Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Yang penting si Elang gagah


__ADS_3

Emanuel menitihkan air matanya dan menggenggam salah satu tangan istrinya dengan erat dan sesekali ia mengecupi punggung tangan Fika dengan mesra. Ia sangat terharu dan juga sangat bahagia mengetahui istrinya tengah mengandung buah hatinya. Doa yang selama ini ia panjatkan kepada Tuhan akhirnya terkabul. Mempunyai keluarga kecil yang bahagia itu adalah keinginannya sejak dulu.


Ia dulu sempat berfikir, jika dirinya mungkin tidak akan pernah merasakan berumah tangga karena ia sudah insecure dengan keadaanya. Akan tetapi, semenjak kehadiran gadis kecil yang bernama Afika larasati, kehidupannya berubah dalam sekejab. Kehidupannya yang dulu penuh kegelapan, kini sudah berubah menjadi sangat berwarna dan itu semua karena istri kecilnya.


Bondan dan Rima menatap pasangan yang tengah berbahagia itu dengan penuh haru dan juga sangat bahagia.


Fika mendongak lalu tersenyum menatap suaminya, kemudian ia menghapus air mata suaminya yang terus mengalir itu.


"Sudah dong nangisnya." Ucap Fika, kepada Ema.


"Ini adalah tangis kebahagiaan jadi biarkan air mataku terus mengalir." Jawab Ema, sembari mengecup kening istrinya dengan lembut.


"Ya nggak gitu juga kali, masa iya kamu mau nangis terus! Apa nggak malu sama calon anak kamu?" Sahut Bondan, sekaligus mengolok menantunya.


"Sirik!" Balas Ema kesal, kemudian ia menghapus air matanya lalu beranjak dari samping Fika yang tengah merebahkan diri diatas tempat tidur pasien.


"Aku sirik? Yang benar saja." Balas Bondan, tak kalah kesal sembari menggelengkan kepalanya pelan.


"Sudah! Kalian ini selalu saja bertengkar." Sela Rima, kemudian ia menghampiri menantunya.


"Jangan membatin kelakuan Ayah dan suami kamu ya, kamu harus bilang amit-amit jabang bayi sambil elusin tuh perut kamu." Ucap Rima saat ia sudah berada di dekat Fika.

__ADS_1


Fika yang mendengar ucapan ibu mertuanya pun ingin tergelak keras, namun sebisa mungkin ia menahan tawanya itu.


"Iya, Mami." jawab Fika, sembari mengelus perutnya dan berucap "Amit-amit jabang bayi."


"Sayang! Kamu tega banget sih." Protes Ema kesal, sembari menghentakkan kakinya kesal.


"Bisa tidak tangan dan kakimu itu jangan gemulai." ucap Bondan.


"Walaupun kaki dan tanganku gemulai, tapi burung elangku gagah perkasa dan bisa membuat istriku tekdung." Jawab Ema dengan sengit, membuat Bondan memutar kedua matanya dengan malas.


"Ya percaya! Aku kira tadi burungmu juga ikut gemulai." Sahut Bondan lagi, membuat semua ketiga orang yang ada di sana melotot sempurna.


"Bon bon!! Ayah!!" Protes Rima, Fika dan Ema bersamaan.


*


*


*


*

__ADS_1


Setelah memastikan kondisi Fika dan janinnya sehat, Fika sudah di perbolehkan pulang oleh dokter yang menanganinnya.


Disinilah mereka sekarang berada di parkiran rumah sakit. Dan Rima sejak tadi terus memberikan wejangan kepada Fika dan Putranya tentang seputar kehamilan.


"Bawa mobilnya jangan ngebut karena istrimu sekarang sedang mengandung." Ucap Rima, kepada putranya.


"Iya Mami." Jawab Ema.


"Fika ngidam apa? Bilang saja sama suamimu, dan kalau menginginkan sesuatu jangan di tahan ya karena anak kalian bisa ileran nanti." Ucap Rima lagi, Fika dan Ema mengangguk patuh mendengar wejangan dari Mami Rima.


"Iya Mami, tapi untuk saat ini aku belum menginginkan sesuatu." Jawab Fika, tersenyum.


"Ini kalau ngobrol terus kapan jalannya?" Tanya Bondan, menghampiri Rima.


"Eh, iya sampai lupa." Ucap Rima, kemudian ia menutup pintu mobil yang ada di dekat Fika. Setelah Itu Ema mulai menjalankan mobilnya, meninggalkan Ayah mertua dan juga ibunya.


"Ayo kita pulang." Ajak Bondan, kepada Rima.


"Apa tidak sebaiknya kita tinggal sementara di rumah anak kita? Setidaknya sampai kehamilan Fika kuat, karena aku khawatir dengan menantuku." Ucap Rima kepada Bondan.


Sedangkan Bondan yang mendengarkan ucapan Rima pun tersenyum penuh arti.

__ADS_1


Duh yang satu bahagia karena sebentar lagi akan menjadi Ayah dan satunya lagi sedang berbunga karena akan tinggal satu atap dengan pujaan hati. 😂


Penasaran sama kelanjutannya? Kasih dukungan dulu dong. 😘


__ADS_2