Suamiku Duda Beranak 2

Suamiku Duda Beranak 2
Pamit


__ADS_3

"Mas aku tahu kalau papa dan juga mama ku sudah banyak melakukan kesalahan padamu .


mereka sudah menipu mu dan membuat mu jatuh miskin ,aku juga tahu kamu pasti marah dan masih membenci mereka kan ????


tapi tolong aku mas, aku mohon tolong maafkan segala kesalahan yang mereka perbuat .


aku janji aku akan melunasi hutang-hutang mereka . sekalipun aku harus merantau ke negeri orang untuk mendapatkan uang yang lebih banyak yang penting aku bisa membayarnya .


tapi tolong maafkan mereka mas Huhu . .Huhu " Icha ia terus menangis memohon-mohon supaya Rangga memaafkan kedua orangtuanya yang sudah meninggal.


wanita malang yang baru saja ditinggalkan oleh kedua orangtuanya itu takut kalau Rangga masih keras kepala dan tidak mau memaafkan kesalahan orangtuanya .


dan yang pasti semua itu akan memberatkan hukuman yang akan di terima oleh mama dan papanya di dalam kubur .


"Icha tidak perlu kamu menangis dan memohon seperti ini terus hanya untuk mengatakan hal itu padaku .


tanpa kamu memintanya pun pasti aku memaafkan mereka .


jauh dari lubuk hatiku yang paling dalam ini, aku sudah memaafkan kesalahan mereka.


aku sudah ikhlas. semua manusia memang punya kesalahan dan sekarang aku yakin mama dan papamu sudah Tetang disana.


Tapi tolong jangan pergi Cha, tetap lah tinggal disini.


kalau kamu pergi siapa yang mengurus rumah peninggalan orangtuamu ini " Kata rangga


Rangga sangat takut kehilangan Icha, dia tidak ingin Icha pergi jauh dari nya .


"Terimakasih ya mas akhirnya kamu memaafkan orangtuaku .


karena kamu sudah memaafkan mereka maka aku juga tidak akan pergi " ujar Icha , hatinya sangat lega setelah mendengar bahwa Rangga sudah memaafkan kedua orangtuanya .


kemudian Marisa pun menceritakan semuanya pada Rangga .


sebelum kedua orang tuanya meninggal mereka sudah mengakui kesalahan mereka, tapi untuk mengatakan nya langsung pada Rangga mereka takut, mereka takut kalau Rangga akan memasukkan mereka ke penjara


dan semua uang hasil penjualan rumah mewah Rangga tidak pernah mereka nikmati, justru uang itu sudah di bawa lari oleh seseorang yang menyamar jadi tour guide yang akan membawa mereka jalan-jalan dan liburan ke luar negeri .


"Astaga !!!


jadi ceritanya separah itu Cha ?


kasihan sekali mereka . tadi nya aku sempat berfikir kalau mereka berfoya-foya di luar negeri menghambur-hamburkan uang hasil dari penjualan sertifikat rumah ku , dan aku fikir mereka sudah berbahagia di atas penderitaan ku dan juga anak-anak .


ternyata aku sudah salah besar . kalau tau seperti ini sejak dulu pasti aku cepat-cepat memaafkan mereka dan melaporkan penipu itu " Kata Rangga

__ADS_1


"Ooo. .iya Kemaren juga aku sempat mendengar berita kalau polisi sudah berhasil menangkap penjahat dan penipu kelas kakap.


apa jangan-jangan yang menipu papa dan mamamu adalah orang yang sama dengan yang ada di berita itu " kata Rangga lagi


"Iya mas aku juga sempat mendengar berita itu dari radio, dan kata almarhum mama dan papa memang mereka lah orangnya " jawab Icha


"Syukur lah.


manusia-manusia seperti itu memang harus di tangkap dan di beri pelajaran karena sudah membuat banyak orang kehilangan hartanya " Timpal Rangga


Mereka terus mengobrol sepanjang waktu,sampai tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang .


Rangga pun pamit pada Icha .


tapi di sepanjang perjalanan ia terus terbayang wajah Icha .


"padahal aku baru bertemu dengan dia ,tapi kenapa aku tidak pernah berhenti memikirkan nya


Icha . .Icha " batin nya


Keesokan harinya


Ditempat yang berbeda


Acara pesta pernikahan Karina sudah selesai.


tapi sebelum ia dibawa oleh suaminya pergi jauh, ia terlihat sedang sibuk mengurus berkas - berkas penting seperti surat pindah dan lain-lain nya ke kelurahan terdekat .


Setelah urusan nya dan suaminya sudah selesai, ia berniat akan menemui sekaligus berpamitan pada sahabat sekaligus yang sudah ia anggap seperti saudara sendiri .


karena sebelumnya Karin sudah berjanji dengan Helen dan juga Shinta untuk datang kerumah Icha sama - sama.


Sebelum berangkat mereka bertiga janjian lewat telpon bahwa mereka akan bertemu di satu titik .


Setelah tiba di tempat yang sudah di janjikan sebelumnya kemudian


Karina , Helen , Icha dan pasangan mereka masing-masing pun mendatangi rumah Icha bersama-sama .


tok ...tok ..tok


"assalamualaikum" Ucap sahabat-sahabatnya dari luar


"walaikumsalam" Icha membuka pintu


Dia tidak begitu kaget melihat teman-temannya datang , karena setelah kepergian kedua orangtuanya memang selalu ada saja orang yang datang untuk bertamu mengucapkan belasungkawa padanya .

__ADS_1


" Ehh. .ada Karin, Helen , Shinta ayo silahkan masuk " pintanya


Mereka semua masuk dan memeluk Icha bergantian .


suara Isak tangis mulai terdengar kembali dari rumah itu.


"Cha maaf ya . . kami baru bisa datang sekarang.


soalnya kami bertiga benar-benar tidak tahu kalau om dan Tante sudah pergi terlebih dulu meninggalkan kita semua , sekali lagi maafkan kami ya Cha .


kami benar - benar ikut sedih dan perihatin dengan berita buruk yang sudah terjadi ini !!!" Kata Helen


"Sahabatku sayang. .yang kuat ya!


kamu jangan pernah merasa sendirian , karena kami akan selalu ada untukmu ." sambung Karin dan Shinta juga


"Iya Rin, Len, Shin gak apa-apa kok , karena memang tidak banyak yang tahu kalau papa dan mama sudah meninggal .


Tapi sebelumnya terimakasih banyak kalian sudah datang ."Jawab Icha


kelihatannya wanita cantik yang memakai kerudung warna putih itu sudah ikhlas menerima kepergian mama dan papanya .


ia kelihatan tegar saat menerima kedatangan teman-teman nya itu .


"Cha selain untuk melayat kesini, aku juga sekalian mau berpamitan karena besok lusa aku akan berangkat ke luar kota , karena aku dan suami sudah sepakat setelah menikah maka aku akan ikut dengan nya kemanapun.


Kebetulan disana juga lebih mudah mencari pekerjaan.


di kantor suami juga sedang membutuhkan staff bagian keuangan , apakah kau mau ikut dengan kami ?????" tanya Karina


"Iya Cha , yang di katakan istri ku itu memang benar .


soal tiket, dan tempat tinggal tidak perlu khawatir .


aku akan urus semuanya " sambung suaminya Karin


suami nya Karin sudah tahu cerita dan masalah Marisa , makanya ia sangat semangat untuk membantu sahabat istrinya itu .


"teman-teman terimakasih atas tawaran nya , aku tahu kalau kalian sangat peduli padaku , tapi untuk saat ini aku tidak ingin kemana-mana dulu .


kalau memang suatu saat aku benar-benar butuh pekerjaan aku akan kabari kalian " ujar Icha


"Iya Cha ,kalau menurutku sih lebih baik kamu terima tawaran Karin dan suaminya !


aku yakin saat kamu tiba disana nanti, kamu akan melupakan pak Rangga dan kamu bisa memulai hidup barumu dari nol " sambung Helen

__ADS_1


Marisa hanya tersenyum , tapi dia tetap pada pendirian nya kalau untuk saat ini dia tidak akan pergi jauh-jauh karena dia juga sudah berjanji pada Rangga dan dia tidak akan mungkin mengingkari janjinya begitu saja .


__ADS_2