
Emanuel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, istrinya itu memberikan pilihan yang sangat sulit menurutnya. Kedua pilihan itu tidak menguntungkan menurutnya.
Tidur diluar atau tidak dapat enak-enak? Baiklah aku akan memilih tidur di luar, dari pada nggak dapat enak-enak, batin Ema.
"Tidur diluar," jawab Ema pelan.
"Bagus! Jadi malam ini dan beberapa hari kedepan tidurku tidak ada yang menggganggu," ucap Fika, tersenyum puas. Sedangkan Ema sudah mencebikan bibirnya kesal.
"Baiklah, aku akan membiarkanmu bebas untuk beberapa hari saja dan setalah itu, aku akan argmmmmm," Ema menyeringai jahat sembari menggerakan jari-jari tangannya seperti hewan buas yang akan menerkam lawannya ditambah lagi ia menggeram seperti singa jantan yang kelaparan.
Fika yang melihat tingkah suaminya itupun bergidik ngeri dan menatap takut suaminya itu.
Ema tergelak keras ketika melihat ekspresi wajah istrinya.
Kenapa dia selalu menakutkan jika di dalam kamar? Dan lebih ganas lagi, kalau dia atas ranjang, Ya ampun kenapa aku jadi membayangkan, dia mendessah diatasku. Batin Fika bergejolak, lalu ia menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Jangan berpikiran mesum, nanti kamu pengen lagi," goda Ema, saat melihat istrinya menggelengkan kepala berulang kali. Kemudian ia merenahkan tubuhnya kembali di atas tempat tidur.
"Ish, kamu kali yang mesum," elak Fika sembari mencebikkan bibirnya. Sedangkan Ema sudah sangat gemas dengan tingkah istrinya itupun langsung menarik pinggang istrinya dan membuat Fika kini terjatuh kedalam pelukannya dengan posisi Fika berada tepat diatas tubuhnya. Wajah keduanya itu sangat dekat dan hanya berjarak 5 centi saja. Fika menelan ludahnya dengan kasar dan menerjabkan matanya berulang kali, ketika melihat wajah tampan suaminya yang sedang menatapnya dengan lekat.
Kenapa aku lemah ya tuhan jika berhadapan dengannya. Duh lihat dia tersenyum begitu saja sudah membuat hatiku cenat-cenut, apa lagi yang bawah ini sudah kedutan dari tadi. Batin Fika meleleh.
__ADS_1
"Kenapa? Hem?" tanya Ema lembut dan menyunggingkan senyuman manisnya, hingga membuat Fika ingin meraup bibir itu.
Tahan, ini ujian! Duh kenapa jadi omes begini sih? Mungkin bawaan orok kali ya? Batin Fika tidak tahan untuk mencium dan mencumbu suaminya.
Fika masih terdiam dan menatap bibir seksih suaminya itu dengan penuh damba.
"Kenapa?" bisik Ema sensual, ingin menggoda istrinya.
Bodo amat dengan gengsi! Dia suamiku, milikku dan bibir itu juga milikku!. Batin Fika lalu menundukan kepalanya dan mencium bibir suaminya dengan rakus.
"Emmphhh, kamu menodaiku!" pekik Ema ketika ciuaman itu terlepas.
"Ih sok suci!" kesal Fika, cemberut kesal lalu ingin turun dari tubuh suaminya, namun pergerakannya di tahan.
"Mau kemana?" tanya Ema, dan tangannya merambat naik ketengkuk Fika.
"Yakin??" tanya Ema lagi, tersenyum mesum lalu menarik tengkuk istrinya hingga wajah keduanya itu berdekatan lagi.
"Ya!" jawab Fika tegas, namun kepalanya menggeleng berulang kali. Melihat tingkah istrinya yang semakin menggemaskan itu pun membuat Ema tidak tahan lagi untuk mellumat bibir istrinya itu.
CUP
Ciuman itu berlabuh dengan sangat lembut di permukaan bibir Fika, dan Fika pun langsung memejamkan mata dan membuka sedikit mulutnya, memberi akses untuk suaminya agar memulai ciuman panas yang sangat ia inginkan.
__ADS_1
Ema tersenyum senang dan mengabulkan permintaan istrinya, dan selanjutnya ciuman dan cumbuan panas pada siang hari itu pun di mulai, dan bunyi decapan terus terdengar memecah kesunyian kamar utama tersebut.
Enggak panas, tapi gerah aja 😆
Mana ini dukungannya? Kasih like, vote, komentar dan gift ya, sayang.
Emak disini mau jawab pertanyaan kalian ya. Walaupun emak tidak membalas komentar kalian satu persatu tapi emak membaca komentar kalian dari atas sampai bawah.
1.Visual Fika nggak cocok dengan umurnya, Mak, ganti dong!
Dari awal dan dari video teasernya sudah seperti itu visualnya. Coba cek IG emak. Jadi Emak tidak bisa ganti ya say, karena pemilihan visual sudah pas dengan karakternya masing-masing. Maaf jika kecewa.
2.Kok part RiBon terus sih?
Hanya pemanis, sayang. Ibarat sinetron itu, Ribon itu pemain pembantu dan pemeran utamanya tetap NuFik. Jadi jika di tampilkan Nue Fik terus nanti kalian bosen dong? dan alurnya juga sudah emak tata rapi seperti itu ya seyeng.
Agak nggak masuk akal Ya? Rima 'kan sudah tua suah 52 tahun dan sudah menopause.
Menopause itu tergantung dengan hormon reproduksi si wanita itu sendiri ya, dan tidak harus umur 50 tahun sudah menopause. Diluar sana banyak wanita sudah berumur 50 tahun lebih masih mendapatkan haid, seperti ibuku sendiri sudah hampir 60 tahun tapi beliau masih dapat tamu bulanan😁. intinya mami Rima belum menopasue.
__ADS_1
Udah gitu aja, jika ada pertanyaan lain bisa langsung tulis di komentar ya, nanti insya allah emak balas.
Terimkasih sudah dukung karya emak ya, love you all❤