Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
The power of emak-emak


__ADS_3

Gleg


Para bodyguard tersebut menelan ludahnya kasar ketika melihat senjata Rima yang sangat mengerikan dimata mereka. Kemudian mereka menggeleng pelan, lalu mundur teratur.


Dari pada benjol, mending mundur. Begitulah kiranya yang ada di dalam pikiran mereka.


"Bedebah kalian semua! Masa sama emak-emak saja takut! Awww .... sakitt!!" pekik pria tua itu, sembari menutupi kepala botaknya karena Rima masih terus memukuli dirinya.


"Mampus kamu! Rasakan! Kurang ajar kalian semua ya! sudah membuat putraku seperti itu, argghhhh!" Maki Rima dengan sangat emosi, dan terus memukuli pria tersebut tanpa ampun. Sehingga membuat pria tua itu mengalami luka lecet di tubuh dan juga kepalanya.


Tuk


Tuk


Tuk


Pria tua itu terkulai lemas tidak berdaya, karena pukulan Rima di kepalanya membuat dirinya pusing .


"Huh! Apa kalian lihat-lihat! Mau babak belur seperti dia?!" sentak Rima dan melotot tajam kepada para bodyguard tersebut dan tangannya menunjuk pria tua yang sudah tergeletak lemas diatas lantai.


"Tidak nyonya, kami tidak berani. Ampuni kami," ucap para bodyguard itu bersamaan dan terlihat sekali jika mereka ketakutan.


"Dasar! Badan saja gede tapi pengecut!" cibir Rima, dan menatap sinis para bodyguard tersebut.


The power of emak-emak, mana mungkin kami berani melawan. Batin para bodyguard tersebut.


Sedangkan Fika dan Ruri berusaha untuk memapah Ema yang sudah tidak berdaya. Fika tidak mampu untuk berkata-kata, air matanya terus menetes di pipi dan hatinya sudah teramat sakit saat melihat suaminya terluka seperti itu. Dengan susah payah, akhirnya Fika dan Ruri bisa membawa Ema keluar dari restoran tersebut lalu segera membawanya kerumah sakit.


*


*

__ADS_1


*


*


Di restoran itu sendiri masih terjadi pertempuran sengit antara Bondan, suaminya Ruri dengan para Bodyguard yang masih tersisa disana.


Bondan dan Suaminya Ruri saling memunggungi ketika di kepung oleh para bodyguard tersebut.


Salah satu Bodyguard mulai memberikan serangan kepada Bondan tapi dengan cepat Bondan melawan dan menendang Bodyguard itu hingga tersungkur kelantai, tidak sampai disitu para Bodyguard yang lainnya pun mulai menyerang bersamaan.


Bondan dan Suami Ruri berusaha untuk memberikan perlawanan, dan satu persatu para bodyguard itupun mulai tumbang.


Bugh


Bugh


Bondan menghajar dan memukul bodyguard yang masih tersisa itu dengan kejam, lalu ia menendang Bodyguard itu kearah suami Ruri dan dengan sigap pria itu memberikan bogem mentah kewajah Bodyguard tersebut dengan keras.


Bugh


Darah menyembur dari mulut Bodyguard tersebut dan ada beberapa giginya terlepas ketika Suami Ruri memberikan pukulan tepat di wajahnya.


Bruk


Bodyguard itu langsung tumbang dan tersungkul diatas lantai, restoran tersebut yang tadi berbau wangi makanan kini berubah berbau anyir karena ada beberapa bodyguard yang mengeluarkan darah dari mulut mereka.


Nafas Bondan dan Suami Ruri tersengal dan keringat bercucuran membasahi tubuh mereka. Bondan menundukkan badannya dengan kedua tangan yang bertumpu di kedua lututnya, sedangkan Suami Ruri berkacak pinggang seraya mendongakkan kepalanya keatas sambil memejamkan matanya, guna melepaskan rasa lelah yang mendera.


"Thank Jack," ucap Bondan lalu mengulurkan tangannya dan pria itu menyambut tangan Bondan diiringi kekehan pelan.


"Yap, tapi aku datang terlambat dan menantumu sudah terluka parah," jawab pria itu yang bernama Jack.

__ADS_1


"Hah iya," balas Bondan, memejamkan matanya sejenak lalu menegakkan badannya kembali.


"Kalian tidak apa?" tanya Rima saat menghampiri dua pria bertatto itu.


"Ya kami baik, tapi dimana anak-anak?" tanya Bondan, mengendarkan pandangannya di setiap sudut restoran tersebut.


"Mereka sudah kerumah sakit terdekat," jawab Rima. "Ayo kita segera kesana," ajak Rima dan diangguki kedua pria itu.


"Kalian semua bereskan teman-teman kalian! terutama dua bos kunyit kalian itu!" titah Rima kepada para bodyguard yang masih tersisa.


"Ba baik nyonya," jawab mereka kompak dan tidak berani menatap wanita cantik tersebut.


Bondan dan Jack terkekeh pelan, ketika melihat Rima sangat garang.


"The power of emak-emak," bisik Jack kepada Bondan, namun masih terdengar oleh Rima.


"Aku mendengarnya JACK!" ketus Rima, lalu berjalan keluar dari restoran tersebut dan diikuti dua pria tersebut.


"OPS, sorry madam," jawab Jack terkekeh pelan, dan Bondan pun ikut terkekeh lalu meninju lengan Jack dengan pelan.


"Dia sangat mengerikan kalau marah," bisik Bondan.


Jack menaikan salah satu alisnya dan menatap Bondan dengan tatapan mengejek.


"Aku tidak menyangka, jika para petinju seperti kita mempunyai istri yang garang, dan sialnya kita menjadi budak cinta mereka," ucap Jack, terkekeh pelan.


"Ya, ya ya, terus saja kalian bergosip ria. Kita harus segera kerumah sakit!" sungut Rima, lalu masuk kedalam mobilnya.


Semoga Nue tidak apa-apa ya gaes,,,


Yang minta visuall Jack tak kasih ya, emak mah baik hati dan tidak sombong, tapi bayar pakai like! Awas kalau nggak! 🤣🤭

__ADS_1



Jadi resah banget kan,, melehoy deh kalian semua🤣


__ADS_2