Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Emosi Fika


__ADS_3

"Iya maksudnya itu saya yang mengeshare di Grub sekolah dan maaf itu hanya sebuah ke isengan belaka dan sebuah editan." Ucapnya, ketakutan.


Bodoh ... Bodoh. Memaki dirinya sendiri.


"Kenapa ucapanmu berbeda dengan ucapan Afika!" Tanya Kepala sekolah lagi.


"Maaf, pak. Saya mengakuinya karena foto tersebut sudah menyebar luas di sekolah ini, dan jika saya tidak mengakuinya pasti bapak tetap akan menyudutkan saya untuk mengakuinya hal tersebut, berdasarkan bukti yang sudah bapak pegang. Bukankah begitu Pak?" Ucap Fika tersenyum puas, hingga membuat kepala sekolah itu diam sembari membenarkan kaca matanya.


"Jadi semua ini hanya rekayasa? Dan hanya sebuah lelucon begitu?" Tanya kepala sekolah lagi.


"I iya pak, maafkan saya pak." Jawab gadis itu, menundukkan kepalanya dan meremat kedua tangannya karena ketakutan, apalagi yang duduk di sebelahnya itu memancarkan aura yang sangat dingin dan menakutkan, membuat nyali gadis itu semakin menciut.


"Apa kamu tahu jika tindakan kamu itu, mencoreng nama baik Afika dan juga sekolah ini!" Ucap Kepala sekolah dengan tegas.


"Maaf pak, saya tidak akan mengulanginya lagi." Ucapnya lagi.


"Dan meminta maaflah kepada Fika dan bersihkan nama baiknya yang sudah tercoreng itu dan jangan lupa untuk menghapus Foto yang sudah menyebar luas di sekolah ini." Ucap Kepala sekolah tegas.


"Iya, Pak." Jawab gadis itu, menundukan kepala.


"Afika, bapak minta maaf ya." Ucap Kepala sekolah kepada Afika.


"Iya." Jawab Fika, tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan. Namun, didalam hatinya sangat geram sekali.


"Untuk Nadia, kamu akan di skors selama dua minggu, keputusan sudah mutlak karena kesalahanmu sangat fatal!" Ucap kepala sekolah kepada gadis centil itu dengan nada yang tegas.


"Jangan skors saya pak." Mohon gadis itu, dan meneteskan air mata.

__ADS_1


"Maaf, masih mending kamu tidak saya keluarkan dari sekolah ini." Ucap Kepala sekolah tegas.


"Makanya sebelum bertindak itu dipikir pakai otak!!" Cibir Fika, membuat gadis centil itu semakin sesegukan, karena menyesali perbuatannya.


"Sekarang kita pergi ke aula sekolah, dan di sana kamu harus menjelaskan ke teman-teman kamu jika foto yang kamu sebar itu hanya sebuah editan belaka." Ucap Kepala sekolah, lalu beranjak dari duduknya kemudian di ikuti Fika dan gadis centil itu.


Di Aula sekolah seluruh murid sudah berkumpul mengelilingi Gadis centil itu dan Afika. Kemudian dengan bergetar gadis itu mulai membuka suara dan menjelaskan tentang Foto Fika yang ia sebar luaskan di Grub sekolah, dan ia meminta maaf yang sebesar-besarnya dan meminta seluruh murid untuk menghapus foto tersebut.


"Huuuuuuuuu,, dasar tukang nyinyir!!!" Teriak seluruh siswa serempak kepada gadis centil itu.


"Sudah keluarin saja keluarin dari sekolah ini!! Dasar nggak punya moral!!!"


"Otaknya dimana sih tuh cewek!!"


"Dasar tukang Fitnah!!!"


"Sudah-sudah, sekarang sudah jelas jika Afika hanyalah korban dan Nadia sudah mendapat hukuman dari sekolah yaitu skorsing dua minggu." Ucap kepala sekolah sekaligus melerai para siswanya.


*


*


*


"Mau kemana lo!" Fika mencekal tangan Nadia, saat gadis itu ingin beranjak dari sana.


"Gue sudah minta maaf sama lo jadi gue nggak punya urusan lagi sama lo." Sahut gadis itu, dan berusaha melepaskan cekalan tangan itu.

__ADS_1


"Memang, tapi urusan gue sama lo belum kelar!" Ucap Fika, lalu menyeret gadis itu menuju gudang sekolah.


Sampai di dalam gudang sekolah Fika segera menutup pintu dan menguncinya, kemudian ia menatap tajam gadis centil itu.


"Sepertinya lehermu jika di patahkan sangat bagus ya?" Ucap Fika, berjalan mendekati gadis itu yang sudah ketakutan.


"Ma mau a pa lo?" Ucap gadis itu terbata, saat melihat aura menakutkan Fika.


"Lo salah pilih lawan, Nad!!" Ucap Fika, penuh penekanan dan mencengkram rahang gadis itu dengan kuat.


"Walaupun foto itu benar adanya, tapi lo nggak berhak untuk menyebar luaskan urusan pribadi gue!! Mau lo apa Hahh!!"


Sial! Jadi foto itu benar adanya. Batin gadis itu kesal.


"Sakit, gue di suruh orang untuk menyebarkan foto itu." Rintih gadis itu hingga meneteskan air mata.


"Katakan siapa yang nyuruh lo!!" Kesal Fika.


"An antoni ya Antoni." Dengan terpaksa Gadis itu mengatakan dalang di balik semua ini.


Rahang Fika semakin mengeras kemudian ia mengempaskan gadis itu begitu saja hingga gadis itu membentur dinding gudang itu.


"Arghh sakit." Rintih gadis itu.


"Dasar lemah!!" Cibir Fika, lalu keluar dari gudang itu dengan emosi yang sudah tidak terbendung lagi.


Kali ini aku tidak akan mengampunimu, Antoni Turmeric!! Batin Fika sangat geram.

__ADS_1


Kezelll banget ya sama si kunyit itu😀


Kasih dukungan semampu kalian yaa..😘😘


__ADS_2