Suamiku Duda Beranak 2

Suamiku Duda Beranak 2
pesan singkat untuk sahabat


__ADS_3

4 hari sudah berlalu setelah kepergian mama dan papa nya .


Marisa mulai merasakan ke hampaan dan kekosongan di dalam hati dan jiwanya .


untuk menjalani hari - hari nya saja ia sudah tidak kuasa, sesekali setan juga kadang berbisik di telinganya agar ia ikut menyusul kedua orangtuanya.


setiap bisikan itu muncul Marisa menangis histeris seperti orang yang sedang kesurupan .


Dan tangisan nya selalu terdengar kerumah tetangga nya.


untungnya sahabat kecil Marisa yang rumah nya bersebelahan dengan rumah Marisa selalu datang ketika Marisa menangis dan berteriak.


wanita itu selalu datang dan menenangkan Marisa .


Dia juga selalu mengajak Marisa untuk sholat bersama di rumah itu .


"Cha kalau kamu merasa bisikan itu mulai datang, kamu harus sholat


dan kalau memang waktu sholat belum tiba, kamu djikir dan lebih rajin baca Alquran .


jangan takut dengan bisikan-bisikan menyesatkan itu , justru mereka yang harus takut pada mu .


karena derajat mu lebih tinggi dari mereka.


jangan lemah Cha, kamu pasti bisa ." ucap sahabat kecil Icha itu


Icha hanya menganggukkan kepalanya pertanda bahwa ia mengerti apa yang di katakan sahabat kecilnya itu .


Hari demi hari pun terus berlalu , sesuai dengan apa yang di sarankan sahabatnya Icha semakin rajin sholat , baca Alquran dan juga Djikir .


setelah semua ia lakukan dan hanya berpasrah diri kepada sang penciptanya


ia mulai bangkit dari kesedihannya.


Pelan-pelan ia pun mulai membersihkan rumah dan merapikan barang-barang yang sudah tidak terpakai di rumah .


bahkan jendela rumah, pintu rumah sekarang sudah berani ia buka tanpa rasa takut .


halaman rumah yang ditumbuhi rumput liar di gunting nya semua sampai bersih .


sekarang rumah itu sudah kembali seperti dulu disaat semuanya baik-baik saja sebelum terjadinya permasalahan yang besar


beberapa terakhir ini Icha selalu memperhatikan , meskipun ia membuka jendela dan juga pintu tapi tidak ada satu pun Deb collector atau polisi yang datang kerumah itu.


Hari Minggu pun tiba


wanita yang masih dalam keadaan berkabung itu tahu, kalau hari ini adalah hari spesial untuk sahabat yang sudah ia anggap saudara yaitu Karina .


Icha meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Karin .


"Happy wedding sahabat terbaik ku .


Semoga kalian hidup bahagia dan saling mencintai sampai menua.

__ADS_1


semoga hari ini acaranya berjalan lancar ya, Doaku selalu menyertai kalian berdua .


Dan maaf karena hari ini aku tidak bisa hadir di acara pernikahan mu, bukan karena aku tidak ingin melihat mu dan suamimu berbahagia tapi saat ini aku masih dalam keadaan berkabung .karena mama dan papaku meninggal 6 hari yang lalu " isi pesan dari Icha


Karina yang membaca pesan masuk dari sahabatnya itu langsung menangis .


"Ya Allah sayang ku Icha, terimakasih banyak atas ucapan dan doamu untuk kami .


tapi kenapa kamu tidak memberitahuku kalau papa dan mamamu sudah meninggal .


sahabat macam apa aku ini, orangtua saudaraku sendiri meninggal tapi aku tidak tahu huhuhu . .huhu . .huhu " Karina menangis


ia sadar kalau 1 Minggu terakhir ini ia memang tidak pernah mengabari Icha duluan ,kecuali icha yang mengabarinya .


bukan karena ia lupa tapi memang karena ia sedang sibuk mengurus acara pernikahannya .


dan ia benar-benar sangat sedih tidak bisa menemani sahabatnya itu di saat - saat terpuruk .


"Mbak pasti sedih karena sebentar lagi mbak akan jadi istri orang kan ????


tapi tolong mbak jangan menangis terus karena nanti make up nya luntur lagi " kata tukang rias


"bukan karena itu mbak .


tapi aku menangis karena orang tua sahabat terdekat ku meninggal 6 hari yang lalu ,tapi aku tidak tahu dan tidak ada yang memberitahuku sama sekali .


padahal rumah nya tidak begitu jauh dari sini, dia tidak punya siapa-siapa mbak .


selama ini hanya aku satu-satunya Sahabatnya yang selalu menemani dia di kala bersedih " Karina malah mengatakan isi hatinya pada rias pengantin yang tidak tahu apa-apa itu .


tapi kalau bisa mbak nangis nya dalam hati aja ya, nanti make up nya luntur !


capek loh mbak kalau harus make up ulang lagi.


apalagi di depan juga sudah banyak tamu undangan yang ingin ketemu dengan mbak " kata perias itu lagi


mau tidak mau Karina pun menghentikan tangisan nya .


Setelah selesai di make up , para dayang-dayang pengantin pun datang menjemput Karina ke kemar .


dengan berjalan pelan - pelan para dayang-dayang pun menuntun Icha sampai ke pelaminan.


hari ini semua tamu terpukau dengan kacantikan dan ketampanan mempelai pria dan mempelai wanita .


semua saudara dan teman - teman Karina dari SD, sampai bangku kuliah semuanya datang dengan gayanya masing-masing .


termasuk Helen dan juga Shinta .


Helen datang dengan anak dan suaminya.


sedangkan Shinta datang dengan kekasihnya yang kaya raya dan tajir melintir sesuai harapan nya.


"Icha dimana ya ???

__ADS_1


kok tidak kelihatan batang hidungnya ?" tanya Helen pada Shinta


"Iya Len ,harusnya kan Icha yang lebih dulu ada disini ,bukan kita .


kita tanya Karin langsung aja yok " ujar Shinta


ternyata mereka mengira kalau Icha masih tinggal dirumah Karina.


kemudian Helen dan Shinta pun mendekati Karina yang sedang duduk di pelaminan itu .


"Hallo sayang ku , Selamat menempuh hidup baru ya cinta .


akhirnya kamu melepas lajang mu juga di usia yang hampir tua ini.


semoga sakinah mawadah warohmah dan satu lagi semoga cepat dapat momongan " ucap Helen dan Shinta pada Karina


di saat - saat seperti ini mereka masih saja meledek sahabat mereka itu .


"Amin . .amin . .amin


makasih sayang- sayang ku .


semoga doanya yang baik-baik kembali untuk kalian juga " jawab Karina


"Ooo. .iya Rin


ngomong - ngomong Icha dimana ya ??


kok dari tadi kami tidak melihat dia "sapa Helen


"Icha gak akan datang ke acara pernikahan ku ini Len " jawab Karin dengan nada yang lirih


"kenapa gak dagang Rin ???


apa kalian bertengkar lagi ???" sambung Shinta


"Bukan Shin.


tapi Icha tidak akan datang kerena dia sedang berduka .


papa dan mamanya baru saja meninggal 6 hari yang lalu , makanya ia tidak mau datang kesini " jelas Karina


"Apa Rin ????


mama dan papanya icha meninggal dunia ??


innalillahiwainnailaihirojiun kasihan bangat Icha, pasti saat ini ia sedang merasakan kesedihan dan kehilangan yang mendalam .


kenapa kamu gak ngabarin kami sih Rin, kalau kamu kasih tahu pasti kami berdua juga akan ikut melayat melihat om dan Tante untuk yang terakhir kalinya " kata Shinta dan juga Helen


"Jangan kan kalian berdua .


aku sendiri yang rumah nya dekat saja tidak tahu kabar buruk ini.

__ADS_1


dan Icha baru mengatakan nya tadi pagi lewat pesan singkat " Kata wanita sehari itu


__ADS_2