Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Jadi Joki?


__ADS_3

"Ehm, mungkin dia pengen di jenguk papanya," bisik Fika, lalu menundukan wajahnya malu.


"Nakal ya sekarang," goda Ema, sembari mencolek dagu istrinya. "Tapi, kakiku masih sakit," lanjut Ema, seraya mengusap kaki kirinya yang masih terasa berdenyut nyeri.


"Ehm, aku diatas," bisik Fika, membuat suaminya tercengang.


Ema tidak menyangka jika istrinya yang biasanya pemalu jika berhubungan dengan ranjang, tapi saat ini istrinya itu tampak agresif.


Benarkah itu istrinya? pikir Emanuel.


"Memang bisa?" tanya Ema, tidak percaya. Apa lagi perut istrinya itu sudah membuncit dan pasti tidak akan mudah melakukannya.


"Kita coba saja dulu," jawab Fika mengeling nakal, dan Ema lagi-lagi tercengang dengan sikap istrinya itu. "Jangan kaget begitu, anggap saja ini adalah permintaan maafku, karena selama sebulan mengabaikanmu," jelas Fika, dan menatap Ema dengan sendu. Rasa bersalah itu kembali mencuat kedalam hatinya.


Ema tersenyum lalu mengusap salah satu pipi Fika dengan lembut. "Kamu tidak bersalah, disini akulah yang bersalah karena sudah membuat hatimu terluka, dan dengan adanya kita berjauhan, kita bisa mengintropeksi kesalahan kita agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan lebih memahami satu sama lain," jelas Ema, dan Fika menganggukan kepalanya, membenarkan ucapan suaminya.


"I love you," ucap Fika, lalu memeluk Suaminya dengan erat.


"Mee too," balas Ema, membalas pelukan itu dan mencium pucuk kepala istrinya dengan dalam. Dan salah satu tangannua beralih mengusap perut istrinya dengan lembut.

__ADS_1


Saat ia mengusap perut Fika, ia merasakan pergerakan kecil dari sana. Jantung ema berdegup dengan cepat dan air mata luruh seketika saat merasakan pergerakan kecil dari dalam perut Fika. "Sayang, junior bergerak," ucap Ema sangat bahagia, kemudian ia melepaskan pelukannya dan menundukan kepala kearah perut Fika dan menangkup perut istrinya dengan kedua tangannya.


"Iya aku juga merasakannya," ucap Fika tersenyum bahagia, lalu membelai lembut kepala suaminya itu.


"Hai Junior, bergeraklah lagi. Ini Papa sayang," ucap Ema antusias, lalu mengusap perut Fika dan menciuminya berulang kali. Rasa hangat menjalar keseluruh tubuhnya hingga masuk kerelung hatinya, ketika merasakan pergerakan dari sang buah hati. Ema sangat bahagia dan saking bahagianya, ia sampai menangis meraung.


Ema tidak menyangka akan sampai di fase seperti ini. Dimana dia bisa menikah, menjadi seorang suami dan sekarang ia akan menjadi seorang Ayah. Ema terus mengucapkan syukur kepada Tuhan, dengan kebahagiaan yang ia rasakan saat ini.


Tuhan akan memberikan jalan kepada umatnya yang mau berusaha dan berdoa.


"Nue! Hentikan tangisanmu itu!" ucap Fika, sembari menepuk pundak suaminya.


"Nanti jika Mami dengar, dikiranya aku menyiksamu!" kesal Fika, memukul pundak suaminya dengan keras.


"Kamar ini kedap suara, jadi mau berteriak sekalipun tidak akan ada yang mendengarnya. Ayo, kita mulai kuda-kudaannya, aku jadi kuda dan kamu yang menjadi jokinya," ucap Ema, menegakkan badannya sembari menghapus air matanya dengan kasar dan menatap istrinya dengan mesum.


"Aku ingin menyapa junior,' bisik Ema dan Fika mengangguk malu. Kemudian ia mulai membuka pakaiannya tanpa diminta. "Pintu sudah di kunci 'kan?" tanya Fika, ketika ia akan meloloskan dress yang dikenakannya.


"Aman," jawab Ema, menatap tubuh molek istrinya yang sudah polos tanpa sehelai benang pun.

__ADS_1


"Kita mulai main kuda-kudaannya," ucap Fika, kemudian tangannya terulur untuk membuka seluruh pakaian suaminya.


"Ayok!" ucap Ema penuh semangat.


Dan selanjutnya.


*


*


*


Bersambung, 😜


Masih pagi yak, nggak boleh traveling🤣


Kasih dukungannya ya sayang-sayangku😘😘


Jangan pelit like, nanti jempolnya cantengan loh😆

__ADS_1


__ADS_2