Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Ekstra part 9


__ADS_3

"Nanti malam Juna tidur sama Ayah ya," pinta Ema, memohon.


"Apa?!" pekik Bondan, menatap sebal menantunya yang merangkap jadi putra sambungnya itu.


"Ck! Tidak usah lebay begitu. Ayah mau cucu yang nggemesin melebihi Juna, nggak?" tanya Ema, menatap sebal Ayah mertuanya.


"Tentu saja mau!" jawab Bondan dengan cepat.


Bahkan dalam benak Bondan, Ia ingin mempunyai banyak cucu agar bisa di ajak bermain tinju bersama.


"Nah, maka dari itu. Aku lagi program anak kedua," ucap Ema, menaik turunkan alisnya.


Tatapan mata Ema sangat menyebalkan di mata Bondan, ingin rasanya dirinya itu mencolok mata itu, namun akal sehatnya masih berfungsi.


Baiklah demi cucu kedua. Ah, malam panasku bersama Rima harus di tunda dulu. Batin Bondan.


"Baiklah, 4 ekor ayam kampung," ucap Bondan, membuat Ema tersenyum lebar lalu memeluk Bondan dengan erat.


"Mau satu truk juga akan aku berikan, Yah." ucap Ema, bahagia.


"Cih! Tapi boleh juga tuh, untuk bisnis ternak ayam kampung, nanti belikan dua truk ya, sekalian buatkan lahannya," ucap Bondan tersenyum puas.


Lah


Ema melongo mendengar permintaan ayahnya.

__ADS_1


"Ha ha ha, baiklah hanya itu saja, kecil," ucap Ema, sembari menunjukan jari kelingkingnya.


"Kamu memang menantu yang sangat baik!" ucap Bondan, sembari menepuk punggung Ema dengan keras, sehingga Ema meringis kesakitan.


*


*


*


Hari sudah semakin sore. Bondan duduk di tepi Dermaga dengan posisi kaki menjuntai kearah air laut yang mulai pasang surut. Menikmati angin yang berhembus kencang sembari melihat keindahan alam, dimana sang matahari akan kembali ke beradapannya, warna jingga begitu indah di pandang mata dan menciptakan momen yang romantis bagi pasangan yang sedang jatuh cinta.


Rima datang menghampiri suaminya yang sedang duduk di pinggiran dermaga seorang diri.


Bondan mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya, ia menoleh kebelakang dan tersenyum saat tahu siapa yang menghampirinya, lalu mengulurkan salah satu tangannya.



"Kenapa sendiri disini?" tanya Rima, duduk di samping Bondan, menyandarkan kepalanya di pundak yang kokoh itu dengan tangan yang masih bertaut.


"Menikmati senja," jawab Bondan, menatap matahari tenggelam kemudian ia mengecup pucuk kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Seharusnya kamu mengajakku, kita bisa menikmati senja bersama," ucap Rima, sedikit kesal.


"Aku tidak ingin Senja iri denganmu, lihat kamu sangat cantik melebihi keindahan Senja itu," ucap Bondan, membelai pipi mulus istrinya.

__ADS_1


"Ck, pandai menggombal ya sekarang," cibir Rima, walau begitu ia tersipu malu. "Ingat umur, Opa," cibir Rima lagi, di selingi kekehan kecil.


Kemudian Rima berdiri dari duduknya, di ikuti oleh Bondan.


"Mau kemana?" tanya Bondan, ketika melihat istrinya melangkah pergi dari dermaga.


"Bisa diabetes jika kau terus disini," keluh Rima, menahan senyumannya.


"Kemarilah," Bondan mengulurkan tangannya, dan Rima menyambut tangan itu.


CUP


RIma mengecup rahang tegas suaminya yang di tumbuhi bulu-bulu kasar itu dengan lembut, lalu ia segera memeluk suaminya dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Kamu seperti ABG," ucap Bondan terkekeh.


Rima mendongak menatap suaminya seraya tersenyum malu, lalu Bondan mengecup bibir istrinya berulang kali dengan gemas.


"I Love You," ucap Bondan pelan.


"I Love You, Too," balas Rima, tersenyum.


Kemudian keduanya itu tertawa bahagia, dan saling berpelukan mesra, sembari menyaksikan senja di sore hari itu dengan keromantisan yang mereka ciptakan.


Mau lihat keromantisan Opa Bondan dan Oma Rima, lihat di Ig emak Ya,,❤

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya para kesayannganku❤❤


__ADS_2