Suamiku Duda Beranak 2

Suamiku Duda Beranak 2
Cicilan rumah


__ADS_3

selama di dalam perjalanan saat hendak menuju pulang kerumah, Marisa terus saja memeluk suaminya .


"papa sayang, terimakasih ya . karena papa sudah membela mama di depan banyak orang .


mama bangga punya suami seperti papa " kata Marisa


dia terus memuji-muji suaminya


Rangga pun mengelus - elus rambut istrinya


"iya sayang sama-sama .


sudah tugas papa untuk melindungi mama .


dan apapun akan papa lakukan demi mama sekalipun itu harus di depan banyak orang papa tidak akan pernah gentar "ucap Rangga


Padahal di kampus Negeri tempat istrinya menuntut ilmu itu Rangga pernah jadi panutan semua orang dengan kata-kata manis dan motivasi yang pernah ia sampaikan di acara seminar waktu itu , tapi seketika harga diri dan rasa malu nya langsung turun demi membela Sang Istri tercintanya, salah atau benar yang penting dia akan tetap membela istri ny .


Kringgg . .Kringgg . .Kringgg


saat didalam perjalanan tiba-tiba ponsel Rangga berdering


"Hallo selamat siang " sapa Rangga


"Iya halo juga pak Rangga , saya adalah Antonius dari PT finance indo jaya makmur yang bertugas sebagai colector atau tukang tagih .


bagaimana dengan cicilan rumah bapak, ,kapan kira-kira bisa di bayar ????" tanya collector itu


Tuttttt!!!


karena tidak ingin Icha tau ,akhirnya Rangga pun langsung mematikan telpon dari petugas tukang tagih tadi .


Tiba-tiba saja keringatnya bercucuran padahal di dalam mobil pribadinya sangat lah dingin .


"papa sayang kenapa ??


ada apa, dan siapa yang menelpon ???" tanya Marisa penasaran


"ti. .tidak apa-apa sayang .


mungkin dia hanya salah sambung saja, tidak usah di hiraukan " cercah Rangga dia terus melajukan mobil


"Kurang ajar !!


di tagih baik-baik malah di matikan " Pekik pria bertubuh kekar ,berkulit hitam dan kepala botak itu .


Dia langsung jalan menuju rumah Rangga yang sesuai dengan alamat yang tertera di kertas surat tugasnya.

__ADS_1


Tidak berapa lama pria yang bertugas menagih cicilan itu pun sudah tiba di depan pintu rumah mewah milik Rangga .


Tok . .Tok . .Tok . .


"permisi " Ucap pria itu dari luar


"Iya . .tunggu sebentar " sahut Mpok nur dari dalam , dia langsung membuka pintu rumah


"Maaf mau cari siapa ya pak ????" tanya Mpok nur


"Saya mau cari pak Rangga , Dimana dia ??


tolong suruh dia keluar ada hal penting yang ingin saya katakan " Ujar pria bertubuh kekar itu .


"Maaf pak tapi pak Rangga dan Bu Icha belum pulang .


kalau boleh tau ada perlu apa ya pak ???.nanti biar saya sampaikan " Kata Mpok nur


Pria itu tidak menjawab pertanyaan pembantu itu, dia malah duduk di depan rumah Rangga sambil menunggu Rangga pulang .


Tidak lama kemudian Rangga dan Icha pun tiba di rumah dan mereka langsung turun dari mobil.


mereka berjalan langkah demi langkah akhirnya mereka pun tiba di pintu utama .


"Halo pak Rangga , akhirnya pak rangga datang juga


sejak tadi saya menunggu bapak, gimana soal cicilan rumah bapak ini ??? bapak jangan pura-pura diam dan pura-pura begok .


Karena tidak ingin Icha mendengar obrolan mereka, Akhirnya rangga pun menyuruh Icha untuk masuk duluan ke dalam rumah .


Icha pun masuk, tapi bukan nya masuk ke dalam rumah tapi Icha malah berdiri di belakang pintu untuk menguping pembicaraan suaminya dengan pria yang tadi .


"Pak ...saya mohon berikan saya waktu 2 Minggu lagi .


bapak tidak usah takut saya akan pasti membayar nya .


dan saya minta bapak jangan pernah datang kesini , biarkan saya yang datang ke kantor untuk membayar cicilan nya " kata Rangga seraya memohon


ia mencoba meminta pengertian pria itu


Sebelumnya Rangga memang tidak pernah telat membayar cicilan tapi karena akhir-akhir ini biaya pengeluaran sangat banyak jadi ia pun me nyepelekan cicilan rumah sampai tukang tagih datang kerumahnya .


"Oke ...saya akan berikan kesempatan.


tapi ingat pak Rangga kalau dalam jangka 2 Minggu bapak tidak akan membayar nya kami akan berikan surat peringatan Panarikan rumah " Tegas pria itu


Kemudian pria itu pun pergi melakukan motornya .

__ADS_1


Setelah pria itu pergi lalu Rangga pun masuk ke dalam rumah .


setelah membuka pintu rumah betapa kaget nya ia melihat istrinya berdiri di hadapan nya .


"ma . .ma . .mama sayang ngapain disini ???" tanya pria beranak dua itu dengan suara yang terbata-bata


"ngapain ??


mama disini mendengar semua percakapan papa dengan collector itu .


jadi selama ini rumah ini hanya nyicil dan bahkan cicilan nya belum lunas sampai sekarang ????" Kata Icha dengan penuh kecewa dan marah .


"Iya sayang ..mama benar .


rumah ini memang belum lunas


tapi hanya tinggal beberapa cicilan lagi kok ." jawab Rangga


"Mau berapa Kali lagi pun itu, tapi mama sudah terlanjur kecewa.


papa udah berbohong dan menutup-nutupi semua dari mama" kata Icha


Dia pergi masuk ke kamar dan meninggalnya Rangga sendirian di depan pintu .


tidak lama kemudian dia pun pergi ke kamar untuk menyusul istrinya .


"ma ...papa tau mama sangat marah .


papa benar-benar minta maaf ,papa melakukan ini supaya mama tidak usah ikut pusing memikirkan nya ,biarlah papa yang menanggung beban ini sendirian "ujar Rangga dengan sedikit memelas


"Tapi kalau tidak dibayar mereka pasti akan menyita rumah ini ,apa papa tidak pernah berfikir sejauh itu "


Marisa memalingkan wajahnya dari sang suami . dia masih marah dan kesal pada Rangga .


Jelas saja Rangga pun tidak ingin kalau sampai hal itu terjadi , akhirnya dia pun dengan memberanikan diri membujuk istrinya .


" ma. .gimana kalau sisa uang yang di tinggalkan Rika itu kita pakai saja untuk melunasi rumah ini agar kita tidak punya hutang lagi dan kita bisa tinggal di rumah ini selamanya tanpa takut disita "bujuk Rangga


Sebenarnya Marisa sudah membuat rencana dengan sisa uang yang mereka temukan di dalam lemari waktu itu , dia akan menggunakan uang itu untuk dirinya sendiri ,tapi ternyata semua rencana nya hanyalah hayalan semata .


mau tidak mau dia harus merelakannya sisa uang itu untuk semua cicilan Rangga .


dari pada ia dan Rangga harus kehilangan rumah mewah itu terpaksa Icha harus mengalah .


Dia membuka lemari dan memberikan uang itu pada Rangga .


"Untung ada uang ini .kalau tidak ,bagaimana jadinya dengan nasibku .

__ADS_1


menikah dengan pria duda beranak dua ,tua dan miskin tidak punya rumah pula.


yang ada semua orang akan menertawai ku , Alex ,Icha, Helen ,Shinta, Karin dan semua Tetangga2 yang ada di komplek ini " batin nya


__ADS_2