
Saat sedang tidur , tiba-tiba Marisa bermimpi buruk .
di dalam mimpinya itu , ia melihat kalau ia dan mamanya sedang berada di tepi jurang yang sangat curam .
dan mamanya terus memanggil-manggil dirinya sambil meminta tolong padanya karena kaki mamanya terpeleset , tapi belum sempat ia menolong mamanya ,mamanya terjatuh ke dalam jurang dan langsung meninggal di tempat saat itu juga .
Marisa yang tadinya mengacuhkan mamanya pun langsung berteriak dan menangis berteriak memanggil- manggil mamanya
"Mama. .
maafkan Icha ma, jangan tinggalin Icha " ia terus menangis dan berteriak dalam mimpinya itu
tapi bukan hanya di dalam mimpi saja , sakin sedihnya air matanya menetes membasahi pipinya dan suara tangisan terdengar dari bibirnya .
Karina yang baru saja masuk kedalam kamar langsung membangunkan Marisa .
"Icha . .kamu kenapa ???" tanya nya sambil membangunkan Icha
lalu Icha pun terbangun dari tidurnya ,dia langsung menangis dan memeluk Karina .
"Rin . . aku barusan mimpi buruk tentang mamaku ,aku mimpi mamaku meninggal Rin . jujur saja aku belum siap kehilangan mamaku
hiks ...hiks ...hiks" tangisnya
"iya Cha kamu tidak akan kehilangan mereka, lagi pula itukan hanya mimpi .
mimpi hanyalah bunga-bunga tidur .
jadi berhentilah menangis, tidak semua mimpi jadi kenyataan " Karina berusaha menenangkan sahabatnya itu .
meskipun ia tahu kalau mimpi Marisa tadi adalah suatu pertanda bahwa mamanya Marisa memang sangat merindukan dan membutuhkan anak mereka itu .
"Tapi gimana kalau mimpi ku itu jadi Kenyataan ???
aku sangat takut Rin " kata Icha lagi
meskipun Karina sudah berusaha menenangkannya, tetap saja Icha tidak bisa merasa tenang .
kali ini ia benar-benar di hantui rasa takut .
jam di dinding terus saja berputar, dan waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi .
Marisa masih saja kefikiran dengan mimpinya itu, sedangkan Karin sudah tidur terlelap di sampingnya .
setalah berjam-jam menangis membuat tenggorokan nya jadi kering , kemudian ia pun keluar dari kamar dan pergi berjalan ke dapur untuk mengambil minum .
saat sedang minum, tiba-tiba gelas yang ia pegang jatuh ke lantai .
"Astagfirullah pertanda apa lagi ini " batin nya
cepat - cepat ia membersihkan beling-beling kaca yang berantakan di lantai
__ADS_1
mendengar suara berisik dari luar, mamanya karina pun keluar dari kamarnya dan ia melihat sahabat putrinya itu sedang menyapu bekas pecahan kaca .
"Marisa ,ada apa ????"tanya ibunya Karina
"gelas yang aku pegang jatuh tan.
maaf ya Tan, gara-gara kecerobohanku Tante jadi terbangun " ucap nya
"Hmmmm....iya sayang tidak apa-apa kok .
Tante fikir tadi kucing nakal yang masuk kedapur makanya Tante keluar .
mungkin kamu masih ngantuk makanya gelas nya jatuh .
yaudah kalau gitu Tante tinggal dulu soalnya Tante masih ngantuk " ujar mamanya Karina
Setelah mamanya Karina masuk, dan Icha juga sudah selesai membersihkan lantai .kemudian ia pun kembali ke kamarnya .
Jam 7 pagi ,biasanya Marisa sudah siap-siap untuk berangkat ke kantor .
tapi karena fikirannya masih tetap ke orangtuanya, akhirnya ia pun memutuskan untuk meliburkan diri .
Karina yang baru saja terbangun dari tidurnya sedikit heran melihat sahabatnya itu duduk di dekatnya .
"Loh Icha, tumben masih nyantai memangnya hari ini libur ????" tanya nya
"Enggak Rin ,fikiran ku gak tenang .
"Alhamdulillah akhirnya Marisa berubah fikiran juga " batin nya
tepat jam 9 pagi
setalah selesai sarapan dan juga rapih-rapih
Marisa pun berangkat di temani oleh sahabatnya itu menaiki sepeda motor .
15 menit kemudian , icha dan Karina pun tiba dirumah yang terlihat tampak sepi itu .
"Rin, kamu yakin mama dan papa ku sudah kembali ??
tapi kok rumah kami terlihat sangat sepi , sepertinya tidak ada siapa-siapa di dalam " ucap Icha
"Iya Cha aku benaran dan gak mungkin juga aku berbohong padamu.
kalau memang kamu kurang yakin dengan ku ayo kita tanyakan saja pada tetanggamu "Jawab Karina
mereka berdua pun bertanya pada tetangga yang kemaren memberikan informasi tentang keberadaan orang tua Marisa.
tapi sayang ,tetangga atau teman kecil marisa itu mengatakan kalau dia sudah tidak pernah melihat mama dan papanya Marisa lagi .
tapi ia juga tidak lupa mengatakan kalau sebelumnya orangtua Marisa memang sudah kembali dari luar negeri bahkan sudah melakukan aktivitas mereka sehari - hari di pekarangan rumah .
__ADS_1
setelah selesai mencari tahu informasi dari tetangga , Marisa dan Karina pun kembali kerumah yang terlihat sepi itu.
"harus kemana lagi aku harus mencari mama dan papa ku Rin, apa jangan - jangan mereka sudah pergi lagi meninggalkan rumah ini " kata Icha dengan wajah sedihnya
"Kayaknya gak mungkin pergi deh Cha !!!
seandainya pergi pun pasti Tante dan om tidak akan pergi jauh, kita pasti akan menemukan mereka .
Ooo. .iya bagaimana kalau kita cek kedalam aja,siapa tahu mereka memang sengaja tidak mau keluar dari rumah " Ucap Karin
karena ia tahu kondisi mama dan papanya Marisa, dan menurut nya mereka tidak akan pergi dengan keadaan dan kondisi seperti yang ia lihat kemarin.
Kemudian Marisa dan Karina pun berusaha masuk ke dalam rumah, tapi rumah terkunci dari dalam sedangkan dari kaca luar terlihat kalau di dalam ada sebuah lampu yang menyala di bagian dapur
Marisa dan Karina pun semakin yakin kalau mama dan papanya Icha memang sengaja mengurung diri di dalam .
"Rin aku tahu gimana caranya agar kita bisa masuk kedalam rumah ini " kata Icha
"Gimana Cha ????" tanya Karin
"Ayo ikut aku " perintah Icha
mereka berdua terus berjalan menelusuri pekarangan rumah sampai ke belakang rumah .
ternyata firasat mereka memang benar kalau mama dan papanya Marisa sedang mengurung diri.
pintu dapur bagian belakang tidak dikunci , marisa membuka pintu dapur bagian belakang dengan sangat pelan .
saat ia membuka pintu belakang ia melihat papanya sedang menyuapi mamanya makan .
Marisa dan Karin menatap kedua orang tua yang sedang duduk itu dan sebaliknya mama dan papanya Icha menatap kedua wanita yang sedang berdiri didepan mereka .
mamanya Icha yang tadinya sedang makan langsung berhenti mengunyah makanannya .
begitupula dengan papanya Icha, ia sangat kaget jantung nya berdetak sangat kencang .
"Matilah aku, sebentar lagi aku dan istriku akan masuk penjara " batin nya
dia juga berhenti menyuapi istrinya .
Marisa menangis dan terus berjalan mendekati mama dan papanya
"Icha apakah kau datang bersama dengan polisi???
apakah kau akan melaporkan kami ke polisi ?
jangan Icha, tolong jangan lakukanlah itu, apakah kau tidak kasihan melihat mamamu .
dia sakit Cha, dia sangat stress tolong jangan penjarakan kami nak "ucap papanya Marisa
ia bersujud dan memohon di kaki putri tercinta nya itu
__ADS_1