
untuk tiba ke kantor tempat kerjanya ,Rangga harus terlebih dulu melewati rumah mantan mertua nya yang sangat ia benci itu.
karena kebetulan rumah Karina tidak begitu jauh dari rumah mamanya Marisa dan tidak ada jalan lagi selain jalan yang satu itu .
sebenarnya ia juga tidak ingin melihat rumah mantan mertuanya karena menurut nya semua itu hanya akan menambah luka baginya tapi mau tidak mau ia terpaksa harus melewati jalan itu .
Rangga pun terus menulusuri jalanan dan tepat tinggal ibu mertuanya , saat ia sedang mengemudi , tiba-tiba ia melihat seorang wanita lewat melintasi jalan raya sambil membawa tas belanjaan .
Rangga melihat kalau wanita itu sangat mirip dengan Icha .
"itukan Marisa " batin nya
Rangga mencoba menghentikan mobilnya di pinggir jalan raya .
tapi saat ia menghentikan mobilnya, di saat yang bersamaan pula ada 3 truk besar lewat beriringan dari arah yang berbeda .
setelah ke 3 truk itu lewat, Wanita yang ia lihat melintas jalan raya tadi sudah hilang dari pandangannya dengan begitu cepat .
"Dimana wanita itu ????
dan wanita itu benar-benar sangat mirip dengan Icha .
tapi tidak mungkin Icha menyebrang lewat dari jalan sini .
aku pasti sudah salah karena aku terlalu memikirkan dia , ini semua hanya halusinasiku saja , makanya aku mengira semua wanita mirip dengan Icha .
dan mana mungkin dia berada di sekitar sini, Orangtuanya saja tidak ada disini " batin nya
Rangga tidak curiga sama sekali kalau wanita yang ia lihat tadi memang benar Marisa .
Setelah sempat berhenti di pinggir jalan raya, Rangga kembali melanjutkan perjalanannya.
dan setelah Rangga pergi, wanita itu pun keluar dari tempat persembunyian nya .
ternyata dia memang sengaja bersembunyi di balik semak-semak dekat pinggir jalan raya dan berusaha menghindar dari rangga .
setelah ia merasa situasi sudah kembali aman kemudian wanita itu pun kembali berjalan pulang ke rumah orangtuanya.
"Huh!!!
untung saja mas Rangga tidak melihat ku,kalau tidak, pasti dia akan terus mengikutiku sampai ke rumah .
dan dia juga pasti akan langsung melaporkan mama dan papaku ku ke polisi .
aku tidak akan membiarkan itu terjadi, karena bukan mama dan papa ku yang menghabiskan uang nya tapi orang lain, jadi kenapa mama dan papa ku yang harus menerima hukuman nya .
ini tidak adil ." batin nya
beberapa menit kemudian,Icha pun tiba dirumah Orangtuanya ,dia masuk ke dalam rumah dengan membawa barang belanjaan nya untuk di masak hari ini .
__ADS_1
"Cha , apakah ada orang yang melihat mu masuk kedalam rumah ini ????" tanya papanya
"Tidak ada pa, tadi saat Icha masuk orang diuar sedang sepi makanya Icha buru-buru masuk " jawabnya
"baguslah kalau begitu !!!
lain kali kalau mau keluar dari rumah ini , tolong jangan berpenampilan seperti dirimu yang asli lagi, papa tidak mau kalau ada orang yang mengetahui keberadaan kita ." ujar papanya
ia menyuruh agar Marisa lebih berhati - hati jika hendak keluar rumah, ia juga menyarankan kalau Marisa harus menyamar terlebih dulu sebelum keluar dari rumah .
papanya sengaja melakukan itu demi keamanan mereka juga .
setelah selesai mengobrol dengan papanya , Marisa pun beranjak dan pergi ke dapur untuk memasak bahan yang baru saja ia belanjakan dari sebarang jalan .
saat sedang sibuk di dapur tiba-tiba ponsel Icha berdering .
Kringgg . .Kringg . .Kringgg
panggilan masuk dari sahabatnya
sekian banyak orang yang menelpon nya, hanya telpon dari sahabatnya itu yang berani ia angkat .
"halo Karin . .ada apa ????" tanya marisa
"Halo Cha, kamu lagi ngapain ???
"Ini baru selesai belanja dan mau masak Rin .
iya aman-aman Rin , memang nya kenapa ????" tanya nya balik
kemudian Karina pun mengatakan pada Icha bahwa Rangga tadi datang kerumah nya .
tentu saja Icha kaget , dan ia baru sadar dan merasa sangat yakin kalau Rangga yang ia lihat di sebrang jalan tadi pasti baru pulang dari rumah Karina .
"tumben dia datang kerumah mu , kira-kira mau apa dia datang Rangga kerumah mu ????" tanya Marisa lagi
"Jadi begini Cha, dia datang karena perintah dari atasan mu .
dia cerita kalau tadi dia meeting di perusahaan tempat mu bekerja dan dia bertemu dengan atasan mu,karena atasan mu tahu kalau kamu adalah mantan istrinya,jadi dia pun minta tolong pada Rangga untuk membujuk mu masuk kerja besok .
kalau besok kamu tidak kerja maka kamu akan di pecat dari kantor " jelas nya
"Apa ???
ja. .jadi Rangga mengatakan pada ibu Jesika aku ini adalah mantan nya .
Ihhhh. .Rangga benar - benar tidak tahu malu ya, aku sengaja menutupi semuanya dari orang-orang. ehh justru dia memberi tahu pada manager ku " kesalnya
"Gak apa-apa juga kali Cha , tapi memang kenyataan nya seperti itu kan ????
__ADS_1
lagian juga sudah terlanjur , yang penting sekarang adalah karir mu
kamu harus masuk kerja besok Cha, karena kalau gak sama saja kamu tidak bisa membayar hutang-hutang om dan Tante " ujar Karin
"Iya benar . .kamu memang benar Rin .
kalau begitu jemput aku jam 6 sore ya Rin , jemput nya agak jauh dari rumah supaya orang-orang tidak curiga " Kata Marisa
setelah ia selesai telponan dengan sahabat nya , kemudian ia pun melanjutkan pekerjaan nya memasak untuk orangtuanya .
jam 6 sore pun tiba
Karina sudah tiba ditempat tujuan dia juga sengaja menunggu Marisa di tempat yang lebih jauh dari rumah Marisa sesuai dengan perintah .
Kringgg . .Kringgg . .Kringg
handphone Marisa berdering
"Halo Rin kamu udah sampai ya ????"tanya Icha
"Iya Cha . .aku tunggu dekat pom bensin ya " jawab Karin dari ujung jalan
setalah selesai telponan ,Marisa pun berpamitan pada papa dan juga mamanya .
dan dia juga berjanji kalau dia akan kembali lagi .
sebenarnya ia tidak tega meninggalkan kedua orang tuanya dengan kondisi yang sedang tidak baik-baik saja
tapi dia pergi bekerja juga demi mereka.
setelah memastikan kalau dia luar aman Marisa pun langsung kedua dari rumah orangtuanya.
"Hei . .Icha ternyata kamu disini ???" tiba-tiba seorang wanita datang menyapa Marisa
dan wanita itu adalah sahabat kecilnya .
" i. .iya
tadi ada yang mau aku ambil dari rumah mama .
tapi mama dan papaku tidak ada dirumah kok, mereka sedang pergi .
kalau begitu a. .aku pergi dulu ya !!!" kata Icha dengan suara terbata-bata
tingkah nya yang aneh sempat membuat sahabat kecilnya itu merasa curiga .
"Aneh sekali marisa, padahal kan aku tidak bertanya tentang mama dan papanya.
dan kenapa ia terlihat seperti orang ketakutan begitu ya !!?" batin wanita itu
__ADS_1