Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Hamidun?


__ADS_3

Saat ini Ema sudah sampai hotelnya dan sudah berada di ruangannya, kemudian ia segera memanggil Ruri.


"Ada apa Bos? Pagi-pagi sudah kusut banget." Sapa Ruri, saat ia memasuki ruangan Ema, lalu duduk di kursi yang ada di depan Bosnya itu.


"Hem, tidak. Aku hanya ingin menanyakan laporan bulanan salon dan butik." Ucap Ema, sembari menopang dagunya dengan kedua tangannya di atas meja.


"Kirain ada apa, ini sudah aku persiapkan semuanya." Jawab Ruri, lalu menyerahkan beberapa Map kepada Ema.


Kemudian Ema menerima Map tersebut, lalu membuka Map dan mengeceknya bergantian.


"Oke, omset tiap bulan semakin naik." Ucap Ema, sembari menganggukkan kepalanya berulang kali.


"Kerjamu sangat bagus dan aku memutuskan menaikan gajimu tiga puluh persen." Ucap Ema, dan langsung di sambut bahagia oleh Ruri.


"Ah, kau memang yang terbaik Emanuel." Pekik Ruri sangat bahagia dan bertepuk tangan riang.


"Jangan lupa traktirannya." Ucap Ema.


"Ah baiklah, martabak telur ya." Balas Ruri, menaik turunkan alisnya, dan berhasil membuat Ema mendengus kesal.


Disii lain, Fika menopang kepalanya dengan kedua tangannya, karena kepalanya terasa sangat berat dan pusing.

__ADS_1


"Fik, lo nggak apa-apa?" tanya Irfan, saat melihat wajah Fika sangat pucat. Ya, Irfan dan Fika sudah berbaikan beberapa bulan yang lalu.


"Nggak, santai aja." jawab Fika, tersenyum paksa. Karena saat ini ia sedang menahan rasa pusing yang sangat luar biasa dikepalanya. Pahahal saat di rumah tadi ia baik-baik saja dan hanya merasa lemas, tapi saat ia sudah sampai kedalam kelas tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing.


"Fan, kepala gue pusing banget." Ucap Fika, sembari memegangi kepalanya.


"Gue antar ke UKS ya." Ucap Irfan, lalu beranjak dari duduknya untuk membantu Fika berdiri.


"Lo bisa jalan?" Tanya Irfan dan diangguki Fika.


Kemudian Irfan membantu Fika berdiri, namun baru satu langkah berjalan tubuh Fika sudah ambruk keatas lantai.


"FIKA!!!!" Pekik Irfan, dan satu kelas itu langsung heboh dan mengerumuni Fika, dan banyak yang bertanya kepada Irfan, kenapa Fika bisa sampai pingsan.


*


*


*


Karena tidak kunjung sadar, Fika akhirnya di larikan kerumah rumah sakit terdekat, bahkan Kepala sekolah dan wali kelasnya pun turut ikut menemani Fika karena mereka sangat mencemaskan keadaan muridnya. Dan irfan pun tidak ketinggalan, terus menemani Fika.

__ADS_1


"Bu, tolong hubungi orang tua Fika, saya akan mengurus administrasi." Ucap Kepala sekolah kepada wali kelas tersebut.


"Baik, Pak." Ucap Wali kelas tersebut menahan senyuman, karena ia bisa berkesampatan lagi bertemu Ayah Bondan yang super Hot itu. Kemudian ia segera menghubungi Ayah Bondan dan memberitahukan keadaan Fika.


"Ya, saya akan segera kesana." Ucap Bondan cemas. Kemudian ia menutup panggilan telpon tersebut dan beralih menghubungi Menantu dan besannya.


Sedangkan Ema dan Rima yang mendengar kabar jika Fika dilarikan kerumah sakit pun sangat terkejut dan langsung bergegas menuju rumah sakit.


Sedangkan dirumah sakit, baik Irfan, kepala sekolah dan wali kelas sangat terkejut saat mendengar penjelasan dokter.


"Dokter salah kali." Ucap Irfan, masih tidak percaya dan tatapan matanya kini melihat Fika yang terbaring diatas tempat tidur pasien.


"Iya, Dok. Jangan asal diagnosa karena murid saya masih sekolah dan tidak mungkin jika Fika itu hamil." Sanggah Kepala sekolah.


"Saya tidak mungkin salah. Begini saja, untuk memastikannya, saya akan memanggil Dokter kandungan." Ucap Dokter itu, lalu keluar dari ruangan tersebut untuk memanggil dokter kandungan.


Fika yang sejak tadi diam dan mendengar kini meneteskan air matanya, lalu ia mengusap perutnya yang masih rata itu.


"Tenang Fika, dokter itu pasti salah. Kamu jangan menangis ya. Bapak percaya jika kamu tidak mungkin hamil." Ucap Kepala sekolah, menenangkan Fika. Ia berfikir jika Fika terpukul dan sedih mendengar ucapan dokter itu.


Aku berdoa semoga Fika hamil🙏

__ADS_1


Kasih dukungan seikhlasnya ya😘


__ADS_2