat ini aku belum bisa membahagiakan mereka .
Ooo. .iya mama belum jadi transfer uang nya ke ibu mertua kan ????" tanya rangga
"Belum papa sayang , rencananya sih hari ini mau di transfer.
memang nya kenapa pa ????" tanya Marisa balik
"gini ma, kalau mama tidak keberatan uang yang akan di berikan pada ibu mertua itu di berikan pada ibuku saja yang di kampung ya!!!
papa janji deh bulan depan kita tambahi uang yang akan diberikan pada ibu mertua . gimana ?????" tanya Rangga
Marisa pun menarik nafas dalam-dalam
__ADS_1
"Baru saja aku menerima mu dan juga kekurangan mu . tapi sekarang malah orangtua mu yang datang menambahi beban ku lagi "kesal nya
dia tidak rela kalau uang jatah mama nya akan di berikan kepada ibu nya Rangga yang sedang membutuhkan itu
"gimana ma boleh tidak ????" tanya Rangga kembali
"bukan nya tidak boleh pa, tapi kan . ."
"Tapi apa mama sayang ???
memang nya mama tidak kasihan pada orang tua papa ????
mereka sudah tua loh ma, dan papa ini adalah anak mereka yang paling besar dan yang paling mapan juga di antara yang lain nya.
kalau bukan papa yang membantu mereka lalu siapa lagi ????"
lagi- lagi Rangga membujuk istrinya .
akhirnya dengan berat hati Marisa pun berhasil di bujuknya
"Yaudah deh pa , kalau memang papa mau ngirim uang ke kampung kirim saja " Ujar Icha
padahal ia tahu kalau orangtuanya juga sangat membutuhkan uang itu .
"Kali ini mereka masih aman, tapi lain kali aku tidak akan mengijinkan Rangga untuk mengirim-ngirim uang lagi pada mereka , yang ada nanti akan jadi kebiasaan dan keenakan.
Rangga pun langsung memeluk dan mencium Marisa
"Terimakasih ya istriku, selain cantik kamu juga sangat pengertian.
betapa beruntung nya aku memiliki istri seperti mu " Ucap Rangga
berkali - kali dia mencium istrinya di depan anak-anaknya.
untungnya anak-anak itu tidak kaget ,karena mereka sudah biasa melihat papa dan mama sambung mereka itu melakukan hal romantis di depan mereka .
"papa sarapan nya di makan atuh, kalau gak dimakan gak akan habis "kata Shakila
"Astaga !!!
papa hampir saja lupa , makasih udah di ingetin putri cantiknya papa " Setelah mencium istrinya Rangga juga mencium kening putri kecil nya itu .
setelah selesai sarapan pagi kemudian mereka berempat pun masuk ke dalam rumah .
Akila masuk kedalam kamarnya , fajar juga masuk ke dalam kamarnya dan Rangga juga masuk ke dalam kamar .
saat semua orang sudah masuk kedalam kamar nya masing-masing , Icha justru keluar lagi ,diam-diam dia keluar dari rumah mewah itu dan pergi ke taman depan tempat mereka sarapan tadi .
__ADS_1
dia pun langsung menelpon mamanya
Tutttt. .Tutttt. .Tutttt
panggilan tersambung
"Halo assalamualaikum ada apa Cha ????" tanya mama nya dari ujung sana
"iya ma halo juga, ma aku mau cerita sesuatu hal yang sangat penting .
aku lagi kesel ma , masak mertuaku tiba-tiba nelpon dan minta uang pada Rangga " kata Icha dengan nada suara yang pelan karena dia tidak ingin ada yang mendengar percakapan nya dengan mamanya .
"Terus , kamu kasih ????" jawab mamanya
"Sebenarnya sih aku gak kasih ma , tapi mas Rangga terus saja membujukku mau tidak mau Akhirnya ku kasih juga , lagian kan dia yang kerja dia yang cari uang . kalau seandainya aku yang kerja pasti ga akan ku kasih " ujar Marisa
"Yaudah kalau memang mau dikasih gak apa-apa kan benar yang di katakan Rangga cuma sesekali dia bisa membantu ibunya .
terus jatah mama gimana , kapan bisa kamu transfer ????
mama butuh bangat " kata mama nya
"justru itu makanya Icha kesal ma, uang yang harusnya di berikan pada mama dan papa justru di berikan Rangga pada ibunya .".jelas Marisa
"Apa ????
berarti uang nya ga jadi di transfer ke mama dong??" cercah mama nya
"Iya ma bulan ini gak jadi, tapi kata Rangga bulan depan pasti jadi dan akan di tambah " kata marisa lagi
"Halah !!!!
Rangga itu banyak bohong nya, dia itu sudah berkali-kali melakukan kebohongan dan mama tidak percaya lagi
memang kamu nya saja yang bodoh , entah apa yang kamu lihat dari pria jelek dan pembohong itu .
mama udah malas dan mama juga tidak mau bicara sama kalian lagi . jangan telpon -telpon mama lagi kalau hanya membahas Rangga "
Tuttttt!!!!
mamanya Marisa langsung memutus telponnya
"Mama pasti marah karena aku tidak bisa membantu mereka .
maafkan aku ya ma " Batin Icha.
setelah selesai telponan Icha pun masuk kedalam rumah
__ADS_1