Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Sabar... Sabar...


__ADS_3

Bocil minggir!! Yang jomblo gigit jari aja. 😜


"Makan kamu boleh ya?" Ucap Ema dengan suara seraknya dan menatap istrinya sayu, dan Fika mengangguk malu saja disana karena ia juga menginginkannya.


Ema tersenyum senang, kemudian ia segera melepaskan boxernya dan juga pakaian istrinya lalu Ema menggendong istrinya dan merebahkannya di atas tempat tidur dengan pelan.


"Sayang, tapi itu pengamannya?" Tanya Fika, yang sudah berada di bawah kungkungan Ema. Bukannya menjawab, Ema malah mencumbu istrinya dengan penuh gairah.


"Ah, sayang." Racau Fika, ketika ciuman nakal itu turun keleher dan turun lagi hingga sampai ke dua bulatan kenyal miliknya. Fika meremat rambut suaminya ketika pucuk bulatan kenyal itu di hisap bergantian. Rasa nikmat itu semakin menjalar keseluruh tubuhnya ketika salah satu tangan Ema bermain di bagian intinya.


"Ugh, Nue...." Fika memejamkan matanya dan mengangkat sedikit bokongnya, saat jari-jari nakal suaminya semakin aktif di bawah sana.


Ema mendongak menatap wajah istrinya yang terlihat merona karena bergairah.


"Nue a aku ahhh...." Fika melenguh panjang ketika gelombang kenikmatan itu menghantamnya. Nafas Fika terengah, dadanya naik turun dan seluruh persendiannya terasa lemas saat ia mencapai pelepasan pertamanya.


Ema tersenyum puas, kemudian ia membuka kedua kaki istrinya dengan lebar dan mulai mengungkung tubuh istrinya lagi yang sudah terkulai lemas itu.


"I love you, My Wife." Bisik Ema, kemudian ia mencium bibir istrinya itu dengan sangat bergairah dan menuntut, bersamaan dengan ia memasukan senjatanya ke dalam sangkarnya.

__ADS_1


"Ughh." Pekik Fika tertahan, ketika senjata tumpul itu mulai menerobos bagian intinya. Dan tangannya mencengkram bahu Ema dengan kuat, saat rasa sakit itu masih mendera.


"Masih sakit ya?" Tanya Ema, saat senjatanya itu sudah masuk sepenuhnya kedalam sangkarnya.


"Sedikit." Jawab Fika, pelan. Ema tersenyum lembut kemudian ia menciumi seluruh wajah istrinya dengan penuh kasih sayang. Kemudian Ema mulai menggerakan pinggulnya pelan tapi pasti membuat Fika mendessah tak karuan.


"Ssttt, jangan keras-keras sayang nanti Ayah mendengarnya." Ucap Ema, langsung membungkam bibir istrinya dengan lembut agar tidak mengeluarkan dessahan keras.


"Owhh, Ini sangat nikmat." Racau Ema tertahan, saat ia merasakan kenikmatan yang luar biasa di bawah sana.


"Nue, ah ah." Dessah Fika tertahan, di setiap hentakan yang di berikan oleh suaminya.


*


*


*


"Dasar edan!!! Apa tidak panas siang-siang begini bergelut!" Gerutu Bondan kesal, lalu ia mengurungkan niatnya untuk berpamitan dengan Anak dan menantunya.

__ADS_1


"Sepertinya beberapa hari kedepan, telingaku akan ternodai dengan suara-suara astral mereka. Sabar... Sabar..." Gumam Bondan, sembari melangkahkan kakinya keluar rumah lalu memesan ojek online untuk pergi kebengkel.


Sementara yang ada di dalam kamar itu masih asyik berbagi kenikmatan dan berbagi peluh hingga keduanya sampai pelepasan bersama. Dan tidak lupa Ema membuang pasukan kecebongnya lagi diatas perut istrinya.


"Terimakasih Sayang." Ucap Ema, mengecup bibir istrinya berulangkali, kemudian ia menggulingkan tubuhnya di samping istrinya.


"Iya, sayang." Jawab Fika, tersenyum.


"Sepertinya aku harus memasang peredam suara di kamar ini, agar suara kenikmatan kita tidak terdengar oleh Ayah." Ucap Ema kepada istrinya.


"Iya, terserah kamu saja." Jawab Fika, kemudian beranjak dari tempat tidur.


"Mau kemana, Yank?" Tanya Ema, mendudukan diri dan mencekal tangan istrinya.


"Mandi, lengket begini badannya." Jawab Fika.


"Mandi bareng ya." Ajak Ema dan diangguki Fika.


"Asyikkk." Ucap Ema girang, lalu menggendong istrinya menuju kamar mandi.

__ADS_1


Udah Hott banget sih menurutku, tapi kalau kalian masih bilang kurang Hot berarti bacanya harus sambil makan mie pedas level sepuluh😜😜


Kasih Dukungan seikhlasnya ya.😘😘


__ADS_2