Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Bukti nyata cinta kita!


__ADS_3

Setelah satu minggu dirawat dirumah sakit untuk pemulihan rahimnya, akhirnya di perbolehkan pulang oleh dokter Ricky.


"Ingat puasa dulu 40 hari, kalau bisa lebih dari itu malah lebih bagus," ucap Ricky kepada Ema, setelah memeriksa Fika.


"Mana bisa menahannya lama-lama," jawab Ema, ketus.


"Dasar burung emprit!" umpat Ricky.


"Burung elang sialan! Apa mau bukti?" kesal Ema, dengan dokter cabul itu.


"Tidak! Paling juga masih besaran punyaku," cibir Ricky.


"Setidaknya milikku punya sarang, tidak seperti dirimu yang harus bermain dengan miss lux!" sindir Ema dengan keras.


"Huh! Dasar menyebalkan!" kesal Ricky, meninggalkan ruangan itu karena merasa kalah telak.


"Kalian ini jika bersama tidak pernah akur, kenapa?" tanya Fika, yang sedang menggendong Arjuna.


"Habis aku masih kesal dengannya karena sudah melihat milikmu," jawab Ema jujur.


Fika yang mendengar ucapan suaminya pun mengehembuskan nafasnya kasar, untung saja diruangan itu hanya ada dirinya dan Ema, karena Rima dan Bondan sedang mengurus administrasi.


"Sayangku, Papanya Arjuna yang paling ganteng, dokter Ricky hanya melakukan tugasnya tidak lebih." Fika memberikan pengertian.


"Huh, aku tahu. Tapi, tetap saja rasanya aku tidak ikhlas!" jawab Ema, sewot.


Fika lagi-lagi menghembuskan nafasnya dengan kasar, lantaran menghadapi orang yang sedang hibernasi itu sangat sulit karena perasaan mereka sangat sensitif.


Tidak lama kemudian Rima dan Bondan datang, dan mereka pun segera bersiap pulang kerumah.


*

__ADS_1


*


*


Sampai dirumah Fika dan Ema, sangat terperangah ketika melihat rumahnya di hias dengan sangat indah menyambut kedatangan Baby Arjuna. Disana Bibik juga menyambut kedatangan majikannya.


"Wah, kapan kalian mempersiapkan ini semua?" tanya Fika, memasuki rumah dan senyum terus terkembang di bibir manisnya.


"Saat kamu masih dirumah sakit, kamu suka?" tanya Ema, lalu mengecup pipi istrinya dengan mesra.


"Iya suka banget dong," jawab Fika, mengulas senyum.


Hati Bondan dan Rima menghangat, ketika melihat keluarga kecil itu nampak bahagia.


"Semoga selamanya mereka terus bahagia seperti ini," ucap Bondan.


"Amin," balas Rima, tersenyum lalu mencium Arjuna dengan gemas.


"Bau asem, maunya cium Juna aja yang wangi," jawab Rima, membuat Bondan mengerucut sebal.


"Sudah jadi Opa ngalah sama Cucu, kalau buat kamu jatahnya malam saja," ucap Rima tersenyum geli.


Wajah Bondan yang masam kini berubah menjadi cerah, secerah matahari yang menyinari bumi.


"Jadi tidak sabar nunggu malam," jawab Bondan, tersenyum mesum, sembari menggosok telapak tangannya bertanda jika dirinya benar-benar tidak sabar.


"Dasar aki-aki," cibir Rima.


"Biar aki-aki tenaganya masih strong!" sahut Bondan kesal, tidak terima dibilang aki-aki.


"Kalian ini ngomongin apa?" tanya Ema, berjalan mendekat dan mengambil alih Arjuna dari gendongan Rima.

__ADS_1


"Tidak," jawab Rima dan Bondan kompak.


"Mami sama Ayah, istirahatlah pasti kalian sangat lelah," ucap Ema, tersenyum lembut.


"Ya, baiklah," jawab Bondan lalu menarik tangan Rima, menuju kamar. Mencari kesempatan.


Ema menggeleng ketika melihat tingkah Ayah mertua yang merangkap menjadi Ayah sambungnya itu. "Dasar puber kedua," gumam Ema, lalu berjalan kekamar atas sembari menggendong Arjuna dan merangkul istrinya.


Sampai dikamar, Ema langsung merebahkan putranya di tempat tidur kecil yang sudah di siapkan sebelumya. Setelah itu ia menghampiri istrinya yang duduk di tepian tempat tidur.


"Apa kamu lelah?" tanya Ema, duduk di samping Fika dan merengkuh tubuh istrinya.


"Sedikit," jawab Fika, tersenyum lalu menenggelamkan wajahnya di dada bidang itu dan keduaa tangannya melingakar di pinggang suaminya.


Ema tersenyum, mengecup kening istrinya dengan mesra dan mengelus punggung Fika dengan lembut.


"Terimakasih telah berjuang demi anak kita. Aku mencintaimu," ucap Ema lembut.


Fika mengurai pelukanya, mendongak dan menatap suaminya dengan hangat. "Aku lebih mencintaimu, sayang. Arjuna adalah bukti nyata dari cinta kita," ucap Fika. Ema tersenyum lembut, dan melabuhkan ciuman di permukaan bibir istrinya dengan lembut, mencurahkan kasih sayangnya dan rasa cintanya yang begitu dalam hanya untuk istrinya Afika larasati.


Perjuangannya selama bertahun-tahun untuk kembali di kehidupan normal seperti lelaki pada umumnya tidak sia-sia. Ia menemukan cinta sejatinya dengan cara yang tidak terduga. Afika larasati gadis kecil dan tomboy itulah yang mampu merubah hidupnya. Memberikan warna-warni baru dikehidupannya ditambah lagi kehadiran putranya Arjuna, menyempurnakan kebahagiaan dalam hidupnya.


**TAMAT**


Yah, tamat. Tapi tenang masih ada ekstra partnya kok sampai bulan depan.😁


Makasih buat para readersku yang paling cantik dan ganteng, barang kali ada bapak-bapak yang baca🤭


Makasih yang sudah mengawal Suamiku gemulai sampai tamat, dan makasih apresiasi yang sudah di berikan untuk emak berupa like, komentar, vote dan hadiah. Emak bukanlah apa-apa tanpa dukungan dan semangat dari kalian.


Untuk Give away tetap tanggal 4 april di umumkan, bersamaan habisnya ekstra part ya.

__ADS_1


See u di Oh! My bodyguard😘


__ADS_2