
Setelah tiba di kota, Pria duda beranak dua itu pun langsung mendapatkan tawaran pekerjaan dari beberapa perusahaan dan juga kampus-kampus negeri maupun swasta.
Walaupun sudah satu Minggu lebih ia tidak masuk kerja di kantor lamanya , dan tanpa ada kabar sekalipun ,tetapi orang kantor tetap menyuruhnya untuk masuk .
selain karena cerdas dan punya banyak ide , ia memang selalu bekerja dengan sepenuh hati .
bahkan bisa di katakan kalau Rangga adalah salah satu pegawai yang mampu mengembangkan perusahan , makanya manager perusahaan itu tidak mau kalau sampai Rangga berhenti bekerja .
tapi sekian banyak nya tawaran pekerjaan yang datang pada Rangga, justru ia lebih memilih pekerjaan yang bebas dan tidak terikat seperti kantor lamanya yang masih mengharap-harapkannya itu .
karena ia tidak ingin menghabiskan waktunya hanya untuk bekerja lalu lupa dan mengabaikan anak-anaknya yang membutuhkan dirinya .
2 Hari setelah tiba di kota , ia pun langsung bekerja dan sudah terikat kontrak dengan salah satu perusahaan ternama seperti yang di inginkan ya .
Hari-harinya pun mulai terlihat sangat sibuk, pelan-pelan dirinya yang hampir gila dan stress karena sudah jatuh miskin karena kehilangan rumah mewah sekarang mulai terkontrol lagi .
Setelah pekerjaan nya selesai ,tepat jam 12 siang Rangga pun keluar dari gedung pencakar langit itu dan mencari restoran .
Saat pegawai lain sedang sibuk mencari restoran mewah dan enak, justru Rangga lebih memilih mencari restoran sederhana , karena selain hemat dia juga tidak punya banyak uang seperti dulu .
tidak berapa lama kemudian ia pun tiba di restoran sederhana yang ia tuju .
ketika Rangga duduk di salah satu meja ,seorang pelayan pun datang menghampirinya
"Silahkan di pilih menu nya pak " ucap pelayan itu dengan sangat ramah .
Rangga yang dari tadi fokus pada ponselnya pun langsung menulis menu yang akan ia pesan ,setelah selesai menulis menu ia kembali memberikan buku daftar menu itu pada pelayan sambil mengangkat kepalanya .
"ini mbak " ucap nya
dan alangkah terkejutnya Rangga ternyata wanita yang melayani dirinya saat itu adalah Marisa , mantan istri yang sudah tega di usir dan dia talak satu minggu yang lalu .
Icha juga sangat kaget, karena yang ia dengar - dengar mantan suaminya itu sudah meninggalkan kota itu dan kembali ke kampung .
seakan tidak percaya, ia mengucek-ucek matanya dan memastikan kalau yang di depan nya saat ini benar -benar Rangga .
"Iya benar , aku tidak salah lagi, dia adalah Rangga
tapi kenapa dia ada disini ???" batin nya
dia langsung memutar badannya ,dan berjalan ke arah dapur untuk mempersiapkan menu yang di pesan Rangga .
Hatinya deg-deg an dan jantung nya berdetak sangat kencang tidak beraturan .
karena sebenarnya ia memang masih mencintai suami nya yang sudah tega menalak nya Tanpa penuh pertimbangan terlebih dulu .
Setelah selesai memasak ,Icha pun kembali ke depan dengan membawa nampan berisi makanan dan juga minuman .
__ADS_1
"Selamat menikmati pak " ucap nya
dia pun berjalan dan berharap kalau Rangga menarik tangannya atau hanya sekedar bertanya tentang kabarnya , tapi nyatanya tidak .
rangga sama sekali tidak menyapanya,Karena Rangga masih mengira kalau di balik masalah yang ia hadapi ini ada campur tangan Icha .
Icha kembali ke belakang, dia menangis sejadi-jadinya.
"mas Rangga ,kamu kenapa sih ???
apa memang aku ini tidak penting di hidup mu?
padahalkan yang bersalah papa dan mama ku bukan aku, tapi kenapa malah aku yang jadi kamu benci huhu . .huhu" Icha menangis
"Hei kamu kenapa ????" tanya pelayan yang lain
Icha pun langsung menyeka air matanya
"ti. .tidak .
aku tidak kenapa-kenapa kok, aku tidak menangis . tapi air mata ku jatuh karena tidak kuat menahan perihnya bawang yang sedang ku iris - iris barusan " jawab Marisa berbohong
"Bawang ????
bukannya barusan itu dia mengantar pesanan kedepan .
Marisa benar- benar aneh !" batin pelayan itu
Setelah selesai makan, Rangga pun kembali ke kantor nya.
Setelah Rangga pergi, tidak lama kemudian Marisa juga pulang, karena jam 2 siang sudah saat nya pergantian shift dan kebetulan dia memang masuk di shift pagi .
Jam 3 siang menjelang sore ,Marisa tiba di rumah Karina .
"Assalamualaikum" ucap Icha sambil membuka pintu
"walaikumsalam,eh ...Icha udah pulang ?????" tanya Karin
Karina yang duduk di sofa sambil chatingan dengan calon suaminya pun heran, karena tidak biasanya sahabatnya itu pulang dengan wajah murung .
"Kamu kenapa Cha ???
apa ada masalah di tempat kerja ???" tanya Karin penasaran
"tidak Rin, aku tidak apa-apa kok "jawab Icha
"hmmm...jangan bohong padaku Cha, pasti terjadi sesuatu di sana kan ?
__ADS_1
aku akan menelpon Bima " ucap Karina
dia langsung memencet layar dan mencari kontak bima.
Bima adalah sahabat nya Karin, dan Karin juga yang memasukkan Icha bekerja di restoran itu .
awalnya Karin tidak tega kalau sahabatnya itu bekerja menjadi pelayan ,dia masih terus mencari pekerjaan yang lebih bagus
tapi Icha sendiri yang tidak sabar ,karena ia tidak ingin menyusahkan Karin . dan Icha juga ingin mengumpulkan uang untuk mencicil hutang papa dan mamanya .
"Pliss jangan telpon pak bima Rin dia tidak tahu apa-apa " ucapnya
sambil menahan tangan Karin
"Oke . .oke fine !
aku tidak akan menelpon Bima , tapi tolong katakan sebenernya kamu kenapa ???"
"Tadi aku ketemu Rangga di restoran dan aku sendiri yang melayani dia ".jelas nya
"kamu bertemu Rangga?
kok bisa ?
bukannya dia dan juga anak-anak sudah pindah ke kampung " jawab Karin
"Justru itu Rin, tadi juga aku tidak percaya bisa bertemu dengan dia di restoran"
"Terus. .dia ngomong apa ????" tanya Karina lagi
"dia tidak mau bicara dengan ku rin, bahkan dia juga tidak mau melihat wajahku.
mungkin dia masih marah, dan semua ini gara-gara mama dan papa ku .
aku benci mereka Rin , kenapa ada orangtua sejahat itu Huhu ...huhu " Marisa menangis di pelukan sahabatnya itu
"Sabar ya Cha, aku tau kok apa yang kamu rasakan sekarang ini .menangislah sampai kamu puas Cha agar hatimu tenang" ucap Karina
Karina sudah tahu masalah yang terjadi , dia juga tidak menyangka kalau takdir hidup Icha se rumit itu .
dulu Icha adalah wanita paling cantik, yang matrealistis,keras kepala ,sombong dan manja .
tapi sekarang ini keadaan Marisa benar- benar sangat memprihatinkan .
"Ya ampun ...Kasihan sekali Icha ya!!
pasti jiwanya sangat terguncang dengan apa yang menimpanya .
__ADS_1
ternyata memang benar yang dikatakan Helen dulu, kalau pernikahan itu gak selamanya bahagia" batin nya
melihat kisah sahabatnya ,Karina pun jadi takut untuk Menikah .